
Lenna kini sedang berada di ruang dimensinya dan menelusuri tempat tempat yang dia tinggalkan sapa tau ada yang baru
Lenna ingin menemui Rann dan memintanya mengajari untuk menjadi Alchemist, dia butuh kemampuan itu untuk kedepannya
"Hm.... Yuu, Long, dan Rann sedang berkultivasi, sementara aku kepingin belajar Alchemist, gimana mau belajarnya tanpa mereka?" Batin Lenna berfikir
"Mungkinkah aku harus minta sama pak tua itu?" Gumam Lenna mengelus dagunya
"Nggak usah deh, nanti malah diejek sama pak tua itu" Ucap Lenna kesal
"Tapi kalo gak belajar juga aku yang rugi, Hm....... " Pikir Lenna
"Udah lah aku minta saja walaupun nanti dia memintaku untuk melatih nya agar menjadi kuat seperti ku" ucap Lenna memutuskan
Pada akhirnya Lenna mengambil camilannya lalu keluar dari ruang dimensi dan muncul di ruang kosong
Lenna muncul sambil memakan permen kesukaan nya dan beberapa camilan di kantongnya
"Woi!" Panggil seseorang
"Apa lagi?!" Ucap malas Lenna pada orang didepannya tak lain adalah Changmin
"Ajarin aku cara menjadi kuat dong!" Ucap Changmin menatap Lenna berbinar
"....." Bukankah posisinya kebalik?
"Idih, mana mau aku ajarin pak tua seperti mu" Ejek Lenna
"Eh, enak aja kamu bilang aku pak tua, aku ini kelihatan masih muda loh!" Ucap sombong Changmin
"Iya kelihatan masih muda, tapi umur tidak bisa membohongi mu" Ejek Lenna
Jleb
Perkataan Lenna membuat Changmin merasa hatinya ditusuk berbagai macam jarum
"Emang sih umur gak bisa dibohongi, tapi gak gitu juga, setidaknya pujilah aku sedikit" Batin Changmin menangis
"Oke, Oke, kalau kamu jadi murid ku apa yang aku dapatkan nanti?" Tanya Lenna tersenyum misterius
"Terserah, yang penting aku mau menjadi murid mu" ucap Changmin berusaha keras
"Oke oke, kalau gitu ajarin aku cara menjadi Alchemist bagaimana?" Tanya Lenna tersenyum manis
"Oke, boleh" Ucap Changmin, pikirannya sekarang hanya ingin menjadi muridnya Lenna
"Oke deal!" Ucap Lenna dan Changmin
"Oh ya, kamar mu disana" ucap Changmin menunjuk satu kamar yang kelihatan besar dan nyaman
"Oke, Terimakasih, sana tidur" usir Lenna bergaya ala ala bangsawan yang mengusir kucing
"Oke guru!" Ucap semangat Changmin meninggalkan Lenna yang sedang senang dalam hatinya
"Nah, lebih baik aku tidur dulu dirumah baru!" Ucap Lenna memasuki kamarnya dan bersantai bermain hapenya yang ada di ruang dimensi sambil memakan camilan nya
....
Keesokan harinya
Yuan dan Yuwen kini sudah siap dengan pakaian rapi sekaligus mental yang kuat untuk menghadapi pelatihan ini
Kini mereka sedang berjalan menuju tempat pelatihan mereka setelah diberitahu oleh Changmin tadi pagi
Tapi entah kenapa Yuan berhenti sebentar seolah memikirkan sesuatu yang dia lupa
"Apa kamu tau kamar Ran Ran?" Tanya Yuan kepada kakaknya yang juga bingung
"Entahlah" ucap Yuwen bingung juga
Tiba tiba mereka merasa ada seseorang datang dan menepuk bahu mereka
"Eh, Ayam goreng makan ayam!" Kaget Yuan
"....?!" Yuwen
"Kalian sudah bangun rupanya" ucap Changmin datang tiba tiba
"Eh, guru, maaf kami tidak menyadari keberadaan guru" ucap Yuan cengengesan
"Iya gak apa apa kok" ucap Changmin yang dalam suasana hatinya sedang baik
"Guru, dimana kamar adik kami?" Tanya Yuan menatap gurunya berharap
"Tuh disana, kalian bangunin, ya guru akan tunggu di tempat latihan" ucap Changmin menunjuk kamar Lenna lalu meninggalkan mereka
"Hah??" Bingung mereka
"Harusnya kan guru yang bangunin adik kita, kenapa harus kita?" Bingung mereka dalam hatinya
"Udahlah, ayo kak" ucap Yuan menyeret kakaknya menuju kamar Lenna
Sesampainya disana...
