Infinite Destiny

Infinite Destiny
-_ Chapter 38 "Pembongkar Aib orang" _-



Shilin sedikit menjauh dari tempatnya karena mendapat panggilan dari kakeknya melalui bola telepati, bukan bukan kakeknya melainkan Ayahnya yang terpaksa memakai bola telepati kakeknya


"Halo Yah, ada apa?" Tanya Shilin gugup, dia tau siapa yang menghubunginya


"Ada apa, ada apa!! Kakek mu sekarang ngerengek ngerengek minta dikembalikan coklatnya nih!" Ucap Ayah Shilin berusaha tetap tenang karena dia ingat umur


"Ehehehe, gak apalah Yah untuk adik doang" ucap Shilin cengengesan


"Nah masalahnya bukan itu, punggung kakek sekarang malah makin parah sakitnya sampai sampai kakek pingsan berkali kali!!" Protes Ayah Shilin


"Lah, Masa?! Wah bisa bisanya kakek mematahkan tulang punggungnya 1021 kali dalam setahun" ucap Shilin tanpa dosa


"Anak durhaka!! bisa bisanya ngatain kakek besar mu begitu!! Perlu di masukkan ke dalam kelas tata krama nih anak" Ucap Ayah Shilin geleng geleng


"No!! No!! Jangan jangan lagi Ayah!! Aku gak mau ketemu guru galak itu lagi Yah!!" Tolak Shilin buru buru karena gak mau ketemu guru killernya


"Nggak peduli, pokoknya besok kamu akan Ayah masukkan dalam kelas tata krama sekaligus sama Shen" Ucap Ayah Shilin tegas


"No!! No!! Ayah jangan dimatikan dulu!!" Ucap Shilin, namun terlambat, kini Ayah Shilin telah mematikan sambungan telepon eh maksudnya bola telepati nya


"Shit! Sekarang aku harus rancang rencana bolos lagi, aduh capek aku tuh mana guru killer itu telah tau trik trik bolos ku lagi" ucap Shilin mengusap wajahnya kesal


"Cieee ada yang lagi LDR-an nihh!!" Goda Riri atau nama aslinya Shen, entahlah Riri baru datang jadinya tidak tau apa yang terjadi


"Sialan kau Shen!! Gegara nyuri coklat kakek aku harus masuk kelas tata krama lagi!!" Ucap Shilin kesal sambil duduk memikirkan rencana rencana


"Ya itu resiko mu sendiri tuan, kan udah ku bilang ambil yang paling bawah, jadinya begini kan hasilnya" ucap Riri kesal karena waktu itu Shilin tidak mengikuti perkataannya


"Ya jangan salahkan aku, keburu tuh tuan putri nangis nanti bisa banjir nih istana" ucap Shilin kesal membayangkan istananya yang banjir air mata buaya dari Lenna


Aih sementara sangat pelaku hanya duduk diam memakan coklat tanpa dosa, kadang Lenna sempat berfikir apakah coklat dari Shilin itu dari kakeknya atau gurunya yang sering memberikan coklat seenak ini?


Gak mungkin kalau ternyata pak tua itu punya murid lagi yaitu Shilin, bisa bisa dia punya saingan coklat coklat lagi nih!! Pokoknya gak boleh!! Pikir Lenna


...


Aih daripada itu Lenna malah lupa dengan ketiga orang yang daritadi nunggu diluar mencemaskan nya dari tadi, siapa lagi kalo bukan Yuwen, Yuan, dan Yao yang sedari tadi setia menunggu Lenna keluar membawakan berita baik untuk mereka


"Yuyu, apakah ada kabar dari Nona?" Tanya malas Yao karena dari tadi nunggu lama


"Sejak kapan kamu memanggilku begitu hah?! Kau pikir aku ini cewek?!" Ucap Yuan memukul kepala Yao


"Ya barang kali Tuan mau jadi cewek kayak si Hongli" Ucap malas Yao


"Siapa itu Hongli? jangan bandingkan aku dengan banci" cibir Yuan menatap Yao kesal


"Emang Tuan tampan dan gagah kayak laki laki pada umumnya?" Cibir Yao yang tau kelakuan Yuan dari Lenna yang sering cerita


Sungguh Lenna tempat membongkar aib orang lain tanpa di ketahuilah orang itu sendiri, karena jurus jurus Lenna itu sangat baik dan tanpa dosa


"Eh, nih bocah sepertinya di cuci otak ya sama si Singa betina" Ucap Yuan kesal menarik narik bulu kepala Yao


