
Adit pun di ajak pulang, "kamu ini kenapa tak hati-hati demi telur tebu kamu hampir mati,"
"maaf papi, habis aku ingat jika Linga sangat menyukai telur ikan, dan lagi aku ingin membuat adikku itu senang sedikit saja," jawab Adit.
"tapi berhenti melukai dirimu terus nak, bahkan kejadian terakhir saja membuatku sulit bernafas, aku tak ingin kehilangan salah satu dari kalian lagi," kata Tasya yang langsung memeluk putranya itu.
"maafkan aku mami, aku berjanji akan terus bersama kalian sampai kapan pun, dan aku akan menjadi pelindung Lily, tapi bisakah tolong bawa ini untuk Linga," kata Adit yang melihat sayur yang tadi dia ambil.
"baiklah, pak tolong saya titip putra saya ya, dan tolong jangan biarkan bocah ini keluyuran malam ini," kata Arkan pada pak Usman.
"insyaallah pak, mari mas Tama kita pulang," ajak pak Usman.
Tasya dan Arkan bahkan sampai meninggalkan tempat reuni sekolah Arkan, saat mendengar kabar tentang Adit terluka parah.
tapi beruntung putra mereka itu baik-baik saja, "ya sudah sekarang kita pulang saja, jika tidak aku pastikan dua anak kita itu sedang bertengkar hebat saat ini," kata Arkan.
"iya papi,"
di rumah Arkan, Lily sedang menemui anand, bahkan pria itu kini hanya bisa sampai terasa, padahal biasanya Anand akan bebas keluar masuk kedalam rumah.
"cepat bilang apa yang kamu inginkan, karena aku harus mengerjakan semua tugas yang di berikan Bu guru," kata Lily ketus.
"kamu kenapa berubah, kenapa kamu menjauhiku Lily, apa aku melakukan kesalahan," tanya anand.
"kamu tak melakukan kesalahan, aku hanya tak ingin melihat mu saja, terlebih setelah kamu membuatku dalam masalah besar," kata Lily
"masalah apa? aku bahkan selalu melindungimu selama ini," kata Anand yang tak terima di bilang seperti itu oleh Lily.
"kamu berani bilang pada semua orang di sekolah jika aku ini kekasihmu, aku ini sepupu mu dan hubungan kita tak akan berubah sampai kapan pun, dan berhentilah jangan mengharapkan cinta yang bahkan bukan milikmu," marah Lily.
"tapi kenapa, karena pria itu, mungkin dia sudah mati Lily,dia sudah mati!" teriak Anand.
"tutup mulut mu anand, jangan mengatakan hal buruk pada kak Adit yang masih berjuang," marah Lily.
tanpa di duga dari dalam rumah, Linga menyiramkan satu tong air ke arah anand dengan wajah marah.
"jangan mengatakan omong kosong,cepat pergi atau aku akan meminta semua khodam milikku untuk membunuhmu," kata Linga yang benar-benar marah.
"kalian itu keras kepala, kenapa menunggu pria yang bahkan tak akan bisa sadar untuk selamanya," kata Anand yang tak terima di perlakukan seperti ini.
"aku bilang pergi pria busuk, jangan sampai aku membuatmu menyesal!!" teriak Linga yang sudah memanggil kucing hitam miliknya.
bahkan Ki Sesnag dan genderuwo yang selama membantu Linga dan yang tinggal di pohon di depan rumah juga datang dengan wujud terseramnya.
Lily terduduk melihat sosok yang kini berada di belakang adiknya itu, "anand cepat minta maaf, atau kamu bisa teluka bodoh, minta maaf?!!" panik Lily.
"aku tak salah, adikmu saja yang selalu mengharapkan sesuatu yang tak mungkin," kata Anand yang masih bicara kasar.
"binoso!!" teriak Linga dalam kemarahannya.
genderuwo itu membuat tubuh Anand terbang dan menghantam tiang besar penyangga rumah.
bahkan kucing hitam milik Linga pun berubah menjadi harimau hitam dengan wujud paling seram.
Lily baru melihat sosok dari kucing itu yang sesungguhnya, "Linga hentikan, kamu bisa membunuhnya!"
tapi Linga tetap tak ingin menarik khodam miliknya, saat kucing besar itu ingin melahap Anand yang sudah pingsan.
beruntung Arkan dan Tasya datang, "hentikan!!"
kedua makhluk itu pun mundur, tapi Linga masih dalam keadaan marah dan kini dia berani menatap kearah papinya.
