Infinite Destiny

Infinite Destiny
-_ Chapter 26 "Drama sebelum pergi"_-



Yuwen dan Yuan pulang dengan selamat tanpa adanya halangan selama perjalanan, karena emang mereka memilih jalan yang sepi daripada jalan yang rame


Saat pulang, Matahari sudah mau terbit, mereka dengan cepat memasuki kamar mandi, tentunya ada perdebatan siapa yang masuk duluan


"Aku duluan!" Ucap Yuan


"Aku dong, hormati yang lebih tua!" Ucap Yuwen tak mau kalah dengan adiknya


"Tetap saja seorang kakak sejati harus mengalah dengan adiknya!" Protes Yuan


"Setidaknya kamu mengalah sedikit dong dek" Protes Yuwen


"Ye.... Mane mungkin aku mau ngalah, elu aja bang yang ngalah, gua gak sabar nih ketemu ama adik gua!" Ucap Yuan kesal


"Kau pikir hanya kamu saja hah?! Aku juga gak sabar tauk!" Timpal Yuwen


"Ish! Kakak ngalah lah sama adik mu yang imut ini" ucap Yuan dengan jurus andalan hasil nyuri jurus adeknya


"Ih, jijyk aku tuh lihat mukamu dek" ucap Yuwen dengan tampang jijyk nya


"Eleh, aku yang imut ini masa dibilang jelek?!" Ucap Yuan berkaca kaca


Karena Yuan terlarut menggoda kakaknya agar membiarkan dia masuk kamar mandi, Yuwen langsung mengambil kesempatan dalam kesempitan


Dia dengan cepat masuk ke kamar mandi saat Yuan sedang merayunya


"...." Yuan entah kenapa kali ini merasa kalah, padahal jelas jelas dulunya dia yang selalu menang dari kakaknya


"Haih, kakakku ternyata sangat pintar, hiks hiks masa adeknya tidak dibiarkan masuk dulu" ucap Yuan dengan sedih, biasa drama


"Master jangan sedih, kan masih ada aku" ucap Yao entah itu datang darimana


"Oh Yao ku tersayang, hanya kaulah yang peduli terhadapku" ucap Yuan terharu


"Tenang saja Master, aku selalu ada buat tuan!" Ucap Yao menghibur tuannya


"Terimakasih Yao, aku sangat terhura" ucap Yuan menurunkan Yao ke bawah


"Terharu Master" tegur Yao


"Eh iya terharu" ucap Yuan memukul kepalanya sendiri, betapa bodohnya dia


"Master aku mau bilang sesuatu" ucap Yao memasang tampang serius


"Apa itu?" Tanya Yuan


"Sebenarnya tadi itu aku...." Ucap Yao terhenti sebentar


"Ada apa dengan ucapan mu yang membuatku terharu tadi?" Tanya Yuan


"Sebenarnya itu adalah bentuk kasih sayang aku sama Master, Master sayang kan sama Yao?" Ucap Yao dengan tampang imutnya


"Tentu saja, kalo Yao sayang sama aku, aku juga sayang sama Yao" ucap Yuan mencubit kedua pipi Yao


"Eh, tapi bo'ong!" Ucap Yao dengan tampang jahilnya sesuai ajaran Lenna


"Dasar hewan lucknut! Datang tak diundang pulang tak diantar elu" ucap Yuan kesal ingin melempar vas bunga disampingnya


"Wkwkwkwk, emangnya aku jelangkung napa?" Ucap Yao tersenyum jahil


"Ya iyalah, lu aja datang entah darimana sekarang pergi entah kemana!" Ucap Yuan kesal


"Bodo lah, gua pergi dulu" ucap malas Yao pergi meninggalkan masternya yang sedang cemberut


"Dasar hewan tak tau diri" batin Yuan terus mengutuk Yao


...


Di tempat Lenna....


Lenna kini tidak bisa tidur karena hari sudah pagi, bagaimana tidak? 3 hari disana dia juga tidur jadi dia tidak ada rasa kantuk sama sekali


"Huaaaaaa, aku mau tidur! tolong biarkan aku tidur!" Keluh Lenna sangat sangat tidak mengantuk


"Hm......." Pikir Lenna mencari cari ide baru di otaknya


"Aha! mari kita pilih baju yang pas untuk nanti!" Ucap Lenna langsung menggerebek lemarinya


"Yang ini?" Tanya Lenna memperhatikan baju pink cerah


"No, No! Nanti aku malah dikatain gadis polos" ucap Lenna geleng geleng kepala


"Yang ini?"


"Tidak tidak!"


....


Begitulah Lenna memilih baju dan sampai sekarang tidak ketemu baju yang pas untuknya


"Atau pakai baju yang ada di ruang dimensi ya?" Tanya Lenna dalam hati


"Udahlah yang penting kesannya sombong, serakah, dan licik!" Ucap Lenna bodo amat


"Mari kita coba buat wajah licik dan serakah!" Batin Lenna tersenyum senang


30 menit kemudian...


