
"Eng.... Em.... Eh.... Gimana ya..." Ucap Lenna kebingungan, selama ini dia tidak pernah bertanggung jawab atas ulah jahilnya
"Kakak, tolong pinjami baju ya buat mereka" ucap Lenna dengan puppy eyes nya ketika mendapatkan alasan yang bagus dan tingkah yang bagus juga
"Ah?! Astaga kenapa adikku seimut ini" Batin Shilin meronta ronta melihat betapa imutnya adiknya ketika sedang membujuknya
"Takkan kubiarkan satu pun pria untuk menjadi pendamping adikku jika imut begini!!" Batin Shilin bertekad, dia tidak tau bahwa tekadnya sama dengan kakeknya atau Ye Fei yang juga berharap
"Oke, Lala ambilkan dua baju laki laki dan handuk untuk hewan" Teriak Shilin membuat Lala yang tadinya bersih bersih menjadi terdiam sesaat
"Yes!! Berhasil!!" Batin Lenna girang
"Kerja bagus, tapi setidaknya kamu akan kami kurung selama 1 minggu sebagai gantinya" batin Yuwen dan Yuan yang memiliki pemikiran yang sama
Tiba tiba Lenna merasa punggungnya berkeringat dingin entahlah siapa yang mengutuknya
"Hiks... hiks... Tuan tak peduli lagi denganku... hiks.. hiks..." Batin Lala menangis tersedu sedu akibat perintah baru dari tuannya
.
.
.
Setelah beberapa jam berlalu dimana Yuwen dan Yuan memutuskan untuk mandi di kamar Shilin dan mengganti bajunya..
Tak tanggung tanggung, Lenna pun ikut memandikan Yao di kamarnya yang emang sudah di sediakan dengan alasan supaya Yao tetap tampan dimana pun dia berada
Kini Yuwen dan Yuan telah berganti baju dengan meminjam pakaian Shilin, meskipun tak rela tapi Shilin berusaha untuk ikhlas demi adiknya
"Woah, bajunya pas sekali, perasaan dulu kalo aku minjam ke temen temen ku kadang sempit kadang longgar" ucap Yuan sendu mengingat ingat kenangannya
"Ya itu artinya mereka tak ikhlas memberimu baju tau!!" Ucap Lenna kesal dengan 999+ kebodohan sahabatnya yang kini menjadi kakaknya
"Hiks... hiks... iya" ucap Yuan pasrah dengan masa lalu yang ingin dia tinggali
Tak
Brak
Bruk
Sebuah kerikil tak sengaja mengenai kepala Yuan dan Yuwen membuat Yuan dan Yuwen meringis dan memaki maki orang yang melempari nya batu
"Anj*ng, siapa yang lempar gua?! Sini gua pukul lo!!" Maki Yuan kesal
"Haih, hanya kerikil doang, tak apalah asalkan bukan geplakan Ibu" batin Yuwen diam saja
"Hei!! Beraninya memaki maki ku!!" Ucap Nana kesal, dia baru saja kembali sehabis membantu Lala
"Ya salah kamu dong yang lempar" Ucap Yuwen berusaha menahan kesalnya
"Nana? Oh ada Rann dan Xing Cheng juga ya" ucap Lenna melihat ke belakang Nana dimana Xing Cheng memakan sebuah apel emas di gendongan Rann
"Hehehe, kami juga baru sampai Nona, Ini juga rewel ingin ketemu Nana karena gak mau dimainin lagi sama adik adik Nona" Ucap Rann cengengesan
"Hm... Siapa ya Rann?" Tanya tiga orang menatap tajam Lenna, yang satu statusnya adalah kakak kandung, dan duanya kakak angkat
"Oh Shit!!" Maki Lenna yang sudah tau jalan pikir kakak kakaknya tercinta
.
.
.
