Infinite Destiny

Infinite Destiny
-_ Chapter 17 "Hutan Kehidupan" _-



Kini Lenna dan kedua kakaknya itu sedang berdiskusi untuk mereka pergi ke benua Lian


"Pakai apa nanti kita kesana?" Tanya Lenna menatap kedua kakaknya


"Ya pake binatang spirit beast kita lah, masa pake pesawat, kapal, mobil, motor, atau bisa, ya kagak bisa neng karena ini di jaman kuno" tegur Yuan


"Ye.... Santai dong bang, Aku kan cuman tanya emangnya masalah ya untuk abang?" Ucap Lenna cemberut


"Tentu saja masalah" Ucap Yuan


"Udah udah jangan berantem, nah ayo kita pergi pakai spirit beast ku saja" tawar Yuwen


"Baiklah" ucap mereka pasrah


....


Mereka pun pada akhirnya menaiki hewan tunggangan Yuwen


Pada saat terbang mereka melihat pemandangan yang jarang sekali mereka jumpai di jaman modern


"Kenapa sih di jaman modern itu banyak sekali polusi?!" Tanya Lenna cemberut


"Entahlah, tapi aku yakin bahwa tempat yang ada di jaman kuno ini sangat indah" Ucap Yuan


"Tumben sekali berbaikan" Batin Yuwen menatap adik adiknya


"Kenapa?" Tanya Lenna menatap Yuwen yang tersenyum tipis


"Ngak ada aku hanya mengingat sesuatu" Elak Yuwen


"Baiklah" ucap Lenna fokus memandangi pemandangan dibawahnya lagi


.....


Saat ini mereka sudah sampai di benua Lian, seperti biasa Lenna digendong oleh Yuan


"Kalian tidak lapar?" Tawar Yuwen kepada adik adiknya


"Lapar nih" ucap Lenna dan Yuan kompak


"Oke ayo kita singgah sebentar" ucap Yuwen menuju sebuah restoran


Lalu mereka pun masuk di Restoran itu dan mencari tempat untuk mereka duduk


Seperti biasanya mereka menjadi pusat perhatian karena kecantikan dan ketampanan mereka yang melebihi batas Normal


"Idih, Jijyk aku tuh sama muka mereka" Ucap Lenna dengan tampang jijiknya


"Benar, apalagi aku benci melihat tatapan lapar mereka kearah mu" ucap Yuan menatap tajam semua orang disana


"Tumben kompak, kesambet apa nih?!" Batin Yuwen menatap aneh kedua adiknya


"Apa?" Tanya Lenna menatap kakak pertamanya yang menatapnya aneh


"Nggak, aku hanya aneh melihat mereka, gak beda sama jaman modern" ucap Yuwen mencari alasan


"Emang begitu, Manusia" ucap Lenna


Lalu mereka duduk di dekat pinggir jendela untuk melihat lihat keadaan di benua Lian


"Kalian rindu dunia modern gak?" Keluh Yuan merasa tak menyenangkan tanpa HP


"Idih, bilang saja kalau kamu itu kaum rebahan jadinya ngerasa bosen tanpa hape" Ejek Lenna


"Kok tau?! Elu jangan jangan salah satu dari elite global ya?" Tanya Yuan menatap adiknya aneh


"Idih sembarangan, ya jelas kaum rebahan itu hanya butuh hape dan kasur" Ucap Lenna malas


"Sudah sudah berhenti, pesan makanan sana" tegur Yuwen


"Hmp!" Ucap cemberut mereka setelah ditegur


Setelah pesan makanan dan selesai makan, mereka langsung pergi ke Hutan Kehidupan


Hutan kehidupan berdekatan dengan lembah kehidupan namun Hutan kematian dan Lembah kematian itu berbeda


Lembah Kematian dulunya adalah tempat para dewa mengurung makhluk makhluk yang menentang alam atau bisa menghancurkan dunia


Di sana para makhluk dikurung dengan segel yang diberikan kekuatan para dewa maupun dewi supaya tidak mudah hancur


Dan para dewa memutuskan seekor serigala jinak tapi ganas menjaga Lembah itu supaya tidak ada yang bisa masuk


Banyak yang takut datang kesana karena banyak mitos yang mengatakan disana ada makhluk yang lebih menyeramkan lah


Hutan kehidupan sering disebut surganya herbal, karena disana terdapat banyak tanaman langka yang sangat bermanfaat


Hutan Kehidupan juga mempunyai penjaga, Penjaganya adalah seekor Harimau putih, ketika kita datang kesana kita harus berhadapan dengan harimau itu