"Enak saja, toh itu juga kenyataan kan?" Ucap Yao berusaha melepaskan tangan Yuan di kepalanya


"Kenyataan bagaimana hah?!" Ucap Yuan semakin kesal dengan tingkah Yao


"Ya kenyataan bahwa Tuan marah marah ketika dikatain begitu" Ucap Yao santai


Jleb


Yuwen yang mendengar perdebatan itu diam diam ketawa sambil mencibir dalam hatinya


"Kau pikir perkataan ku waktu itu kenyataan? Ngaca dulu sana" batin Yuwen mencibir


Mungkin kalau Lenna berada di perdebatan ini pasti akan memanas manasi Yuan agar nanti dia bisa dibelikan coklat termahal di benua Wei


Author be like : Haih, sungguh Yuan tidak bersyukur karena Author berikan keringanan yaitu menghilangkan Lenna dari perdebatan itu, kan bisa gawat semua aib nya terbongkar


...


Setelah menghabiskan semua coklatnya, Lenna menghampiri Shilin yang sedang sedih, hal itu menarik perhatian Lenna karena sapa tau bisa dia jadikan bahan gosip di suatu hari nanti


Kan lucu kalau Lenna menamai judulnya, Seorang Penguasa Lembah Kematian di putusin pacarnya hanya karena coklat, membayangkan ini saja sudah membuat Lenna tertawa terbahak bahak


"Kak Shilin, ada apa dengan kakak, kok lesu?" Ucap Lenna sok perhatian karena ingin mendapatkan aib baru dari orang baru


"Ini loh, Ayah menyuruhku masuk kelas tata krama karena mengambil barang berharga kakek" ucap Shilin sendu, dia paling benci masuk kelas tata krama


"Ooooo hanya masalah itu toh, nih tips tips cara kabur dari kelas tata krama" ucap Lenna mengeluarkan sebuah buku tebal yang diberi judul '1001 cara kabur dari kelas tata krama'


"Hah?! Terimakasih dek!!" Ucap Shilin lompat lompat kegirangan, karena selama ini dia hanya punya 152 cara kabur dari kelas tata krama, tapi dengan adanya tambahan cara-cara baru akhirnya dia bisa bebas setiap mau kabur dari kelas tata krama


Lenna hanya tersenyum puas karena bisa saja dia dapat imbalan dari hasil perbuatannya, dia kan gak mau rugi masalah ini itu


Sementara Riri yang hanya diam saja lalu mulai mundur kebelakang mencari tempat aman lalu mengeluarkan bola telepati nya


"Halo kak, udah dapat pesan belum dari Ayahnya Shilin?" Tanya Riri diam diam


"Sudah emang kenapa?" Tanya suara seorang wanita di dalam bola itu


"Ini kak, hati hati sama Tuan Shilin karena dia mendapatkan tambahan rencana rencana kabur dari adiknya, kira kira ada 1001 cara kalau gak salah di tulisan bukunya" Lapor Riri diam diam


"Oh benarkah? Baiklah besok temui kakak di taman belakang istana Tuan Shilin oke?" Tanya wanita itu


"Oke kak, jangan lupa bonus dari laporan ini ya kak" ucap Riri dengan senyum kemenangan


"Tenang saja, besok kakak akan berikan apa yang Shen mau" ucap wanita itu menutup panggilannya


"Yey!! Terimakasih kakak cantik!!" Ucap Riri kegirangan atas perkataan kakaknya yang cantik nan baik


Lalu dengan segera Riri kembali dari tempatnya takut dia dicurigai karena telah memberitahu rahasia dari Tuannya ke kakaknya yang ternyata adalah guru kelas tata krama andalan Ayah Shilin


"Dari mana saja kamu Shen?" Tanya Shilin menatap tajam Riri


"Eh, Tuan tadi aku kelaparan jadi aku ke dapur untuk makan daging" ucap Riri cengengesan


"Oh yaudah" Ucap Shilin tak memperdulikan urusan orang kelaparan


Riri menarik napas lega karena dia tidak ketahuan melaporkan rencana Shilin ke kakanya


Tetap saja rencananya ketahuan oleh satu orang yaitu Lenna yang diam diam mengeluarkan jurus andalannya yaitu membelah diri jadinya dia bisa dengar apa yang Riri katakan dan Shilin katakan


"Hehehe, semua rahasia atau rencana kalian akan terbongkar karena aku" Ucap Lenna dengan tertawa penuh kemenangan


....