"....?!" Lenna kaget dengan hasil karyanya, dia sangat terharu dengan hasilnya sendiri


"Oh ya Tuhan, betapa cantiknya nya aku ini mirip seperti ondel-ondel" ucap Lenna menangis terharu


"Udah udah! Gantiii!!!" Seru Lenna langusng menghapus make up nya


2 jam berlalu..... Kini Lenna telah selesai dengan make up nya yang sangat menyebalkan menurut Lenna


Dia telah mengalami kegagalan selama 6 kali (dihitung yang awal) dan baru berhasil pada percobaan ketujuh


"Akhirnya! Saatnya keluar, kasihan mereka nanti nunggu lama" ucap Lenna bersiap siap


....


Setelah Yuan dan Yuwen bersiap dengan pakaian, bekal, uang, dll. mereka pun kini berkumpul termaksud Lenna


Lenna memakai baju emasnya biar dikira orang sombong dengan make up seperti orang yang gila harta dan suka dengan kelicikan serta trik trik


"Bagaimana misi kalian abang abang ku tersayang?" Tanya Lenna


"Sip, udah kami laksanakan, sekarang seluruh kerajaan Yun heboh dengan apa kemarin yang kami bicarakan" ucap Yuan dengan jempolnya


"Mana oleh olehnya bang, kan kalian habis keluar dari Kerajaan?" Ucap Lenna dengan senyum manisnya membuat mereka berdua berkeringat dingin


°°_Author_°° hayooo siapa nih yang pernah di tanya sama adeknya "mana oleh olehnya?" sehabis kalian keluar kota


Mereka berdua saling memandang mendiskusikan apa yang ingin mereka berikan kepada adek terimut mereka


"Oh, ini untuk mu adikku yang imut, lucu kan?" Ucap Yuan akhirnya teringat oleh Nina


Lenna berbinar menatap Nana yang kini sedang tidur nyenyak tanpa memperdulikan sekitarnya


"Woah, makasih kakakku yang ganteng, ini sangat imut!" Ucap Lenna berbinar tapi dalam hatinya menangis


"Hiks... hiks... masa harus nambah 1 lagi hewan lucknut sih?!" batinnya menangis


"Syukurlah dia suka" batin Yuan dan Yuwen menghela napas lega melihat adiknya yang kini kelihatan sangat senang sekali dengan hadiah mereka


Dengan segera Lenna memindahkan Lenna dalam ruang dimensinya, sebelumnya Changmin memberitahu mereka tentang Lenna yang mempunyai ruang dimensi dan cincin ruang darinya (padahal hanya disuruh Lenna untuk mengakui itu barangnya)


"Nanti aku hadiahi si Agatha dan Arta ah~" Batin Lenna langsung dapat ide


"Baiklah, ayo kita makan mie goreng dulu" ucap Lenna mengeluarkan 3 porsi mie goreng lengkap dengan bumbunya


"Ayok lah!" Ucap Yuan tak sabar


Yuwen yang melihat itu hanya geleng geleng kepala, tetapi dia tetap makan, bagaimana mungkin dia bisa menolak pesona Mie goreng didepannya


◀Skip▶


Setelah selesai makan, mereka pun dipanggil oleh Permaisuri


"Anak-anak, ayo berangkat, kereta kuda sudah siap" ucap Permaisuri lembut


"Baik Ibu!" Ucap Lenna langsung menaiki kereta kuda tanpa julukan seperti Putri


Bagaimana tidak? dia langung melompat dan duduk di dalamnya dengan kaki diatas kursi seperti orang yang tidak tau aturan saja, apalagi minum teh dengan cara sembarangan


Yuwen dan Yuan yang melihat itu geleng geleng kepala melihat kelakuan sang adik mereka itu


Permaisuri yang melihat itu mengernyitkan dahinya sambil berfikir


"Ran'er, nanti ketika pulang tolong temui Ibu ya, Ibu akan mengulangi kelas tata krama mu" ucap Permaisuri memutuskan


"Whaaatttt?! Tidaaakkk!" Teriak Lenna segera membetulkan posisinya menjadi seorang putri elegan


"Ibu, plis jangan ya?" Bujuk Lenna dengan jurus andalan nya yang biasanya ampuh


"Nggak ada penolakan!" Putus Permaisuri membuat Lenna tersambar beberapa petir


"Pffttt" Yuwen dan Yuan kini sedang menahan tawanya melihat jurus andalan adik mereka yang sudah tidak ampuh lagi bagi Ibu mereka


"Huaaaaaa, Papi! Kakak! Tolong aku!" Rengek Lenna dengan tangisannya


Raja yang sedari tadi memperhatikan dari jauh hanya menatap sedih sang anak bungsunya yang harus diajari lagi tata krama oleh Permaisuri nya


"Udah jangan merengek terus, ayo pergi"


...


Hai! Terimakasih telah membaca Novel ini! dukungan, saran, kritik, dan pertanyaan membuat Author makin semangat loh! 😉


Jangan lupa jaga kesehatan ya, dan juga semangat untuk kalian yang mempunyai Novel novel 🤗🤗


Tetap semangat ya untuk update karena mau bagaimana pun kita harus bersabar agar mendapatkan pembaca yang setia 😁


Karena mereka itu butuh proses dan penilaian terhadap karyamu, so jadi jangan pantang menyerah ya! 😘😘, Bye~💕💕