Jika niat kita jahat maka Harimau itu akan mengusir kita tapi jika kita terus memaksa maka dia takkan segan segan untuk memakan kita


Sementara jika niat kita baik maka Harimau itu akan memperbolehkan kita masuk dengan sopan tanpa adanya halangan


"Kak sebelum pulang gimana kalo kita mengunjungi tempat itu?" Tawar Lenna


"Boleh lah" ucap Yuan


"Oke ayo kita kerjakan misi utama kita" ucap Lenna mengingat misinya disini


"Ayok lah" ucap Yuan ikut ikut saja


"Kesambet apa nih adik adikku?!" Batin Yuwen terheran heran


Lalu mereka pun sampai di perbatasan hutan kehidupan tanpa adanya halangan di jalan


"Inikah yang namanya hutan kehidupan?" Tanya Lenna memperhatikan hutan itu


"Ya kalo bukan emangnya mau namanya apa? Kuburan?!" Ucap Yuan memukul kepala adiknya


"Iya iya deh abang ku yang ganteng" bujuk Lenna dengan tatapan imutnya


"Ck, trik murahan" ejek Yuan


"Emangnya elo, elo aja seperti banci waktu itu" ejek Lenna


"Udah udah, jangan berantem ayo kita bertemu dulu dengan penjaga hutannya" tawar Yuwen ditujui mereka berdua


Mereka berjalan mencari cari penjaga hutan tersebut hingga sampailah di sebuah tempat


disana ada Harimau putih dan beberapa kultivator yang berada di ranah Kaisar atau Raja, Harimau putih itu mungkin agak kelelahan


Sungguh menantang maut mereka...


"Bantuin gak ya?" Tanya Yuan


"Bantuin sana kak, dan jinakkan dia" tantang Lenna dengan senyum mengembangnya


"Idih, gua mana mau, lu mau gua mati ya?!" Ucap Yuan menebak nebak


"Idih, bilang aja takut gitu kan gampang" ucap Lenna santai tanpa memerdulikan tatapan aneh mereka


"Ye... Enak aja, gua gak takut mati sih tapi takut dikirim ke akhirat sama tuh Harimau" ucap Yuan


"Loh, kan enak dikirim ke akhirat sapa tau kan masuk surga" ucap Lenna menatap aneh kakaknya


Plak


"Enak saja kau bilang begitu, aku ini mau cari pengalaman yang super duper serius kek di film film" Jawab Yuan memukul kepala Lenna


"Eh, tadi katanya mau cari pengalaman yang super duper serius, kan kalo lawan orang orang itu sama saja seperti adegan action di film film" ucap Lenna berpendapat


Jleb


"Ternyata ini yang dinamakan senjata makan tuan" batin Yuan menangis


"Oke oke nih gua maju" ucap Yuan sok berani padahal dalam hatinya takut


"Idih, bilang saja takut kan gampang, nih aku bantuin" ucap Lenna mengeluarkan satu boneka untuk membantu Yuan


Yuwen hanya diam melihat adik adiknya yang sepertinya mau menjinakkan harimau itu yah walaupun 95% Ditolak dan 5% diterima


"Hei! kalian kenapa kalian menganggu penjaga hutan kehidupan hah?!" Ucap Yuan menatap tajam orang orang itu


"Heh?! Mengganggu? dia sendiri yang menghalangi kami masuk" ucap salah satu orang itu


Sraat


Swosh


Jleb


sebuah pisau tiba tiba menebas salah satu kepala mereka bahkan di jantung ataupun menghancurkan semua yang dimiliki para orang orang itu


Yuan yang melihat itu terkejut lalu melihat sosok laki laki seperti ksatria berdiri sambil membersihkan pedangnya


"Salam Yang Mulia, Saya telah mengerjakan apa yang anda mau" ucap pria itu menunduk dihadapan Lenna


"Ya sihlakan masuk lagi" titah Lenna lalu pria itu menghilang


"Em..... Itu boneka mu Ran?" Tanya Yuwen berfikir


"Hehehe, iya kak ini aku bawa untuk membantu kita dalam perjalanan" Ucap Lenna cengengesan


Sementara Yuan mendekati Harimau putih itu dan berjongkok memeriksa


"Kak kontrakkin aja dulu" Ujar Lenna


"Baiklah, kasian juga sudah penuh banyak luka" ucap Yuan meneteskan darahnya


Lalu Harimau itu sembuh dan bangkit melihat sekeliling seketika dia tau siapa yang mengontraknya apalagi dia tau siapa Lenna


.......