
"I-ini kenapa pintu ku bisa begini? untunglah tidak ada yang rusak tapi kok ada bekas sepatu anak ya?" Ucap Shilin memperhatikan dengan teliti sebuah jejak di pintu kesayangannya
"I-Ini?! Jangan jangan?!" Ucap Shilin langsung tau siapa yang membuat pintu kesayangannya rusak
"Kan udah kubilang, Nona itu bar bar, sekali buat ulah pasti ada jejaknya" ucap Yao menjauh dari Shilin, takut telinganya rusak kalau Shilin teriak
"...." Rasanya Shilin ingin memarahi adiknya tapi takut kena amuk keluarganya kalo gak marah nanti malah semakin menjadi jadi tuh anak satu
"Gak marah kan? Syukurlah telinga ku aman" Ucap Yao bernapas lega lalu mendekati Shilin
"LENNA!!! SINI KAU!!" Teriak Shilin kencang membuat Yao berusaha menutup telinganya karena teriakan Shilin
"Astaga, kalo tau begini harusnya tetap diam di tempat tadi saja sih!" Batin Yao menangis, dia menyesal tak berdiam diri di tempatnya tadi
.
.
.
Sementara disisi lain yang tepatnya di sisi Lenna, Yuwen, dan Yuan kini berada, Lenna sedang mengejar seekor kupu kupu cantik
Sementara Yuwen dan Yuan ikut membantunya sampai sampai 'hampir' seluruh istana rusak karena mereka berlari dan melompat demi mendapatkan kupu kupu itu
"Dek, keknya kamu dipanggil tuh" ucap Yuan ketika mendengar sebuah suara teriakan
"Lah masa? No!! Aku mau tangkap kupu kupu itu!!" Ucap Lenna tak terima karena masih mau menangkap kupu kupu itu
"Udh nanti bisa ditangkap sama tuannya sendiri, ayo pergi ke asal suara" Ucap kesal Yuan menarik rambut Lenna sementara Yuwen hanya diam mengikuti
"Rasanya tak asing sama kupu kupu itu, tapi dimana ya?" batin Yuwen bertanya tanya, dia ikut mengejar ingin memastikan warnanya
"Kak, ngapain bengong aja? Ayo pergi" ucap Yuan menarik tangan Yuwen yang sedari tadi melamun
Setelah mendengar panggilan dari adiknya ia pun langsung tersadar dan langsung melepaskan tangannya dari adiknya kecuali Lenna yang sedari tadi menangis minta dilepaskan rambutnya
"Huaaaaaa, kak jangan tarik tarik ngapa, aku kan bisa sendiri!!" Tangis Lenna tak terima
"Udah lu ikut saja ikan Lele!!" Ejek Yuan tak memperdulikan adiknya menangis ataupun merengek
"Ckckck, mereka ini selalu tidak bisa diatur maunya berantem terus" batin Yuwen geleng geleng kepala melihat tingkah kedua adiknya
◀Skip▶
Kini mereka telah sampai di depan Shilin yang diam menunggu sambil minum tehnya ditengah istananya yang berantakan karena ulah mereka
"Ada apa kak? Apa ada masalah?" Ucap Lenna polos seolah kesalahan yang dia perbuat memang bukan dirinya yang melakukannya
"...." Jangan bilang ikan Lele itu mau menyalahkan ku?! batin Yuan sementara Yuwen hanya diam saja
"Anak baik, rusakin lagi ya perabotan perabotan disini, tenang saja nanti ada yang membersihkannya kok" Ucap Shilin tersenyum manis mengelus kepala adiknya
"Benarkah? Okelah!!" Ucap Lenna senang
Sementara itu ketiga orang yang berawalan semuanya huruf Y melongo melihat betapa baiknya Shilin kepada Lenna, entahlah mereka tidak tau siapa yang akan bertanggung jawab atas semua ini
Disisi lain seorang wanita menatap Shilin dengan pandangan memelas dan bujukan dari jauh, meskipun Shilin tau tapi dia tidak peduli, biarkan wanita itu yang mengurus istananya
"Ck, tuan sekarang lebih memilih adiknya daripada aku, hiks... hiks... apakah nama Lala sudah tidak populer?" Batinnya menangis
"Bodo amat, yang penting Lala aja yang bersihin, daripada kena amuk singa betina ketika tau istananya begini" batin Shilin tak memperdulikan
(Yang dimaksud singa betina adalah Ibunya)
.
.
.
