
Rapat yang diadakan oleh kumpulan makhluk itu telah usai, Rann kembali ke tempatnya untuk tidur karena merasa pusing di suruh tugas terus oleh Nonanya
Bagaimana tidak, Rann nanti subuh di dunia nyata harus mengumpulkan banyak pasukan untuk membantu kerajaan iblis menyerang kerajaan Yun dua minggu lagi
Karena kerajaan iblis tidak tahan mendengar anak mereka tersiksa walaupun aslinya sangat sangat bahagia, siapa lagi kalau bukan Yuwen dan Yuan yang memberi rumor setengah palsu dan asli kepada kerajaan
Yah meskipun tidak ada yang tau kalau pasukan kerajaan FireIce dan kerajaan Kehidupan akan bergabung karena semua penyamaran dan tanggung jawab ada di tangan Rann
Kenapa tidak yang lain? karena Lenna ingin mengetes para makhluk makhluknya satu persatu, yang ngurus pasukan Rann, yang ngurus korban Yuu, dan yang memimpin Long sementara Nana dan Xing Cheng mereka akan ikut dengan Lenna untuk meloloskan diri
"Yuu, bantuin dong" Rengek Rann kepada Yuu yang sedang asyik memakan apel
"Bantuin apa?!" Ucap Yuu kesal
"Bantuin nyamarin pasukan kedua kerajaan itu, terus juga bantuin beri sebuah pil di setiap makanan pasukan kerajaan iblis" Rengek Rann, dalam hatinya pokoknya dia harus bisa dapat bantuan
"Ish, jangan sentuh aku, aku jijik sama mas! aku jijik!" Ejek Yuu dengan rela nya
"Ae lah kau Yuu, masa baru pegang saja sudah jijik" ucap Rann dengan tatapan genitnya
Yuu merasa akan ada musibah nantinya pun ingin lari, namun rambutnya sudah di jambak duluan
"Nah, mari kita tambahi lumpur agar kau dianggap orang gembel sama mereka" ucap Rann dengan tawa cekikikan nya
"Aaaaaa! Ngak mau! Lepas! Nona tolong!" Teriak Yuu memberontak
Poof
Karena terlalu panik Yuu nggak sadar bahwa dirinya menjadi burung bulat sempurna membuat Rann bersemangat
"Teman Teman! Ayo kesini! kita akan makan burung bulat goreng!" Teriak Rann lalu mereka semua yang tadinya santai kini keluar mencari makanan yang dimaksud
"Mana mana?!" Tanya Long yang sudah tak sabaran membuat Rann tertawa puas
"Hahahaha" Tawa Rann melepas Yuu yang masih burung bulat
Bruk
Alhasil Yuu terjatuh di tanah dengan posisi paruhnya nyangkut di tanah seperti waktu dia pertama kali bertemu Nonanya
"Sialan kau Rann! Awas kau nanti akan ku jadikan kuda panggang!" Ucap Yuu ketika paruhnya sudah tidak nyangkut lagi
"Hehehehe, maap lah" ucap Rann cengengesan
"Kakak kakak... Dimana burung bulat gorengnya?" Tanya polos Nana dan Xing Cheng menatap kedua orang itu dengan imutnya
"Eh?!" Kaget Rann merasa punggungnya berkeringat dingin karena merasa seseorang menatapnya dengan tatapan tajam
"Sini kau kuda sialan!" Marah Yuu menjambak balik rambut Rann
"Aaaa! Jangan sakiti rambut kesayangan ku!" Rengek Rann dramatis
"Anak kecil dilarang lihat" ucap Long yang ekspresinya datar sambil menutup mata kedua anak kecil yang tak lain Nana dan Xing Cheng
"Idih, dasar Naga tua kesepian, aku ini lebih tua darimu tauk!" Ucap Xing Cheng menepis tangan Long
"Tetap saja kamu masih anak kecil" ucap Long menatap aneh Xing Cheng
"Mana sekarang burung bulat gorengnya kak Long?" Tanya Nana menatap Long berbinar
"Nggak ada, ayo balik kak Long buatin susu lagi" ucap Long menarik Nana dan Xing Cheng
"Hei! Enak saja aku ini sudah besar bukan anak kecil lagi!" ucap Xing Cheng memberontak
"Menurut atau ku tendang di kolam lava?!" Ancam Long membuat Xing Cheng diam membisu
Begitulah suasana di ruang dimensi ketika penghuni penghuninya lumayan rame, kadang Yuu mau mati saja kalau Nonanya masih ada banyak hewan yang akan menjadi penghuni baru nantinya
Sementara Rann akhirnya dapat menemukan siapa yang akan menjadi pendampingnya nanti karena tugas itu memakan waktu 5 hari
....
