
"Apa yang kamu lakukan disini Shen?!" Ucap seorang pria dengan tubuh gagah dan wajah tampannya mendekat kearah Serigala penjaga dan Lenna
Deg
Bagaikan sebuah jarum menusuk jantung nya, pria itu menatap Lenna dengan lekat, entahlah tapi melihat Lenna mengingatkannya akan adiknya yang telah lama hilang tapi sepertinya beda usia....
Dengan cepat dia menepis harapan dimana dia bisa menemukan adiknya, lalu dia menatap Lenna penuh selidik
"Apa yang kamu lakukan disini gadis? Apa kamu tidak takut dengan serigala di depan mu?" Ucapnya dingin mencoba menghilangkan harapannya
"Eh, kakak ini siapa ya? Aku kan cuman berkunjung kesini doang karena penasaran, kalo soal nih si Riri dia tiba tiba datang langsung ke depan ku jadi aku main sebentar sama dia" ucap Lenna memainkan ekor Serigala itu dengan kuat memintanya untuk diam
"...." Serigala itu merasa ada yang menarik ekornya dengan kuat pun merasa merinding mendapat ancaman dari Lenna yang sangat jelas yaitu menarik ekornya
"Untung aku gak ngeluarin sayapku kalo gak aku pastikan sudah di tarik tarik" batin Serigala itu bergidik ngeri, yah yang penting dia bersyukur karena gak ngeluarin sayapnya tercinta
"Oh aku Tuan dari si Serigala ini, apakah benar kamu mengajaknya bermain?" Tanya pria itu menatap tajam si Serigala membuat Serigala itu berkeringat dingin, dia tidak mau ekornya putus karena si Lenna, tapi dia juga gak mau bohong sama tuannya yang menyeramkan
"Eh, iya benar kok tuan, tadi aku kasihan lihat gadis kecil ini seperti anak terbuang di Lembah kematian, jadi aku samperin dan mengajaknya bermain" ucap Serigala itu dengan gugup
"Oh, ayo masuk dulu" ucap pria itu mengajak Lenna, kan kasihan seorang gadis kecil terdampar di sebuah tempat yang di kenal sebagai tempat menyeramkan
"Sialan lo Riri!! Mana dikatain anak terbuang!! coba saja kalo ada, Yuu, Long, dan Rann pasti akan kuminta hajar kamu Riri" batin Lenna dengan kesalnya tapi menuruti ucapan pria itu
Sesampainya di dalam banyak hewan hewan menyeramkan yang Lenna jumpai tetapi Lenna hanya diam seolah memikirkan sesuatu
Dalam benak pria itu dan Riri atau si Serigala, mereka berfikir kalo Lenna sedang ketakutan tapi dalam hati dan fikiran nya, tetapi nyatanya itu berbeda dengan ekspetasi
"Hm... Nanti makan apa ya? Sate? Soto? Bakso? Pangsit? Ikan? Ayam? 1 atau Mie goreng? Nggak deh mendingan nanti pulang ke Akademi minta coklat ke guru" batin Lenna dengan cerianya
Ah, sungguh dia kepingin langsung pulang ke Akademi dan meminta coklat pada Gurunya, pasti Gurunya sekarang sedang mempersiapkan coklat yang lezat untuknya
Sementara di sisi lain Ye Fei yang tadinya bersantai kini merasakan sebuah aura misterius yang sepertinya sedang memikirkan coklatnya, jika begitu Ye Fei pasti tau pelakunya, dengan cepat Ye Fei kembali ke dunia atas dan membeli banyak coklat
Back to topic...
Sesampainya di sebuah istana berwarna merah dengan perpaduan hitam seolah olah istana itu sangat menyeramkan membuat Lenna semakin kagum dengan Lembah Kematian
"Woah, ini adalah gambar istana kesukaan ku, sayangnya di istana ku aku hanya menguasai satu tempat saja yaitu tempat es, kenapa sih aku dilarang menjadi penguasa tempat di api api gitu, kan itu bisa menumbuhkan semangat ku untuk membunuh musuh bukan menjadi kalem" batin Lenna kesal dengan istananya sendiri
Yang membuat peraturan itu adalah si Rann, kata Rann kalo masalah ini sudah diatur sama penguasa terdahulu, walaupun sudah berapa kali Lenna membujuk Rann, tetap saja Rann tetap kukuh dengan peraturan terdahulu
"Masa hanya karena peraturan dari penguasa terdahulu harus dituruti?! Ini bukan jaman dulu yang banyak peraturan peraturan, kan sekarang kan bisa bebas" batin Lenna masih kesal
Riri atau si Serigala yang mengawasi Lenna dari tadi hanya diam sambil membatin, takutnya satu kata darinya membuat Lenna tersinggung lalu dipukul sama Tuannya karena tidak menghormati tamu
(Kita panggil saja Riri karena Author malas cari nama dan malas make nama hewan)
"Ayo masuk" Ajak pria itu lalu si Riri dan Lenna langsung masuk, yah daripada Lenna rindu sama Yuu untuk cabut bulunya, kan ada seekor Serigala jadinya bisa dipakai untuk menggantikan Yuu
