
"Guru!" Panggil Lenna berlari kearah gurunya yang kini sedang berbicara dengan murid murid lain
"Murid ku.... Apa perjalanan mu baik baik saja?" Tanya Ye Fei khawatir sambil membolak balikan badan Lenna
"Guru tenang saja, aku baik baik saja selama perjalanan kok" ucap Lenna tersenyum polos
"Syukurlah" ucap Ye Fei menghela napas lega
"Kek, Coklat ku mana?" Ucap Lenna dengan tatapan puppy eyes-nya yang bisa membuat siapapun luluh
"......" Kenapa cicit ku suka sekali menghabisi uang orang?
"Ya..... Tenang saja sudah kakek ini siapin di kamar mu" ucap Ye Fei tersenyum pahit
"Terimkasih kakek!" Ucap girang Lenna melompat lompat kegirangan
....
Sementara Yuwen dan Yuan kini sedang berjalan menuju tempat mereka dulunya mengambil misi
Saat sampai di sana mereka melihat banyak orang sedang mengambil misi atau memberikan misi yang sudah dikerjakan
Tanpa banyak bicara mereka langsung berhadapan dengan orang yang memberi mereka misi yang tak lain adalah tetua ke 4 yang selalu bisa diandalkan mencari barang
"Permisi, ini adalah misi kami" ucap Yuwen datang menyerahkan misi yang dia ambil dan lotus es
Tentu saja kehadiran mereka membuat orang itu terkejut apalagi perubahan wajah Yuwen dan Yuan
"Maaf, bisa beritahu nama kalian dulu?" Ucap tetua ke 4 sopan
"Yuwen dan Yuan murid dari Tian Rui" ucap Yuan datar berbeda sewaktu bersama dengan Lenna
Mereka yang berada disana sangat kaget melihat perubahan wajah kedua orang itu, apalagi mereka perginya agak lama jadinya mereka agak lupa gitu sama wajahnya
"Baiklah, karena kalian sudah menyelesaikan misi ini maka ambilah sekantong kristal ini dan buku teknik teknik ini" ucap tetua ke 4 memberikan sekantong kristal dan sebuah buku dilapisi segel putih
Yuwen dan Yuan pun mengambil kantong kristal itu dan buku itu lalu pergi menuju tempat adiknya berada saat ini
.....
Hari ini Lenna dengan puas memakan semua coklat itu dan menyimpan sisanya di ruang dimensi yang banyak sapa tau kedepannya dia kepingin makan coklatnya
"Nyam~ Yao, Menurutmu kakak pertama ku akan dijadikan penguasa di daerah mana sama pak tua itu?" Tanya Lenna menatap Yao yang sedang tiduran
"Entahlah, tapi firasat ku sepertinya ada di Lembah Kehidupan deh" Ucap Yao dengan malas, kalo gak jawab bisa bisa dia mati...
"Terus apakah nanti ada yang bisa menjadi penguasa lembah kematian?" Tanya Lenna
"Kenapa gak Nona aja yang jadi penguasanya?" Tanya Yao menatap heran
"Enak saja, Masa aku harus nambah makhluk makhluk lucknut lagi?!" Ucap Lenna memukul kepala Yao
"Setidaknya Burung, Naga, dan Kuda itu tidak akan sendirian lagi...." Ringis Yao
"Iri? Bilang boss" Ucap sombong Lenna
"Idih, ngarep lo" ucap malas Yao
"Katakan sekali lagi" ucap Lenna berusaha mengendalikan emosinya yang memuncak
"Eh... Nggak nggak kok" ucap Yao terbata bata sekaligus takut
"Nah daripada lo nemenin gua sana temenin penguasa lo!" Ucap Lenna menendang Yao
"Ya nggak gini juga!" Kesal Yao
"Dah sana pergi, hus" ucap Lenna mengusir Yao dengan sukacita
"Ran Ran!" Ucap seseorang yang Lenna kenal betul suaranya siapa lagi kalo bukan kakak keduanya
"Mamvus gua" Gerutu Lenna dalam hatinya
"Pffttt" Yao berusaha menahan tawanya melihat ekspresi Lenna yang suram seperti mas depan kamu (Canda :'v Jangan anggap serius)
"Ayo sini Ran Ran!" Ucap Yuan dengan senangnya berlari ingin memeluk adik tersayang nya
"No! No! plis no!" Seru Lenna agar Yuan tak mendekat ke arahnya
"Why are you running?! Why are you running?!" Ucap Yuan mengembangkan senyumnya semanis mungkin
"Nooooo!" Teriak Lenna berlari sambil membawa Yao tanpa sadar
"Sini ke abangmu yang tamvan ini adek cantik" ucap Yuan narsis sambil berlari mengejar Lenna
"Huweeeeee, Abang jahat gak mau belikan aku coklat!" Rengek Lenna berlari kencang
Yuwen yang baru datang pun menggelengkan kepalanya melihat kelakuan para adik kesayangannya yang sering bertengkar
"Astaga, sampai kapan aku harus begini?!" Batin Yuwen menangis melihat kelakuan adik adiknya
.. ..
