
"Oh, dia ini penjaga danau surga di kerajaan kehidupan, namanya sekarang Xing Cheng" Ucap Rann memperkenalkan Xing Cheng
"Wah, pantesan agak kenal, ternyata teman lama" ucap Naga ungu itu mengingat masa masanya dulu
Dulu sebelum Lenna ada. Mereka tinggal di dunia atas dan berteman dengan banyak orang maupun makhluk, entahlah mereka lupa berteman dengan siapa saja tapi mereka masih ingat kalau Xing Cheng itu adalah kawan mereka dulu
Dulu sebelum mereka terpisah, keadaan dunia atas terguncang hebat membuat mereka harus melarikan diri agar selamat, mereka ingin pergi ke dunia bawah untuk berlindung
Tapi tanpa mereka sadar kalau mereka satu persatu merasa di tarik oleh sesuatu, dan tidur selama berabad-abad, dan waktu mereka bangun mereka sudah ada misi sendiri sendiri
"Ck, aku malas dengan wujud ini.... Tapi apalah daya tubuhku waktu jatuh langsung rusak untung langsung nyemplung di danau surga kalau tidak aku tidak akan selamat" keluh Xing Cheng, dia merasa danau surga tidak adil padanya karena diberikan wujud anak kecil
Lalu datang lagi Agatha dan Arta yang menghampiri mereka karena tertarik dengan Xing Cheng, sapa tau bisa jadi teman...
"Wah ini siapa kak Rann? Lucu!" Ucap Agatha mengelus Xing Cheng dengan perhatian, dia sangat suka kalau dia punya adik laki laki tapi apalah daya dia hanya seorang anak bungsu
"Oh ini namanya Xing Cheng, imut kan?" Ucap Rann terkekeh jahil melihat wajah kesal Xing Cheng
"Sialan kamu Rann!" Ucap kesal Xing Cheng rasanya ingin menginjak Rann tapi di mata mereka semua Xing Cheng terlihat imut
"Pantesan Nona membawa dia, ternyata Xing Cheng yang sekarang sangat sangat imut" kekeh Naga ungu itu
"Diem lu banci!" Ucap Xing Cheng kesal
"Xixi, jangan marah sama paman ungu, dan juga Xixi harus panggil itu paman ungu terus itu kak Rann" ucap Agatha polos menunjuk Naga ungu itu dan Rann
"Aarrggghh! Ternyata memang benar dari dulu dewi Fortuna tidak memihak ku!" Ucap kesal Xing Cheng, dia ingin protes di alam dewa dewi tapi tidak tau harus kesana naik apa
Pesawat? itu tidak mungkin karena ini bukan jaman modern, begitu juga dengan balon udara, maaf tapi jika kita memakai keduanya ketika di atas langit juga tidak berhasil
Karena setiap dimensi itu berbeda, yah kecuali kerajaan iblis yang dekat dengan hutan tengkorak tapi tenang saja di dekat sana itu ada portal yang menghubungkan dunia iblis dan dunia manusia
Sementara untuk portal yang lain entahlah Rann tidak terlalu mengetahuinya karena akhir akhir ini semua buku yang di ruang dimensi sudah basi karena Rann terlalu sering membaca
"Ya salah lu sendiri itu bambank! coba deh elu ke dewa takdir dan coba lihat takdir mu, apa beruntung atau tidak?" cibir Rann
"Awas kau!" Ucap kesal Xing Cheng pergi dari tempatnya diikuti Agatha yang ingin bermain dan Arta yang ingin menjaga adiknya
"Dia tidak berubah ya... masih imut imut" Naga ungu itu terkekeh melihat tingkah konyol sahabatnya yang diluar dugaan
"Iya ya, jadi lupa dia sekarang sudah berusia berapa" Rann ikut terkekeh lalu menatap Naga ungu itu
"Apa yang kusuruh tadi sudah kamu jalankan?" Tanya Rann menatap Naga ungu itu intens, dia tidak suka jika ada orang yang tidak mengikuti perintahnya
"Sudah boss" ucap Naga ungu itu dengan hormat tapi cibiran di hati secara diam diam kalau ketahuan bisa gawat
"Tidak suka kenapa di perintah Nona malah mau?!" Cibir Naga ungu itu diam diam
"Udah kan? Nah sekarang misi kedua ke kerajaan kehidupan" ucap Rann menarik tangan Naga ungu itu
Rann tidak peduli dengan Xing Cheng, biarkan anak itu merasakan bagaimana menjadi anak kecil lagi nanti kalau sudah akan dia jemput!
