Infinite Destiny

Infinite Destiny
-_ Chapter 37 "Konyol" _-



Shilin semakin gemetar lalu dengan cepat memeluk Lenna membuat Lenna kaget karena di peluk tiba tiba, pikiran Shilin hanya mengarah pada adiknya, adiknya kini sudah di temukan tinggal kasih tau kepada keluarganya...


"Kenapa nih bocah? Kurang ASI ya waktu kecil sampai sampai meluk orang sembarang" batin Lenna dalam hati tapi entah kenapa tidak bisa menolak pelukan Shilin


"Hiks... hiks... akhirnya aku menemukan nya... Terimakasih dewa, kamu sangat sangat yang terbaik memberikan ku takdir yang bahagia" batin Shilin menangis nangis


"Ini nih orang yang dari kecil di kasih minum air got, jadinya gini kan sering meluk perempuan dengan tak tau malunya" batin Lenna kesal


"Tuan... sadar woee kalo si adik belum tau apa apa" batin Riri ingin memisahkan Shilin dan Lenna karena iri


"Oh dewa.... Bisakah kau pisahkan mereka, kan aku jadi ingat keluarga ku di atas sana kan... pasti mereka sedang bersedih tentang diriku..." batin Riri menangis, dia membayangkan keluarganya tanpa dirinya


Kenyataan...


"Pah, ayo makan, kita rayakan pesta dulu sebelum anak kita pulang" ucap seorang wanita membawa nampan cukup besar


"Kamu ngajak siapa saja Mah?" Ucap seorang pria yang tak lain adalah istri pria itu


Tentu saja mereka adalah orang tua Riri atau nama aslinya Shen, dulu sewaktu Riri masih di rumah dia sering membuat keributan membuat keduanya pusing, untung sekarang Riri punya tugas sendiri jadinya gak ada lagi pengganggu di rumah


"Tadi aku ngajak dewi binatang, keluarga burung, keluarga ular, keluarga a*ji*g, keluarga kucing, dll." Ucap Mama Riri menghitung jumlah tamunya


"Bagus banget kerja mu Mama, nah sana mandi Mama udah bau" ucap Papa Riri tersenyum jahil


"Papa ih...." Rajuk Mama Riri


Yah begitulah suasana rumah Riri yang bahagia tanpanya, kadang dewi binatang bertanya apa si Riri ini buka anak kandungnya sampai dirayain pesta besar besaran


Banyak orang tua di luar sana mendoakan anaknya untuk di berikan keselamatan dll. tapi ini Mama Riri malah rayain 7 bulannya Riri gak pulang


Entahlah kalo Riri ngelihat pemandangan ini pasti berfikir neneknya dulu makan apa ya sampai sampai Mama nya gak waras seperti halnya hewan kontrak Lenna yang sama sekali gak ada kewarasannya


Balik ke tempat Lenna...


Kini Shilin sudah tenang dan diberi minum oleh Riri agar kewarasan Tuannya normal lagi, kalo gak normal masalah nanti... Apalagi Riri disuruh ngurusi pekerjaaan atau urusan tuannya


"Ah, jadi bisa kamu jelaskan kenapa kamu memelukku?" Tanya Lenna 5 menit sebelum menangis


"Hiks hiks... Bajuku ternodai padahal baru dibeliin kemarin di Kerajaan iblis" batin Lenna menangis karena bajunya sekarang bau darah


Bagaimana tidak? Shilin sepertinya lupa mandi dan ganti baju karena habis menyelesaikan misinya dari penguasa atas


"Kenapa kamu menangis Lenna?" Tanya Riri kebingungan, dia tidak mau disalahkan karena menangisi anak orang


"Kak Shilin belum mandi, jadinya nih bajuku yang baru beli kemarin bau darah juga" Tangis Lenna pecah membuat mereka kebingungan dan gugup


"Eh, eh Lenna cantik, Lenna imut, maafin kakak ya kakak lupa ganti baju dan mandi habis selesain misi" Bujuk Shilin kebingungan+gugup


"Huwaaa baju baruku..." Tangis Lenna


"Hayooo lo Tuan, anak orang nih" ucap Riri dengan senyum jahilnya kepada tuannya


"Diam kau Shen, mau ku hukum ngurus si Lala di belakang sana?!" Ucap Shilin menatap tajam si Riri membuat nyali Riri menciut mendengar nama itu


"Cup cup cup.... Adik manis nanti mau kakak beliin coklat dan permen?" Bujuk Shilin asal, yang penting Lenna gak nangis


"Coklat?!" Ucap Lenna langsung berhenti nangis nya ketika mendengar kata 'coklat'


"Iya nanti kakak beliin coklat, mau sampai se-gunung pun nanti kakak beliin" ucap Shilin mengingat kakek besarnya yang tak lain Ye Fei mempunyai banyak coklat


"Oke! Deal!" Ucap Lenna dengan senyum kemenangannya, akhirnya ada lagi tempat untuk memakan coklat


Di ruang dimensi..


