
Yah sudahlah kita skip aja, kasihan aku melihat muka para rakyat kerajaan Yun yang sudah memerah menahan amarah
Pada akhirnya Raja pun melerai para rakyat dan memberitahu informasi jika Lenna adalah orang yang tidak bisa mereka singgung
Mereka pun tambah geram ketika melihat Raja mereka yang membela Lenna, menurut mereka Lenna itu lebih buruk daripada sampah
Kalo lebih buruk dari sampah lalu kalian apa?
"Permisi Nona, kami ditugaskan untuk melayani Nona" ucap kedua pelayan wanita yang wajahnya datar sebenarnya tidak membenci Lenna
"Hmp! Antarkan aku ke kamarku" ucap Lenna dengan gaya arogan nya
"Baik Nona" ucap mereka mengantarkan tuan baru mereka yang sepertinya sangat sangat sombong
Yuwen dan Yuan yang melihat itu ekspresi nya kini sulit diartikan melihat tingkah sangat adik yang sangat arogan
"Hehehe, inilah yang dinamakan kehidupan bangsawan, Pelayan ada, perhiasan ada, make up ala ala Ayu ting-ting ada, penjaga bayangan ada, dan tentunya kehidupan surga" batin Lenna girang
Saat sampai di sana tampaknya kamarnya sudah di desain sangat mewah dan berkualitas tanpa ada yang lecet
"Raja la***t! Masa gua ditempati di sebuah gudang yang tua gini! Lu gak bisa nipu gua pak tua" batin Lenna mencemooh
Bagaimana tidak? dia tentunya tau itu adalah gudang karena di perjalanan mereka tidak menemukan satupun orang lewat
"Siapkan air mandi" ucap Lenna menutupi pertanyaan nya dan sekarang dia harus fokus cara menjadi arogan sesuai ajaran kedua kakaknya itu
Yuwen dan Yuan be like : 'Sejak kapan aku mengajarinya bersikap arogan?!'
Setelah selesai mandi Lenna pun ingin merebahkan tubuhnya tapi mengingat nih kasur masih keras gak ada lembut lembutnya pun mengurungkan niatnya
"Saatnya melihat 3 hewan itu!" Batin Lenna memasuki ruang dimensinya lalu mencari 3 makhluk yang selama ini sudah tidak pernah menganggu nya
Saat masuk, Lenna melihat sekarang ke 3 orang itu sedang santai di pinggir danau
"Woeeee! Sejak kapan kalian selesai hah?!" Seru Lenna jelas terkejut dia tidak menyangka secepat ini
"Nona, waktu di luar dan disini beda Nona" Ucap Long malas sambil memainkan air danau
"Woi! Naga sialan janganlah bermain air! Basah kan nih bulu bulu cantikku" Ucap Yuu se-dramatis mungkin
"Bodo amat" ucap malas Long
"Nah ni anak yang selalu ngabarin gua kenapa malah gak dikabarin!" Ucap Lenna kesal menarik rambut Rann
"Ampun Nona. Aku terlalu malas bangun hingga lupa" ucap Rann cengengesan
"Dasar kuda pemalas!" Ucap Lenna kesal
"Apa kalian tau akhir akhir ini aku ngapain saja?" Tanya Lenna mengetes mereka
"Tentu saja, pertama Nona bertemu dengan orang menyebalkan atau si Changmin, kedua Nona masuk akademi Qingchen, ketiga Nona menjadi murid Ye Fei keempat Nona di tunangan kan oleh Pangeran Yun Bei........" ucap Yuu menjawab semuanya dengan lengkap
"Secepat itukah kalian tau semuanya" batin Lenna menangis, oh Tuhan apa yang harus dia lakukan jika kegiatannya selama ini diketahui oleh ketiga orang ini
"Ya iyalah Nona" ucap Yuu sombong memamerkan dirinya
"Udah udah, aku lupa ada yang mau aku sampaikan kepada kalian" ucap Lenna serius
"Apa Nona?" Tanya mereka penasaran
"Tolong rawat si Nina dan ajari dia latihan ya" ucap Lenna dengan senyumnya
"Nina siapa Nona?" Tanya Rann
"Bukan rubah kecil yang dulu tiba tiba masuk sini kan?" Tanya Long kaget
"Aku sih terserah yang penting Nona tidak menghukum ku atau mencabut buluku" ucap Yuu bodoamat
"Hehehe, karena kalian sudah menebak selamat ya! Oh ya aku pergi dulu!" Ucap Lenna setelah mengambil beberapa coklat untuk camilan
"Maniak coklat!" batin mereka malas
...