"Aku mau mati saja kalau harus pergi kemanapun menyambut tamu atau apapun!" Keluh Lenna
"Arrrggghhh!" Tolonglah aku mau melampiaskan kekesalan dimana sih?!" Kesal Lenna menahan diri untuk memukul angin
"...." Nona jika nona mau melampiaskan kekesalan, jangan sampai memukul angin nanti bisa gempa nih dunia karena kekuatan Nona bisa sampai ke dasar tanah kalau Nona marah
Yao bergidik ngeri membayangkan apa yang dia katakan di batinnya tadi yah itu cuman khayalan, kalau terjadi bisa bisa Lenna dihukum sama penguasa dunia ini karena merusak alam buatannya serta melukai makhluk makhluknya. Lenna mengerutkan keningnya merasa Yao kayak ketakutan
"Kamu kenapa?" Tanya Lenna mengerutkan keningnya
"Nona coba taklukan Lembah kematian deh kalo mau melampiaskan kekesalan" ucap Yao menyarankan
"Oh benarkah? Ayok lah aku ajak mereka berdua!" Ucap Lenna langsung memanggil kedua kakaknya
"Kakak kakakku yang ganteng, ayo sini adikmu butuh bantuan mu!" Teriak Lenna tapi hanya bisa di dengar oleh Yuwen dan Yuan
Mendengar teriakan adik mereka, Yuwen dan Yuan langsung melesat takut terjadi apa apa sama adiknya tersayang itu
Belum 5 menit kedua orang itu telah sampai ke kamar Lenna dan langsung masuk tanpa permisi karena takut terjadi apa apa
"Adik! apa kamu tidak apa apa?!" Ucap Yuan khawatir dan langsung bernapas lega melihat Lenna menatap aneh mereka
"Kenapa kalian buru buru? perasaan aku tidak mengatakan butuh bantuan" ucap heran Lenna menatap kakaknya
"Eh, kau ini! kami kira kamu dalam bahaya" ucap Yuwen bernapas lega
"Ya emang siapa yang bilang aku dalam bahaya woee!" Ucap Lenna kesal
"Ya sapa tau dimakan kecoa" Ejek Yuan
"Memangnya aku ini cewek lebay gitu?! dasar kakak tidak punya perasaan!" Gerutu Lenna tak suka dianggap cewek lebay
Entah kapan, entah darimana, seekor binatang bersayap merayap di pundak Lenna membuat Yuan langsung mundur ke belakang sementara Yuwen hanya diam menunggu adegan selanjutnya
"Kalian kenapa?" Ucap Lenna menatap mereka dengan tatapan aneh
"I-Itu apa?!" Ucap Yuan tergagap gagap melihat binatang yang sedang berada di pundak Lenna
"Hah?!" Lenna langsung mengecek pundaknya dan dia mendapati seekor binatang yang seumur hidup dia benci berada di pundaknya
"Uwaaahh!! Kecoak terbang!" Kaget Lenna melompat kemana saja asalkan kecoaknya pergi
"Aaaaa! Tolong ada monster berduri, bertanduk dua, bersayap dua, ingin memakan ku!" Teriak Lenna histeris
"Waaaaa! Jangan dekat dekat!" Teriak Yuan menjauh ketika Lenna mendekat kearahnya
"Ya tapi hilangin dulu nih kecoak! Gua jijik tauk!" Ucap Lenna malah ingin membuat kakaknya berteriak lebay
"Hadehhh! Tolong beritahu aku dong kenapa dengan binatang buas mereka tidak takut sedangkan dengan serangga kecil ini mereka langsung teriak histeris kayak wanita lebay" ucap Yuwen geleng geleng kepala
"....." Yao sekarang entah bagaimana ekspresinya melihat Nonanya ini sangat takut dengan kecoak terbang, dia ingin ketawa takut dihukum, tidak ketawa dianggap dah is dead
Beberapa saat kemudian keadaan pun sudah mulai tenang. Kecoak itu sudah tersingkirkan karena Yao langsung muncul dan menangkap kecoak itu seperti mainan
Sementara si korban atau Lenna sedang duduk sambil menenangkan diri, dia merutuki dirinya sendiri bagaimana mungkin dia bisa takut sama serangga seperti itu?! padahal kan dulunya dia bertekad tidak akan takut kepada Kecoak?! hancurlah citra baiknya sebagai jendral....
Yuan juga terbaring lemas mengingat kejadian tadi, dia ingin minum tapi tidak tau harus minta ke siapa, sungguh kejadian tadi membuat dia orang tadi tidak bisa melupakannya
"Apakah sudah tenang? Nih minum" ucap Yuwen datang sebari menyerahkan minum kepada mereka
Dengan cepat mereka langsung mengambilnya lalu meneguk nya hingga habis karena kehabisan energi seolah olah habis melawan musuh paling kuat
"Terimakasih kak, kau yang terbaik" Ucap Lenna dan Yuan bersamaan tanpa menghiraukan Yao yang sedang main kecoak sambil menatap mereka aneh
"Ya ya, sekarang jelaskan kenapa kamu memanggilnya kita kesini Lenna?"
....
Hai pembaca Author yang Author cintai! Mohon maap Author tidak update hari Jum'at dan Sabtu, Author terlalu sibuk dengan tugas 😣😣
Karena itu Author kasih bonus beberapa episode sebagai pengganti episode episode kemarin, Terimakasih 🙏💕