Puk


"Astaga Nona, sumpah trik mu ini sangat berguna bagi orang orang yang ingin kamu turuti keinginannya" ucap Yuu tepuk tepuk jidat


"Mungkin kalau aku ikuti cara Nona jadinya Yuu mau nuruti keinginan ku" batin Long tersenyum jahil memikirkan itu


(Jangan ngayal berlebihan ya Long  ^-^)


....


Setelah beberapa menit atau beberapa jam menyelesaikan mandi dan mengganti baju, akhirnya Lenna keluar dengan baju merah bercampur hitam yang disiapkan oleh Shilin


Shilin juga telah mandi dan mengganti pakaiannya  sungguh dia tidak akan menyangka kalau adiknya gak suka bau darah buka bukan... Shilin tak menyangka kalau adiknya gak suka bajunya di kotorin


Nah kini mereka sedang duduk duduk santai di ruang tamu, Riri mengipasi Shilin, Shilin sedang duduk santai sambil membaca laporan, sementara Lenna memakan coklat yang Shilin kasih


"Hiks hiks... Maafkan aku ya Kakek... ini juga demi adikku jadi gak apa apa ya aku curi coklat coklat kesayangan kakek" batin Shilin menangis melihat tumpukan coklat yang dia curi


"Itu juga bajunya sebenarnya adalah milik Ibu, gak apa apa ya Bu aku ambil demi adikku yang ngerengek minta ganti baju...." Batin Shilin menangis


"Ada apa kalian menatap ku begitu?" Tanya Lenna kebingungan dengan berbagai macam ekspresi mereka


"Nggak, lanjutin saja dulu makan mu" ucap Shilin menutupi tangis tidak bahagianya


"Benar, Tuan tadi hanya terharu dengan laporan laporan ini" ucap Riri melanjutkan kipasnya


"Terharu gundul mu! siapa juga yang terharu karena laporan laporan pemberontak ini?!" Batin Shilin ingin sekali memukul Riri


"Semoga nanti kalau kakek pulang aku di maafin karena nyuri coklat coklatnya" batin Shilin memikirkan nasibnya sendiri


....


Sementara itu di tempat lain...


Di istana yang megah, seorang pria paruh baya berjalan menuju kamarnya, di setiap jalan dia sering berjumpa dengan cucu atau cicitnya


"Hai kakek" sapa mereka


"Hai juga" sapa pria paruh baya itu yang tak lain adalah Ye Fei yang ingin mengecek coklat coklatnya


Setelah sampai di kamarnya, ada banyak tumpukan coklat coklat yang ada di dalam lemarinya


Ye Fei mengerutkan keningnya ketika ada satu tempat dimana coklat coklat nya yang berharga dia taro di paling atas hilang dan hanya ada secarik kertas


Ye Fei membuka kertas itu..


"*Hai kakek ku tercinta~ Maaf ya kek cicit kesayangan mu ini nyuri coklat kakek, Hehehe tapi sebagai gantinya aku dapat kabar baik, kabar baik kalo adik perempuan ku telah di temukan dan sekarang lagi di tempat ku. Karena aku bingung bujuk dia karena bikin dia nangis, jadinya terpaksa aku ambil coklat kakek. Hehehe Maafkan cicit mu yang satu ini karena mencuri coklat kakek yang berharga ya....




Ye Fei yang membaca itu menangis


"Cicit durhaka! Ya jangan juga ngambil coklat yang paling enak di lemari ini tauk!" Tangis Ye Fei memeluk pintu lemari dengan erat sampai kakinya gak menyentuh tanah (Bayangin saja...)



"Huwaaaa!! Coklat coklat kesayangan dan terenak ku!!....." Tangis Ye Fei membuat para pelayan langsung memanggil siapa aja yang penting Ye Fei tidak menangis



Lalu datanglah seorang pria paruh baya dengan mahkota dan Zhaoshan nya yang berkibar mendekati kakek nya karena mendengar kabar ini



"Aduh... Kek ingat kamu sudah tua jangan nangis terus dan juga jangan peluk lemari itu juga nanti tulang kakek encok" ucapnya geleng geleng kepala



"Huaaaa gak mau!! Pokoknya mau coklat coklat kesayangan ku kembali!!" Tangis Ye Fei makin menjadi jadi



"Astaga kek, sudah nanti kan bisa di beli lagi!! Jangan gitu dong!" Ucap nya ingin menarik kakeknya



Krak



"Tuhkan.... punggungnya encok lagi.. Pelayan panggil kan tabib" Teriaknya geleng geleng kepala dengan tingkah kakeknya seperti anak kecil saja



"Huaaaa, punggung ku...." Tangis Ye Fei yang lupa umur, dia pikir umurnya masih 7 tahun gitu?!



....



Hai semua! Maaf kemarin gak update ternyata pas di cek masih di review episodenya.... Jadi maaf ya kemarin gak update... kalo yang kemarin kemarin itu gak jadi update karena Author lagi sakit 🤧🤧



Sekali lagi Author minta maaf ya untuk kalian semua yang membaca novel ini 🙏🙏