"Jadi gini. Perkenalkan namanya Rann, dia adalah hewan kontrak ku yang sudah sangat lama berada di ruang dimensi" ucap Lenna cengengesan
"Hewan kontrak?.....maksudmu penjaga ruang dimensi mu?" Tanya Yuan berpikir pikir
"Iya itu maksudnya" ucap Lenna hanya senyum senyum aja daripada dia di curigai
"Oh... Begitu" ucap mereka
"Hai! Namamu Rann kan, kamu hewan jenis apa?" Tanya Yuan mendekati Rann sementara Yuwen lebih penasaran dengan Nana dan Xing Cheng yang lagi bermain
Nana juga jangan ditanya, dia sedang mengajak Xing Cheng bermain air danau walaupun Xing Cheng harus menangisi bajunya
"Em... aku adalah binatang suci ilahi yaitu Unicorn" Ucap Rann ragu ragu, entah kenapa dia merasa ingin langsung masuk ke dalam ruang dimensi
"Woah, kenapa kamu gak bilang dari dulu, seharusnya dulu kita naik Unicorn saja kalo kamu sudah punya, daripada naik hewan kontrak nya kak Yuwen kadang sering berhenti tak jelas" Ucap Yuan penuh kekagumam
"Nih anak lagi menyindir ku ya?" Batin Yuwen menatap tajam adiknya itu
"Ah, kalau gitu aku pergi masuk dulu ya ke ruang dimensi, aku mau berjaga jaga sapa tau ada yang mencuri sesuatu yang 'berharga'" Ucap Rann segera pergi karena takut ditanya tanya
"Yah... kabur tuh bocah" batin Lenna kesal
"Hehehe maap ya Nona, nanti kamu bisa memanggilku kapan saja kok" ucap Rann cengengesan segera masuk ke ruang dimensi Lenna
"Em... Ikan Lele, apakah hewan mu ini adalah perempuan? kenapa sifatnya seperti pemalu tapi wujudnya laki laki" Tanya Yuan berpikir
"Berhenti memanggilku Ikan Lele!! Aku bukan ikan"
"Loh nama depan mu kan Lenna, namamu kan dulu sudah terkenal sejak belum lahir ke sini, nah ikan Lele kan diambil dari 'Le'nna yang dimana Le nya tinggal dilipatkan menjadi Le lalu digabung hasilnya Lele kan? jari benar kan?" Tanya Yuan polos
"Tumben otaknya berfungsi dengan normal" batin Yuwen tersenyum bangga
"Eh buset, sejak kapan otaknya normal?!" Batin Lenna kaget dengan penjelasan Yuan
"Oke kagak ikut campur aku, aku gak ngerti jadi aku pergi dulu" ucap Shilin tak ingin mengobrol, dia hanya ingin memberikan Lala tugas
Bagi yang tidak tau, Lala adalah kupu kupu yang sebelumnya Lenna dan kedua kakaknya kejar karena merasa tertarik, nah karena ulah Lala, maka Lala pun yang harus bertanggung jawab
Meskipun Lala ini sebelumnya tidak mengakui dirinya yang bikin istana Tuannya berantakan, pada akhirnya Lala yang harus bersihkan karena Shilin tak mau mengganti rugi adiknya sendiri
Lala bisa dibilang Cewek yang kejam karena jika ada yang mengganggunya siap siap dia akan dipukul oleh sayap sayap Lala yang tajam dan tipis yang mampu menembus kulit hewan maupun manusia
Makanya Riri takut sama Lala karena waktu terkahir kali dia dihukum ngurus Lala malah ekornya hampir putus karena Lala sering hinggap di ekornya
"Yaudah, kak kami mau istirahat, bisa suruh siapa itu yang namanya Lala nyiapin kamar kedua kakak aku, aku mau tidur udah ngantuk"
Lenna berkata sambil menguap karena bosan harus meladeni ucapan kakaknya yang ngeselin sampai membuat nya pusing 7 keliling
"Oke, Lala siapkan dua kamar untuk kedua kakak Lenna, jangan lupa harus bersih tanpa noda+debu sekalipun" Teriak Shilin
Lala yang mendengar perintah tuannya puji ingin menangis, dia merasa ini adalah hari soalnya karena disuruh suruh terus padahal dulu dia selalu dimanja ini itu sama tuannya
"Oke tuan" ucap Lala menghampiri kedua kakak Lenna dengan wujud kupu kupunya
"Hah?! Jadi ini si Lala?!" Kaget Lenna
"Benar, emang kenapa?" Tanya Shilin lalu Lala hinggap di pundak tuannya yang tak lain Shilin
"Nggak kenapa napa, tadi dia yang membuat kami penasaran hingga istana kakak menjadi korban ketika kami ingin menangkap si Lala" ucap Lenna cengengsan
"Oh, gitu..." Ucap Shilin menatap Lala tajam sementara yang ditatap merasa tak berdaya karena emang kesalahannya menjahili tamu
"Kok aku gak merasa asing ya sama Lala, apakah kita pernah bertemu?" Tanya Yuwen menatap Lala tajam
"Entahlah" Jawab Lala acuh tak acuh berubah menjadi wanita cantik
"Yaudah sana kerjain kerjaan mu, jangan lupa antar tuan putri ke kamarnya, aku pergi dulu" ucap Shilin tak memperdulikan Lala yang menangis merasa dirinya tak dianggap
"Hiks... hiks... tuan jahat kepadaku, kenapa aku ditinggal sih, malah dikasih pekerjaan yang banyak" tangisnya pecah
"Sabar sabar Lala, jangan salahin kak Shilin salahin saja si Riri yang pergi tanpa pamit" ucap Lenna menenangkan
"Benar, akan kubuat perhitungan dengannya" Ucap Lala bertekad
.
.
.
Di tempat lain Riri merasa punggungnya dingin seolah ada yang mengutuknya atau lebih tepatnya ingin balas dendam
"Haih, jangan jangan pekerjaan ku diganti sama Tuan jadinya Lala sepertinya marah sekarang"