Awalnya Lenna hanya iseng menjatuhkan pot bunga yang berada di samping sebuah patung atau penjaga mungkin dengan diam diam
Walaupun ketahuan, tapi tidak di pedulikan sama orang orang istana membuat Lenna semakin memecahkan pot bunga atau menghancurkan barang barang yang ada di sana
Kalo sofa, kursi, meja, dan kasur di setiap kamar tentu saja tidak karena Lenna mau perabotan itu sebagai tempatnya istirahat
Sementara Yuan dan Yuwen hanya nonton saja kadang menilai dengan teliti harga barang yang Lenna hancurkan, betapa kagetnya mereka ketika mengetahui harga setiap barang sama dengan harga sebuah batu berlian asli
Baik Yuan ataupun Yuwen sama sama merinding jika mereka yang harus menggantikan orang yang memperbaiki kerusakan di istana
Jadi mereka hanya membawa Yao pergi ke luar halaman belakang istana dengan alasan mencari angin, bahkan Yao pun bingung kenapa dia dibawa
"Kenapa Nona makin bar bar sih?! Ini perabotan adalah kualitas terbaik di dunia atas ngapain di hancurin... kalo aku jadi Tuan Shilin pasti akan mengusir Nona" batin Yuu dan Long di dalam sana
Beberapa jam berlalu....
Kini istana yang awalnya dalamnya bagus menjadi seperti kapal pecah yang sudah berantakan
Bahkan Shilin di buat tercengang dengan sang adik yang kini mampu membuat banyak barang barang berharga Ibunya menjadi seperti pecahan pecahan tidak berguna
"Gimana kak? Hasil karya ku bagus kan?" Tanya Lenna dengan polosnya sambil membuang tongkat baseball yang dia gunakan untuk menghancurkan kaca ataupun pot bunga
"Em... bagus kok, ayo kumpul di danau, kakak kakak mu menunggu mu disana" ucap Shilin tak tau harus menangis atau marah dengan keadaan istananya
"Ada yang bisa tau kenapa ni anak ngancurin semua benda benda berharga ku sampai menjadi kepingan kepingan? apakah dia marah atau sedang iseng doang?" batin Shilin bertanya tanya
"Ayok lah" ucap Lenna menarik Shilin keluar dari istana, sekarang istana Shilin luarnya bagus tapi dalamnya kek kapal pecah
Sesampainya disana mereka menemukan ketiga orang yang sedang tidur di pinggir danau, sepertinya mereka terlalu lama menunggu Lenna
"Hehehe saatnya jahilin mereka, mumpung aku butuh hiburan karena apa mungkin itu, dah aku gak mau ingat" batin Lenna tertawa
◀Skip▶
"Hey!! Bangun!!" Teriak Shilin di hadapan mereka membuat ketiga orang itu terpaksa bangun dari mimpi indahnya
Dengan mengumpulkan kekuatan serta raganya yang masih malas bergerak mereka pun bangun dengan keadaan Jiwa hanya terbangun setengah
"Boo!" Teriak Lenna kencang di belakang Shilin membuat mereka yang masih mengumpulkan kesadaran sangat kaget
"Aaaaaa Mamak!! Ampun mbok kunti!! Aku belum nikah, belum nikmatin hiduipp!!" Teriak Yuan panjang lebar hingga melompat dari tempatnya
Byuurr
Tanpa aba aba Yuan langsung kecebur ke dalam danau dekat mereka tidur bahkan Yuwen pun ikut tercebur ketika mendengarkan teriakan adiknya
Kalo Yao jangan ditanya, ketika dia tidur berada di pangkuan Yuan, jadi otomatis Yuan melemparnya ke danau ketika Lenna mengagetkannya
"Hiks... hiks... nasib sial, baru juga berusaha bangun eh malah dilempar ke danau.." Batin Yao menangis
"Adek sialan!! Jangan kagetin napa!!" Ucap kesal Yuan mengusap wajahnya dengan kasar
"...." Aih Shilin tak tau harus berkata apa melihat adiknya sangat pandai menjahili orang
"Kau juga jangan teriak teriak dong, jadinya ikut kecebur kan..." ucap Yuwen kesal, sekarang bajunya jadi basah semua
"Ya tapikan salahkan Ran'er juga!! kan dia yang membuatku kaget!!" Ucap Yuan tak terima
"Ehehehe" tawa kecil Lenna diam diam ingin pergi tapi terhalang sebuah tangan yang langsung menariknya
"Jangan pergi, tanggung jawab dulu ke mereka" ucap Shilin menasehati adiknya, dia tak tega melihat seseorang yang kena ulah jahil eh malah pelakunya mau melarikan diri
"Eng.... Em.... Eh.... Gimana ya..."