LILY

LILY
1. Legenda Gunung Lofu



Perjalanan dari Kota Angin Berkabut ke Ibukota kerajaan Angin memakan waktu 2 minggu penuh. Selama diperjalanan, Lily sangat menikmati pemandangan yang disajikan saat berada di Gunung Lofu. Gunung itu memiliki ketinggian kurang lebih 500 meter, terdapat banyak bunga dan tumbuhan herbal yang tumbuh disana.


"Paman, kenapa gunung ini memiliki banyak bunga dan tumbuhan herbal yang tumbuh dibandingkan dengan gunung lain?" Tanya Lily sambil terus mengamati gunung yang akan dilalui oleh rombongannya.


"Menurut legenda yang pernah paman dengar, dahulu gunung ini sangat tandus tapi seorang warga disekitar sini melihat beberapa Pegasus turun dari langit dan singgah di gunung ini. Tak berapa lama setelah warga itu melihat para Pegasus, gunung ini berubah dari yang awalnya tandus mulai menghijau dan subur hanya dalam waktu beberapa minggu. Banyak warga mencoba mencari tahu kenapa peristiwa itu bisa terjadi tapi malah banyak hewan buas yang berada disana. Menurut seorang tetua desa tersebut, para Pegasus itu tinggal di gunung ini tapi sampai sekarang belum ada yang pernah melihatnya bahkan setelah para hewan buas itu di bunuh dan selalu saja akan ada hewan buas lainnya tapi tidak terlalu ganas" cerita Panglima Darma tentang Gunung Lofu.


"Jadi benar ada Pegasus di gunung ini paman?" Tanya Lily antusias.


"Paman tidak tahu karena sampai sekarang belum ada yang pernah melihat mereka selain warga yang pertama itu" jawab Panglima Darma.


"Ooh begitu ya paman" Lily mengangguk-angguk mendengar perkataan Panglima Darma.


Rombongan sudah mulai memasuki wilayah Gunung Lofu dan saat hari beranjak senja, rombongan Lily berada di wilayah tengah gunung Lofu.


"Baiklah malam ini kita istirahat disini, besok pagi kita lanjutkan perjalanan. Lean dan Lein, kalian bertegas menjaga perkemahan dan mendirikan tenda. Sedangkan Lulu dan Siera akan memasak makanan. Saya akan mencari kayu bakar seorang diri" perintah Panglima Darma.


Lalu rombongan berhenti disebuah tanah lapang dan membangun tenda disana. Sedangkan Panglima Darma mulai mencari kayu bakar dan yang lainnya mengerjakan tugas masing-masing.


Lily yang waktu itu tidak memiliki tugas membantu Lean dan Lein untuk mendirikan tenda walau mereka berkata tidak perlu.


"Ingin sekali aku mandi" ucap Lily.


"Putri, setahu saya ada sebuah sungai disekitar sini jika putri ingin mandi" ucap Lean.


"Benarkah kak Lean?" Tanya Lily sambil memikirkan bagaimana dia akan berenang dan bermain di sungai nantinya.


"Iya" jawab Lean.


"Hahaha, tidak tuan putri. Sungai itu termasuk wilayah aman karena hewan buas tidak ada disana, mereka suka berada di wilayah dalam yang mendekati bagian utara gunung ini, sedangkan sungai ini termasuk wilayah luar dan berada di timur" jelas Lein menimpali.


"Kalo begitu bisakah kalian mengantarkanku kesana?" Tanya Lily.


"Tapi kita harus meminta izin Panglima dulu" ucap Lean.


"Kalo menunggu paman nanti hari keburu gelap. Ayolah, kak Lean, kak Lein, aku mohon" ucap Lily dengan nada memohon.


Lean dan Lein beradu pandang beberapa saat dan kemudian mengangguk karena mereka tidak tahan jika sang Putri memohon seperti itu.


Sebelum pergi kesana, Lily tidak lupa membawa baju ganti dan menyampaikan pada Lulu dan Siera bahwa dia akan pergi mandi di sungai.


Selama diperjalanan yang membutuhkan waktu 10 menit, Lily membuat banyak tanda goresan di pohon dengan pisau agar dia tidak kesasar nantinya saat pulang.


Sesampainya disana, Lily melihat sebuah sungai yang indah dengan terpaan sinar senja dan air yang mengalir tenang membuat siapapun yang melihatnya menjadi terbawa perasaan.


"Baiklah karena kita sudah sampai, kalian berdua boleh kembali dan melanjutkan membangun tenda. Sedangkan aku akan mandi dan pulang sendiri nantinya" ucap Lily.


"Tapi putri, bagaimana jika anda tersesat" ucap Lean.


"Hahaha, tidak perlu. Aku sudah membuat banyak tanda untuk jalan pulang ketenda. Jadi kalian pergilah" ucap Lily.


Karena tidak memiliki pilihan lain, Lean hanya bisa menyetujui perkataan Lily.