LILY

LILY
3. Sosok Misterius.



Lily kembali kepermukaan dengan jalan yang sebelumnya dilaluinya. Setelah tiba dipermukaan hari sudah hampir malam. Lily bergegas memakai pakaian ganti dan menyusuri hutan dengan tanda yang dia tinggalkan bersama dengan Shine, padahal Shine bisa menunjukkan jalan pada Lily.


Sesampainya diperkemahan, Lily mendapati Lean dan Lein sedang dimarahi oleh Panglima Darma.


"Kenapa kalian meninggalkannya di sungai?"


"Jika Putri bertemu dengan binatang buas bagaimana?"


"Atau jika dia terjatuh bagaimana?"


"Apa kalian tidak memikirkannya sebelumnya"


"Sekarang sudah hampir malam dan dia belum kembali"


"Jadi harus..."


Omelan Panglima Darma terhenti saat dia melihat Lily sedang tersenyum kearahnya dan ada seekor kuda putih disebelahnya.


"Putri"


Seruan Panglima Darma terdengar oleh yang lainnya dan mereka segera mendekat kearah Lily.


Panglima Darma lalu membolak-balikkan badan Lily melihat apakah dia terluka atau tidak yang membuat Lily tersenyum geli dengan tingkah Panglima Darma.


"Putri anda tidak apa-apa?" Tanya Panglima Darma.


"Paman, aku tidak apa-apa. Jangan khawatir" ucap Lily menenangkan.


"Tapi tetap saja Putri anda tidak boleh berada di hutan sendirian seperti itu lagi, harus ada yang menemani minimal 1 orang" ucap Panglima Darma.


"Iya paman, maafkan aku. Lain kali aku tidak akan begitu lagi" janji Lily.


"Baiklah sekarang ayo kita makan. Kebetulan tadi paman mendapatkan seekor rusa yang besar jadi kita bisa makan daging rusa panggang" ucap Panglima Darma sambil menunjuk kearah api unggun yang terdapat rusa yang sedang dipanggang diatasnya.


"Wahh, paman hebat" puji Lily.


"Hahaha, ayo kita makan" ucap Panglima Darma.


"Hikkk"


Suara kuda menyadarkan mereka bahwa ada seorang, eh bukan seekor kuda yang ikut kembali bersama Lily.


"Putri ini kuda siapa?" Tanya Lean sambil mengelus kepala kuda putih itu.


"Oh itu kak Lean, tadi setelah aku mandi aku melihat kuda itu kebingungan mencari jalan jadi aku membawanya kemari" dusta Lily.


"Baiklah tapi jika dia melukaimu akan paman kembalikan kealam liar" ucap Panglima Darma.


"Hikk" ucap Shine sambil mengangkat satu kakinya seakan berjanji.


Semua orang tertawa dengan tingkah Shine, Shine pun juga ikut tertawa bersama yang lainnya.


"Oh ya paman. Mulai sekarang kuda ini akan aku panggil Shine, itu adalah namanya Shine" ucap Lily.


"Ooh oke. Shine apa kamu suka rusa panggang?" Tanya Lulu aneh karena kuda tidak makan daging.


Ekspresi semua orang segera berubah menjadi sebal karena pertanyaan Lulu tidak masuk akal, mana ada gitu kan kuda makan daging.


Shine lalu menggelengkan kepalanya dan menunjuk sebuah pohon apel didekat perkemahan.


"Ooh jadi kamu makan buah" ucap Lulu.


"Hikk" ucap Shine sambil menganggukkan kepalanya.


Lulu lalu menganggukkan kepalanya dan kemudian menatap aneh kearah Shine.


"Kamu mengerti ucapanku?" Ucap Lulu syok.


"Hikk" jawab Shine sambil menganggukkan kepalanya.


"Hahaha Lulu, Shine itu kuda pintar jadi dia mengerti perkataan manusia" ucap Lily sambil mengelus Shine.


Semua orang mengangguk walau Panglima Darma menaruh kecurigaan pada Lily dan Shine.


"Baiklah ayo kita makan rusa panggangnya. Oh ya Lean tolong ambilkan apel itu untuk kuda itu" perintah Panglima Darma.


"Baik, panglima" jawab Lean.


Setelah selesai mengambilkan sekantong apel untuk Shine, Lean bergabung dengan yang lainnya untuk memakan rusa panggang itu.


Malam harinya, semua orang tertidur ditenda masing-masing sedangkan Shine tidur diluar dengan nyamannya bersama apel-apelnya.


Diatas pohon diantara rimbunan daun, sesosok manusia mengamati perkemahan rombongan Lily. Sosok itu memakai mantel hitam dengan sebuah kain penutup wajah berwarna hitam. Perlahan sosok itu mendekati perkemahan Lily tanpa disadari siapapun bahkan Shine, sang Pegasus.


Sosok itu masuk kedalam tenda Lily tanpa suara dan berjalan kearah Lily. Tangan sang misterius itu mulai membelai wajah Lily tanpa mengganggu tidur Lily.


'Tenanglah. Cepat atau lambat aku akan membawamu kembali' gumam sosok itu dan dia menghilang dalam gelapnya malam.