Arkan langsung menjentikkan jarinya di kening putranya itu, hingga membuat Linga pingsan.
"kenapa kamu hanya diam saat adikmu mulai murka?" tanya Arkan pada putrinya itu.
"memang anand mengatakan apa?" tanya Arkan.
"dia bilang jika kak Adit sudah meninggal dunia, aku dan Linga tak terima, tapi dia terus bilang jika semua yang kalian lakukan itu sia-sia," jawab Lily yang histeris.
"sepertinya Aryan kurang mengajari putranya, apa aku perlu membuatnya belajar hal yang penting," kata Arkan yang juga tak terima dengan apa yang di dengarnya.
Arkan menyuruh dua orang dari penggilingan mengantar anand pulang dan besok dia akan membahas ini bersama Aryan.
malam ini semua orang sudah beristirahat dengan nyaman, seorang pria datang dengan mengenakan jubah hitam.
dia pun masuk kedalam kamar Linga, dia melihat bocah itu masih belum sadarkan diri.
Adit mengusap kepala adiknya itu, seketika Linga pun sadar dan bisa melihat Adit di depannya.
"mas kemana saja, Linga rindu kakak, Linga ingin main seperti dulu dan belajar bersama kakak," kata bocah itu penuh dengan emosi.
"maafkan aku ya dek, untuk saat ini kita belum bisa bersama karena kakak harus mencabut kutukan yang terlanjur terjadi, tapi kamu bisa pergi ke rumah kakak," kata Adit yang menunjukkan sebuah ingatan sebuah rumah.
"iya, aku akan kesana sendirian, tunggu Linga ya," kata bocah itu dengan senang hati.
burung elang itu sudah berputar di atas rumah dari keluarga Arkan, "sekarang kakak harus pergi, ingat jangan bilang kak Lily ya,"
"iya kakak, Linga janji," jawab bocah itu yang sangat bahagia bisa betemu dengan kakak yang sudah begitu dia impikan dan rindukan.
di sebuah jalanan sepi, seorang gadis sedang di begal oleh tiga sepeda motor.
bahkan gadis itu juga mendapatkan pelecehan, ada sosok hitam yang muncul.
"hei siapa kamu, kenapa datang kesini ini hujan tempat karnaval," hina para pria itu.
tanpa di duga sebuah golok terbang menebas kepala pria itu hingga terbelah dua.
"lepaskan gadis itu, atau nasib kalian akan seperti pria busuk itu," kata pria bertopeng tengkorak itu.
"serang dia," perintah bos begal itu, terlihat pria itu sangat ahli dalam menghindar.
tapi pria bertopeng itu berhenti saat melihat gadis itu di acungi pisau di lehernya.
pria itu melempar dua buah kerikil hingga mengenai matanya, pria itu memeluk gadis itu dan membawanya pergi.
gadis itu masih ketakutan melihat sosok yang menyelamatkan dirinya, "kamu siapa tuan,"
"aku maut bagi kejahatan, sekarang kamu aman," kata pria itu yang mendudukkan gadis itu di samping sebuah pos ronda.
"loh mbaknya kok malam-malam ada di sini,mbak ini siapa?" tanya para hansip yang tengah meronda.
"loh mbak Laura ada disini, tadi saya lihat ayah mbak panik mencari," kata seorang warga desa
"ah iya, saya hampir di begal tadi, terus di selamatkan oleh seseorang dan dia menurunkan aku disini," jawab gadis itu.
"baiklah neng, mari kami antar pulang," ajak para hansip dan warga.
sedang pria bertopeng itu, dia kembali untuk membereskan para cecungguk yang sudah sering meresahkan warga desa.
ketika pria itu benar-benar di bereskan, dengan di ikat di gapura masuk desa bersama dengan teman mereka yang sudah tewas.
keesokan harinya semua warga heboh, pasalnya keenam pria itu di gantung terbalik.
satu sudah tewas dengan kepala terbelah, yang satu buta dan yang empat syok hingga seperti orang gila.
polisi yang datang pun merasa heran. bagaimana ada orang yang begitu kejam dan bisa melakukan hal seperti itu.