Saat diluar Lenna langsung duduk di kursi yang ada sambil memakan coklatnya
Lalu datanglah kedua pelayanan itu yang ingin menyampaikan pesan dari Raja mereka
"Nona, Yang mulia Raja memanggil anda" ucap kedua pelayanan itu
"Baiklah!" Ucap Lenna langsung membersihkan sisa sisa makanannya
....
Disisi lain....
Yuan menatap kakaknya yang saat ini sedang serius memantau Lenna
"Kak" panggil Yuan
"Apa?" Tanya malas Yuwen
"Kak, Aku iri dengan adik yang bisa memainkan suatu peran" ucap Yuan sedih
"Oh benarkah? Lalu kau ini maunya peran apa?" Tanya Yuwen
"Aku ingin berperan seperti super heo dan ingin menjadi seperti Ironman" ucap Yuan dengan penuh tekad
Yuwen yang melihat itu geleng geleng dengan adiknya yang dari dulu kepingin jadi Ironman, bahkan walau dia sudah besar masih kepingin
"Dah, ayo pantau lagi" ucap Yuwen menarik tangan adiknya
"Jangan tarik tarik kakak!" Ringis Yuan merasa tangannya ditarik kencang
"Makanya jangan lama lama, nanti mirip pocong kau!" Ejek Yuwen
"Idih kak, masa aku yang imut ini dibilang pocong" ucap Yuan narsis tingkat pede
"Serah ae lu tong" ucap Yuwen malas
...
Disisi lain juga
Changmin sedang menyesap tehnya sambil melihat pemandangan kerajaannya yang sebentar lagi akan di ambil oleh Yuan
"Enaknya santai santai gini sambil menikmati masa masa tua" ucap Changmin tersenyum
"Tapi kok aku bingung ya sama anak muda zaman sekarang.... Masa yang tua ini tidak dihormati" gerutu Changmin kesal
"Tuan, Tuan, dimana kucing besar itu?" Tanya seekor angsa menghampiri tuannya
"Dia sekarang mungkin lagi ikut adiknya master baru kalian" ucap Changmin menyesap tehnya
"Yao curang deh, masa aku ditinggal!" Gerutu angsa itu
"Ya salah siapa yang kemarin aku panggil gak datang" ejek Changmin
"Tuan, janganlah gitu" ucap angsa itu berkaca kaca mendengar ejekan tuannya
"Bersiaplah nanti karena kamu akan menjadi hewan kontrak dari kakak masternya Yao" ucap Changmin meletakkan cangkir tehnya
Sriinngg
Changmin mengerutkan keningnya ketika bola telepati yang dia berikan kepada Lenna bersinar seolah Lenna ingin memanggilnya
Bola telepati adalah bola dimana seseorang bisa menghubungi kerabat, teman dekat, atau keluarga meskipun jaraknya jauh, kayak handphone gitu
"Woah, apakah Ratu FireIce memanggil tuan?!" Ucap angsa itu berbinar melihat logo kerajaan FireIce di dalam bola itu
"Emang kenapa? bilang saja iri" ejek Changmin terhadap angsa itu
"Ngarep lu Tuan" ucap malas angsa itu
"Dah aku angkat dulu" ucap Changmin meninggalkan hewan itu sambil membawa bola telepati
saat sampai ditempat sepi yang sering dia datangi waktu kecil, karena sering tidak ada hewan maupun manusia disitu
Changmin pun menyentuh bola itu seketika telepati pun terbuka
"Woeeee! Pak tua cepet lu datang, gua butuh bantuan elu nih!" Ucap Lenna
"Sabar dong, emang kau kira hutan kehidupan dan Kerajaan Yun dekat?!" Ucap malas Changmin
"Bodo amat cepat datang mau pake Teleportasi kek atau kecepatan kek, yang penting datang, aku tunggu satu jam" ucap Lenna mematikan bola telepati nya
"...." Bisakah dia bersantai sebentar?
Dengan cepat Changmin langsung siap siap menggunakan pakaiannya pokoknya seganteng mungkin lalu pergi menggunakan kecepatan tinggi
...
Hai pembaca Author tercinta ππ
Mohon maaf Author telat update mohon pengertiannya ya, Terimakasihππ
Jangan lupa jaga kesehatan ya, Semangat!
~Terimakasih ππ~