LILY

LILY
pocong aneh



Nino yang memang tak merasa ada yang janggal pun datang ke rumah Arkan.


tapi dia memilih berhenti dan tak turun dari mobil, pasalnya dia bisa melihat ada pocong yang sedang melompat ke kanan dan ke kiri bolak-balik.


dia pun mengucek matanya beberapa kali untuk memastikan bahwa dia tak salah lihat.


ternyata benar, dia pun mengklakson agar anak-anak keluar, "om Nino datang bawa pizza,"


Linga pun membuka pintu dengan buru-buru hingga membuat pocong itu nyungsep terkena pintu rumah.


"aduh..." kata pocong itu yang kemudian berdiri dan melompat untuk masuk, tapi kini dia malah di tabrak oleh Lily.


"dasar pocong gak punya mata ya!" marah gadis itu yang membuat pocong itu terguling-guling jatuh ke bawah rumah.


"dasar manusia, kok gak ada takut-takutnya sih..." kata pocong itu yang masih tertelungkup di tanah.


sedang Linga menarik Nino untuk segera masuk kedalam rumah. setelah itu mereka pun masuk dan menutup pintu.


pocong itu terus saja melompat ke depan pintu dan mengetuk pintu karena kesal Lily pun keluar dan melihat pocong itu.


"berhenti mengetuk pintu atau aku akan memecahkan kepalamu!!" marah gadis itu.


mendengar teriakan dari Lily, pocong itu mundur perlahan, kamu sadis amat neng," jawab pocong itu.


"karena kamu dari tadi menyebalkan, dasar pocong aneh," marah Lily.


"apa aku aneh ya, kamu tak takut dengan rupa ku?" tanya pocong itu tak percaya,


"gak tuh, aku lebih sering melihat yang jauh lebih menyeramkan dari pada kamu, tuh ada temen tuh di atas pohon beringin, mau di panggilan," kesal Lily.


pocong itu menoleh tenyata ada sosok genderuwo dan juga kuntilanak di atas pohon itu.


"wah kamu gadis aneh," kata pocong itu.


mendengar dia di hina seperti itu, Lily pun menendang kaki pocong itu hingga jatuh dan mengelinding lagi.


"ha-ha-ha pocongnya dari tadi suka main gulung-gulung di tanah," kata Linga melihat pocong itu.


tiba-tiba pocong itu melompat dan terbang ke arah Lily. tapi dengan sigap Lily menonjok pocong itu hingga mental.


"jangan mencoba masuk ke rumah ku, kamu itu kotor!!" teriak Lily kesal.


sedang Nino memilih duduk di pojokan, dia tak mengira kebanyakan bergaul dengan keluarga Arkan, dia akhirnya bisa merasakan dan melihat hantu seperti ini.


bahkan kedua anak Arkan benar-benar tak takit melihat sosok yang begitu menyeramkan itu.


pocong itu pun kembali melompat ke depan Lily, dia ingin meludahi gadis itu.


tapi genderuwo yang ada di atas pohon pun langsung membungkam seluruh wajah pocong itu dengan telapak tangannya.


"berhenti menganggu mereka, atau aku akan merobek mu jadi bagian-bagian kecil," ancam makhluk tinggi besar berbulu dan berwarna hitam itu.


"kamu ini sebangsa dengan ku, tapi kenapa malah mendukung mereka," kata pocong itu.


"karena mereka orang baik, kamu kiriman orang ya," marah genderuwo itu yang langsung memisahkan kepala pocong itu.


tapi yang lucu, kepala pocong itu lepas tapi bersama dengan kain kafannya.


jadi bentuknya sekarang seperti pangsit kotor, melihat itu Linga berlari dan langsung menendangnya.


"pergi jauh!!" teriaknya senang.


genderuwo itu juga melempar potongan tubuh pocong itu jauh terbang.


kemudian Keduanya bertos gembira, sedang Lily hanya geleng-geleng melihat keduanya.