Mereka pun pergi ke kerajaan kehidupan dengan senang hati, sementara Naga ungu yang awalnya menolak, terpaksa mengikuti apa yang Rann mau kalau tidak bisa bisa satu persatu sisiknya akan dicabut, ingin sekali mengadukan kepada Nona nya...
Saat sampai disana tanpa sopan santun atau tata krama yang dia ajarkan kepada Lenna, Rann langsung masuk dengan riangnya, dia suka membuat keributan di tempatnya Changmin
"Ah?!" Pekik Changmin kaget menatap iba pintunya yang harus dia buat ulang lagi
"Yo kawan! Apa kabarmu?!Apa kamu sudah melupakan aku?!" Ucap Rann dengan senyum mengembang
"Astaga kau ini Rann! kamu mengagetkan aku saja" ucap Changmin mengelus dadanya, untung dia tidak punya riwayat penyakit jantung
"Hehehehe, maaf aku terlalu bersemangat, oh ya ini kenalin si Naga ungu mempesona" ucap Rann menarik Naga ungu itu mendekat
"Oh... Hai, namaku Hongli" ucap Hongli ragu ragu, yah walaupun namanya ini belum dia beritahu kepada Nona nya
"Hai Hongli! Namaku Changmin, aku adalah penguasa terdahulu disini, salam kenal" ucap Changmin ramah, akhirnya ada yang sedikit lebih waras daripada keluarga Lenna
Kenapa dia anggap keluarga kepada hewan kontrak Lenna? karena sifat mereka itu agak gak beda jauh, sebenarnya dia bingung kok bisa hewan hewan kontrak Lenna jadi usil semua, malah Yao juga ikut kena virus itu
"Nah, sihlakan duduk, biarkan Chichi yang menyiapkan kalian teh" ucap Changmin karena suasana hatinya sedang baik
"Ok..." Ucap Rann menyetujui, toh dia juga haus dia itu juga butuh makan atau minum karena dia emang makhluk hidup
Beberapa saat kemudian, Rann sudah menyesap tehnya begitu pula dengan Hongli uang makan bagaikan ciwi-ciwi bangsawan
Changmin yang menyadari hal itu pun segera menatap Hongli yang malu malu seperti seorang perempuan sejati, dai merutuki dirinya sendiri
"Kenapa aku selalu bertemu orang aneh?!" Begitulah pikir Changmin
"Baiklah kami langsung to the point, kami boleh kan meminta sedikit pasukan mu?" Tanya Rann menatap Changmin
Changmin mengerutkan keningnya
"Untuk apa?" Tanya Changmin keheranan
"Kerajaan iblis berniat menyerang benua Yun karena kedua bocah atau murid mu itu memberikan rumor buruk tentang adiknya kepada Permaisuri" ucap Rann menjelaskan
Pffftt
Setelah mendengar itu Changmin menyemprotkan tehnya, apakah ini beneran? kalau iya dia senang karena Lenna seharusnya menderita
"Emang apakah Le Yu Ran menderita?" Tanya Changmin mencoba menyembunyikan perasaan senangnya
"Tidak dong, malah Nona semakin bahagia untuk merebut kekuasaan kerajaan Yun karena Nona ingin kembali membangun kerajaan Yun mulai dari awal" ucap Rann meyakinkan
"Baiklah jika ini permintaan adikmu, Tunggu satu hari ya biar aku panggilkan Chichi" ucap Changmin memanggul Chichi
"Chichi!" Teriak Chanin lalu sosok perempuan imut imut dengan wajah polosnya datang, tapi tetap saja yang cantik itu Lenna
"Siapkan pasukan, harus selesai ya hari ini!" Titah Changmin dituruti oleh Chichi
Rann pun dengan senang hati menunggu Changmin menyiapkan pasukannya, lalu tiba tiba wajah Rann yang awalnya bahagia pun berubah
"Tunggu! Apa dia bilang?! adik?! Tidak tidak, sudah cukup menjadi hewan kontraknya yang beradu mendapat kasih sayang daripada jadi kakaknya karena malah nambah musuh" batin Rann bergidik ngeri membayangkan wajah Yuan dan Yuwen
...