Riri tidak bisa menolak, dia hanya membiarkan Lenna duduk diatas punggungnya meskipun bulu bulu cantiknya jadi korban tarikan dari tangan Lenna yang gatal untuk mencabut bulu
Si pria itu tidak memperdulikan hal yang tidak penting, menurutnya Riri bisa menumbuhkan lagi bulu buku cantiknya
"Riri, kenapa sih bulu bulu mu lembut sekali, aku kan jadi kepingin jadiin Sesuatu" ucap Lenna sendu
Sementara Riri sudah berkeringat dingin mendengar perkataan Lenna yang memiliki suatu arti berbahaya bagi dirinya, dia ingin lari dari situasi ini dan tidur di rumahnya
Sementara Pria itu hanya diam berfikir kalo Lenna hanya ingin menjadikan Riri sebagai bantal atau teman aja karena dia selalu berpikir positif untuk hal hal ini, meskipun gak tau arti yang Lenna ucapkan tapi dia yakin bahwa artinya positif
"Tuan kamvret!! Bukannya peka malah gblk banget ke tulang rusuk, keturunan dari siapa kamu tuan sampe sampe gak peka, kalo sama hewan kontrak gak peka gimana sama calon istri tuan nanti?!" Batin Riri menangis meratapi nasib istri dari tuannya dan dia sendiri
"Untung pikirannya miring sebelah, jadinya aku yakin sampai kapanpun gak akan peka karena otaknya dah miring, entahlah mungkin karena salah makan waktu bayi" batin Lenna menahan tawanya"
"Kenapa sih mereka itu? Yang satu nangis gak jelas yang satu ketawa ketawa gak jelas juga, apa sih yang salah sama pikiranku ini?!" batin pria itu keheranan menatap mereka
...
"Wah, sangat sangat keren, apakah bisa aku tinggal disini??" Tanya Lenna sangat kagum
"Tentu saja, kamu bisa datang ke sini semau mu" ucap pria itu langsung mempersilahkan duduk Lenna di sebuah sofa empuk
"Oh ya kak, nama kakak siapa?" Tanya Lenna
"Namaku Ye Lin Shi atau sering di panggil Shilin" ucap Shilin memperkenalkan dirinya
"Oh salam kenal kak Shilin, namaku Ye Len An atau dipanggil Lenna" ucap Lenna dengan pikir panjang
Lenna berpikir lebih baik untuk orang asing tapi berstatus tinggi seperti Shilin tau nama aslinya kecuali orang tua seperti Ye Fei apalagi statusnya Ye Fei masih menjadi Kepala Akademi karena nantinya dia bisa pamer ke orang orang kalau aku itu Putri iblis (Canda :v jangan anggap serius)
Deg
Hati Shilin merasa berkecamuk, tubuhnya gemetar, akhirnya dia bisa menemukan adik kecil nya yang selama ini dia cari
Bukan hanya Shilin ya gemetar, tetapi Riri juga yang bahagia mendengar nama Lenna karena dia tau nama adik Shilin mirip seperti nama Lenna
Tapi yang buat Shilin bingung harusnya umur adiknya 15 atau 16 tahun, tapi ini kelihatannya berumur 9 atau 11 tahun
"Umur mu berapa?" Tanya Shilin gugup
"Umur ku? Umurku 16 tahun kak tapi karena tugas dari hewan kontrak gak ada akhlak yang dikirim tugas oleh seorang dewa licik karena sering melihatku rebahan mulu, akhirnya aku harus membuat kakak ku yang pertama atau putra mahkota harus menjadi kaisar" Ucap Lenna kesal mengingat itu
Shilin semakin gemetar lalu dengan cepat memeluk Lenna membuat Lenna kaget karena di peluk tiba tiba, pikiran Shilin hanya mengarah pada adiknya, adiknya kini sudah di temukan tinggal kasih tau kepada keluarganya...
...
Sementara itu kita tinggalkan suasana haru itu...
Di suatu tempat tepatnya di luar Lembah kematian, Sepertinya Lenna melupakan kedua kakak yang tak ada akhlak itu...
"Lama banget sih kasih kabar saja, masa harus lawan monster sih?!" Ucap Yuan cemas karena Lenna tak kunjung keluar
"Nyesel aku gak ikut masuk ke dalam, seharusnya aku ikut saja dan mengesampingkan ketakutan ku" ucap Yao merasa bersalah
Karena sebelum masuk Yao ngotot mau menunggu dengan Yuan dan Yuwen karena takut dengan aura yang ada di dalam Lembah kematian
"Sapa suruh lu cengeng, dah jangan mikir aneh aneh pikir saja kalo adik kita selamat dan mungkin sedang berinteraksi dengan hewan penjaga disini" ucap Yuwen mencoba berpikir positif, karena Yuwen tau kalo pikiran negatif itu menyesatkan
"Oke deh..." Nyerah mereka bedua kayak anak kecil saja
....
Arta dan Agatha di jaman ini
Shilin
Changmin
Chichi
Shen/Riri (Bonus Versi Manusia nya)