"kalian memang satu paket, lengkap..." kata gadis itu.


dia pun masuk dan kaget saat melihat sosok Nino yang gemetaran karena melihat semua aksi dari keduanya.


"kalian tak ada kegiatan lain, kenapa malah membuat itu pocong jadi mainan," kata Nino.


"oh itu sudah biasa om," jawab Lily tersenyum.


"ya ... dan sekarang aku sudah tak takut pocong, karena ada om Wowo membantuku!!!" teriak Linga yang begitu senang.


mobil Arkan datang sudah pukul sebelas malam, dia heran melihat mobil milik Nino dan rumah yang masih terang.


"kalian belum tidur ternyata, dan tumben Nino kemari?" kata Arkan saat masuk rumah


"papi ... salamnya maha ih," marah Lily


"ah iya lupa, assalamualaikum..." kata Arkan tersenyum.


sedang Tasya langsung masuk untuk berganti baju. pasalnya tubuhnya sendiri dah cukup gerah setelah semua kegiatannya.


"ya Allah Arkan... kapok aku di panggil kesini sama putramu, ku kira dia hanya benar-benar ingin makan pizza karena aku punya janji dengannya, eh taunya aku malah lihat mereka bermain dengan pocong," kata Nino yang masih syok.


"sepertinya mata batin mu mulai terbuka," jawab Arkan setelah mendengar perkataan dari Nino.


"aku tidak mau, tolong tutup, aku bisa gila jika terus begini, kamu kan tau kalau aku itu penakut," kata Nino.


"baiklah, Lily tolong ambilkan air ya,"


"iya papi..." jawab Lily.


Lily pun segera mengambil air dan memberikannya pada Arkan, setelah di do'akan nino di minta untuk meminumnya.


sedang Arkan mengusap bagian kedua pelipis pria itu dan membacakan sesuatu saat mengusap punggung dari Nino.


"sudah, setelah ini jangan penasaran lagi dengan hal ghaib, dan jika kamu butuh bantuan kami siap membantu mu," kata Arkan.


"baiklah kalau begitu aku pamit dulu ya," kata Nino.


"kalian berdua kenapa masih disini, ayo lekas naduk," perintah Arkan pada dua anaknya.


sedang di rumah milik Adit, ular itu ternyata menjelma menjadi seorang wanita yang sangat cantik.


saat Adit tertidur, wanita itu mendekat dan menyentuh tubuh Adit.


merasakan ada yang aneh, Adit pun membuka mata dan melihat ular putih itu sudah melata di atas tubuhnya.


dengan tenang, dia pun segera mengambil ular itu dan membuangnya sedikit jauh.


"jangan berani menganggu tidurku atau aku tak segan lagi untuk membuatmu celaka," ancam Adit


meski ulat itu tak menunjukkan sosok manusianya,tapi Adit bukan pria bodoh yang hanya diam.


dia pun kembali tidur, sekarang ular itu pun tersenyum sambil melata keluar rumah.


dia pun berubah menjadi wanita cantik saat ini, "kalau begitu aku akan mencari mangsa ku malam ini," gumam ulat itu pergi.


Lily sudah nyenyak tidur, seseorang melompat masuk kedalam kamarnya.


dia menyentuh kening dan pipi Lily dengan penuh kasih sayang. "maafkan aku... kita belum bisa bersama, tapi aku akan tetap di sisimu,"


Lily pun membuka matanya karena merasakan seseorang menyentuhnya, tapi dia kaget saat bangun hanya ada seekor burung elang yang hinggap di jendela kamarnya.


"tumben, ada burung di kamar ku," gumam Lily yang menyentuh burung itu.


tapi sebuah kilasan dilihatnya, ada sosok pria bertopeng tengkorak dengan jubah serba hitam.


dia pun kaget dan menarik tangannya, "apa itu tadi?"


burung itu pun pergi dan terbang menjauh, dia hinggap di tangan pria yang tersenyum saja.


"aku akan melindungimu bagaimana pun caranya," kata pria itu yang kemudian lari menuju ke rumah miliknya.