Brak
Tanpa aba aba Yuan langsung menendang pintu kamar Lenna dengan kasar karena tak sabar bertemu dengan adiknya
"Eh, Ayam!" Kaget Lenna melempar sepatunya tepat diwajah Yuan
Plak
"Auch, sepatu sapa nih?!" Ucap Yuan kesal mengambil sepatu yang dilempar Lenna
"....." Yuwen entah kenapa hanya diam saja
"Kakak lucknut! Ketuk pintu dulu ngapa?!" Ucap kesal Lenna
"Hehehe, Maaf lah aku tuh tak sabar ketemu sama kamu" ucap Yuan dengan tatapan berkaca kacanya
"Idih, ogah gua, sana tunggu diluar!" Usir Lenna terhadap kedua kakaknya
"Jahat sekali kau Lenna, awas aja nanti akan ku kutuk kau menjadi batu!" Ucap dramatis Yuan
"Terserah kau kak" ucap malas Lenna
Setelah selesai memakai sepatunya, Lenna keluar dari kamarnya sambil menatap 2 orang yang menunggunya
"Ayo kak" ucap Lenna merangkul kedua kakaknya menuju tempat latihan
Sesampainya disana mereka melihat Changmin yang sedang menunggu mereka
"Apa kami telat guru?" Tanya Yuwen sopan sambil menundukkan kepalanya
"Tidak telat kok, waktunya pas sekali" ucap Changmin tersenyum manis memabukkan
"Idih, sok sokan bilang gak telat aslinya nunggu 1 jam dari tadi" Ejek Lenna menyeringai
Tentu saja Lenna tau karena dari awal dia sudah dibangunin dari tadi pagi malahan sebelum matahari terbit
Karena Lenna susah dibangunin akhirnya Changmin pun pergi dan mau membangunkan mereka, namun dia harus menyelesaikan urusan urusan istananya
Dan pada akhirnya sekitar jam 9 dia sudah selesai dengan urusan istanya lalu membangunkan Yuan dan Yuwen dan itu harus menunggu 1 jam karena mereka harus bersiap dan mencari kamar Lenna
"Berisik kau bocah!" Ucap kesal Changmin menginjak kaki Lenna
"Oh berani melawan ya" Ucap Lenna menyeringai menatap Changmin
"Mamvus nih!!" Ucap Lenna menarik rambut panjang Changmin
"Auch, ampun deh guru, jangan tarik rambutku!" Rengek Changmin tak sengaja keceplosan
"Hah?! Guru?!" Kaget Yuan dan Yuwen bersamaan membuat Lenna melepaskan rambut Changmin
"Eh, bukan aku bukan guru pak tua ini, tapi aku adalah partnernya" ucap Lenna buru buru menjelaskan
"Emangnya kenapa bisa adik kami menjadi partner mu guru?" Tanya Yuwen kebingungan
"Itu karena kekuatan adikmu melebihi ku dan juga melebihi mu, nah aku meminta adikmu untuk mengajariku cara lebih kuat nah sementara adikmu meminta ku mengajarinya Alchemist" ucap Changmin menjelaskan
"Sehebat itukah adikku?" Ucap Yuan kagum dengan adiknya
"Ya iyalah, lihat nih" ucap Lenna menendang Changmin
Bruk
Changmin pun terpental di pohon yang agak besar bahkan mulutnya mengeluarkan darah
"Nggak gini juga kali contohnya!" Teriak Changmin tak terima
"Bleek, aku tak peduli" Ejek Lenna menjulurkan lidahnya
"Bocah sialan!" Kesal Changmin berdiri dari tempatnya dan membersihkan bajunya
Yuwen dan Yuan yang melihat itu tak bisa menatap kagum adiknya yang sangat sangat ajaib dan hebat
"Nah ngerti kan kakak kakak tersayang ku?" Ucap Lenna tersenyum manis membuat kedua orang itu bergidik ngeri
"I-Iya adikku yang imut" ucap mereka terbata-bata
"Nah ayo langsung saja kalian pelajari ini dulu ya" ucap Changmin melempar buku teknik emas ke Yuwen dan Yuan
"Nah kalo aku?" Tanya Lenna menatap Changmin
"Pelajari buku ini, kalo sudah paham langsung coba praktekkan, Oke?" Ucap Changmin memberikan buku Alchemist
"Terimakasih, ini untukmu, teknik tingkat surga, jangan tanya itu darimana jika sudah tau darimana asal buku itu" ancam Lenna
"Baiklah, Terimakasih juga" ucap Changmin berbinar melihat buku itu
"Kalo kami? Apa kami tidak diberikan teknik tingkat surga?" Tanya Yuan polos
"Kamu masih lemah, sana berlatih, jika sudah semuanya nanti baru tingkat surga" ucap Changmin memukul kepala Yuan
"Oke guru" ucap pasrah Yuan
Dan akhirnya mereka mempelajari buku masing masing agar menjadi lebih kuat...
.....
Hai! Apa kabar kalian? Semoga baik ya terhindar dari berbagai penyakit, Jaga terus kesehatan ya ๐๐
Terimakasih atas dukungan kalian, mohon maaf jika ada kata yang salah atau apa, Terimakasih๐๐