"Kak....." Panggil Lenna
"Ya?" Tanya Yuwen
"Baiklah, Seminggu lagi kita akan pulang bagaimana? " ucap Yuwen
"Ayok" Ucap semangat Lenna
"Hei! Hei! Apa yang kalian bicarakan?" Tanya Yuan sehabis pergi beli makanan
"Nggak ada" ucap Lenna malas
"Oh ayolah" Bujuk Yuan
"Minggu depan mau ga pulang" tawar Lenna
"Pulang kemana?" Tanya Yuan penasaran
"Ya pulang ke kerajaan nih! Emangnya ke langit?!" Ucap kesal Lenna memukul kakaknya
"Oke ayo" ucap Yuan setuju
"Nah seminggu lagi kalian semua sudah siap ya" ucap Yuwen menatap adik adiknya
Mereka pun kembali ke kamar masing masing dengan perasaan senang
Seminggu kemudian
Mereka sudah izin kepada guru mereka untuk pulang ke rumah dengan alasan bahwa mereka sudah rindu pada rumah
Ye Fei dan Tian Rui menyetujui alasan Yuwen, Yuan, dan Lenna karena mau bagaimana pun mereka juga manusia yang memiliki orang tua
Mereka pun sudah siap untuk pulang ke kerajaan mereka, namun seperti biasanya Lenna yang paling ribut mencari barang
"Kak, Sisir ku kok hilang?!"
"Kak! Dimana sepatuku?!"
"Dimana panci ku?!"
"Aduh, Aku lupa menaruh barang ini!"
"......" Yuwen dan Yuan
*°°__Author__°°**Siapa nih yang pernah begini setiap pagi sebelum sekolah, Hayo ngaku loh*...
"Kak, pergi saja yok kita tinggalkan saja dia" Tawar Yuan menatap kakaknya
"Jangan gitu dong, dia itu kan adik kita" tegur Yuwen menatap balik Yuan
"Selesai! " Ucap Lenna senang
"Nah apakah kita bisa berangkat sekarang" Tanya Yuan
"Ayoklah" ucap Yuwen
Mereka pun pergi menggunakan kereta kuda yang sudah di pesan di kerajaan iblis, karena jika kereta kuda lain bisa bisa mereka mengetahui letak kerajaan iblis
Dengan senang hati ketika melewati hutan kematian, Lenna menyapa nyapa para hewannya atau pengikutnya
"Hai!" Ucap seekor ular di salah satu dahan ranting
"Oh Hai juga" ucap Lenna tersenyum manis, dia tidak akan pernah lupa dengan kejadian waktu itu dimana ular itu memukul nya hingga terjatuh
°°__Author__°° Bagi yang tidak ingat sihlakan baca -_ Chapter 04 "Pertarungan" _- dimana ular itu dan Lenna sedang melihat pertempuran 20 Vs 3
Skip.....
Saat sampai disana mereka disambut baik oleh para prajurit dan beberpa pelayan yang lewat karena mereka kenal betul dengan aura mereka
"Dimana Ibu?" Tanya Lenna tak sabar ingin bertemu Ibunya dan Ayahnya
"Permaisuri sedang berada di Aula karena Raja mengadakan rapat mendadak" ucap pelayan itu menjelaskan
"Baiklah Terimakasih" ucap Lenna menarik kedua kakaknya tanpa meminta persetujuan
"Hei! Pelan pelan dong!" Ucap kesal Yuan karena ditarik
"Bomat!" Ucap malas Lenna
"Sudahlah, ayo kita pergi menemui Ibu dan Ayah" tegur Yuwen menggendong Lenna
"Hei! Aku bukan anak kecil tauk!" Ucap Lenna tak terima karena mereka masih saja menggendongnya
Padahal kan dia bukan anak kecil lagi walaupun dia lupa kalo dia sering bilang aku anak kecil
"Aku ditinggal dong dari tadi...." Ucap sedih Yao karena dia ditinggal di kereta karena mereka terlalu smenagat jadinya lupa
...
Maaf ya para Pembaca, aku tadi malam ketiduran sampai lupa untuk update episode ini, padahal kemarin sudah jadi.... 😥😥
Kemarin karena waktu itu Author sangat capek akhirnya gak sengaja ketiduran dan lupa untuk ngecek episode ini udah di serahkan atau belum. Dan ini Author sempatkan untuk Update
Mohon maaf jika Author updatenya telat 🙏 Mohon maaf sebesar besarnya 🙏
Terimakasih atas pengertiannya 🙏🙏