Infinite Destiny

Infinite Destiny
-_ Chapter 40 "Hari Sial (Yuan) " _-



Lenna diam diam tersenyum penuh kemenangan, trik trik andalannya pasti akan membuat siapapun meleleh jadi dia gunakan trik itu untuk kakaknya agar kakaknya terharu


Yah meskipun dia terharu dengan momen yang dia buat sendiri, asalkan mereka tidak tau dan hewan kontraknya tidak tau pasti akan baik baik saja


Ah, dia harus berterimakasih dengan kedua adik kembarnya di kehidupan pertamanya yang tak lain adalah Agatha dan Arta, karena mereka itu telah berjasa sekali menurut Lenna


"Udah udah, jangan nangis gitu dong kalian" ucap Yao setelah menghilangkan rasa haru nya


Plak


"Dasar hewan tak tau diri, ini nih contoh ketika kecilnya bukan diberi asi malah diberi air got, jadinya ngerusak momen paling mengharukan kan" ucap Yuan kesal memukul kepala Yao karena merasa merusak momen bahagianya


"Enak saja kau Tuan nuduh nuduh aku waktu kecil minum air got, apakah Tuan waktu kecil gak pernah makan ikan jadinya kecerdasannya di bawah rata rata, malah kayak orang gila lagi" Ejek Yao mengelus kepalanya sendiri sambil merutuki Yuan


"Wah wah Yao, kamu sangat pintar dalam hal menebak, asal kamu tau ya, kak Yuan itu waktu kelas 10 pernah ngompol loh di depan kelas" Bisik Lenna membuat Yuan jengkel


Bisa bisanya adiknya ikut ngerusak momen yang sudah dari dulu dia tidak dapatkan


"Oh lalu, lalu?" Tanya Yao antusias


"Terus waktu kelas 12 dia gak naik kelas hingga doa harus ngulang dari awal sampai sampai ketinggalan jauh dari kakaknya" bisik Lenna lagi membuat amarah yang tadinya di tahan Yuan mulai meledak ledak


"Oh ya aku tambahin nih ya, Yuan tuh pernah jatuh dari genteng karena mau ngambil kertas ulangannya yang terbawa angin gara gara dia ceroboh lepas kertasnya di musim berangin" Tambah Yuwen membuat Yuan makin kesal


"Kakak...." Rengek Yuan gak berani marah dengan kakaknya


"Terus pernah lagi dalamannya gak sengaja dibawa kabur sama temannya waktu lagi kelas olahraga, malah parahnya dalamannya diganti sama pakaian dalam wanita" ucap Lenna terkikik geli membayangkan masa masa itu


"Kakak..." Rengek Yuan tak terima


"Waktu ada acara drama sekolah waktu pemilihan pemeran cerita, gak sengaja Yuan mengangkat tangannya menjadi Cinderella membuat dirinya malu sendiri" Tambah Yuwen ikut memanas manasi adiknya


"Huhuuu... gak ada yang berpihak padaku, mereka malah semakin membongkar aib ku. Huhuhuu" Tangis Yuan pecah, dia ingin protes tapi tak bisa


"Wah sungguh masa lalu yang suram ya kak.... Aku turut prihatin dengan masa masa sekolah mu" ucap Lenna sendu menepuk nepuk punggung kakaknya


"Aku gak butuh di hibur, aku hanya butuh superman untuk membungkam mulut kalian semua" Ucap Yuan sesedih mungkin


Yuan berharap agar mulut keduanya bisa dibungkam selama lamanya agar rahasia rahasia yang lebih memalukan dari dirinya tak terbongkar


"Udah udah, ayo masuk kalian ditunggu sama penguasa Lembah kematian tuh" ucap Lenna menunjuk ke dalam Lembah kematian


"Kau yakin dek? Apa tidak ada hewan hewan aneh nan imut di dalam sana?" Tanya Yuan dengan bodohnya


Plak


"Bodoh!! Bagaimana bisa RanRan keluar dengan selamat kalau hewan yang dia temui tidak se menyeramkan itu?!" Ucap Yuwen kesal dengan kebodohan adiknya


Sepertinya benar apa yang dikatakan Yao kalo kecerdasan Yuan di bawah rata rata orang normal


"Ckckckck, aku turut prihatin dengan tema


temannya yang pasti ngebantuin dia ngerjain PR di sekolah maupun di rumah" Ucap Lenna geleng geleng kepala


"Jadi... Kapan kita akan masuk?" Tanya Yao tak sabaran


"Sabarlah, kau ini bisa bersabar dikit ngapa?!" Ucap Lenna kesal dengan hewan satu ini


"Untung bukan hewan ku kalo gak udah ku geprek geprek kek ayam geprek tapi bedanya nanti jadi Harimau geprek" gumam Lenna geleng geleng kepala


Mereka pun masuk dengan perasaan campur aduk kecuali si Lenna yang hanya diam dengan perasaan bahagia


Yuwen dan Yuan berkeringat dingin menatap semua monster monster disana, mereka pikir tidak akan menyeramkan karena Lenna tampak biasa biasa saja tapi nyatanya menyeramkan kayak di film horor


Hingga tatapan Yuan jatuh pada seekor monster berkepala hewan yang dia benci dan badan kek seekor monster


"Aaaaa!! Mama!! Ada kecoak berbulu ketek!!"


Pekik Yuan melompat ke arah kakaknya bahkan Yao yang dari tadi tidur pun terpaksa terbangun ketika menyadari dirinya melayang


"Astaga?!" Kaget Yuwen langsung menangkap tubuh adiknya yang hampir jatuh, bahkan Lenna yang tau apa yang akan terjadi langsung menangkap Yao karena Yao yang paling ringan


"Astaga kak! Penakut sekali kamu, hanya monster begitu saja sudah takut gimana dengan ular berkepala 9 nantinya?!" Ucap Lenna geleng geleng kepala


"Hehehehe, maap lah kalian kan tau kalo aku ini orangnya penakut" Ucap Yuan cengengesan


"Ya ya ya, kamu penakut seperti waktu itu dimana saat bermain jelangkung lalu tak sengaja ada penampakan mbak kunti kamu langsung berlari ke kamar, eh tau taunya ada mas pocong hingga akhirnya kamu meminta kak Yuwen tidur bareng"


Ucap Lenna memutar bola matanya malas tapi diam diam ketawa mengingat kejadian yang sangat lucu baginya


"Jangan ingatin dek!!" Ucap Yuan frustasi, merasa hari ini adalah hari sialnya


"Ya nggak apa apa kali buat kenang kenangan" Ucap malas Lenna melanjutkan perjalanannya


"Jangan ngomong terus dong, kapan nyampenya kalo gini?!" Ucap malas Yao memilih tidur di gendongan Lenna, sementara Yuwen sudah menurunkan Yuan sebelum mereka berdua berdebat


"Iya iya boss" Ucap Lenna malas


Mereka pun melanjutkan perjalanannya menuju tempat dimana Shilin berada, kecuali Riri yang izin pulang dengan alasan dipanggil Ibunya


....


Sementara itu di ruang dimensi


Yuu dan Long hanya diam sambil memakan buah apel milik Rann, meskipun mereka hanya memakan sedikit, tetap saja mereka bisa lolos dari amukan Rann yaitu dengan alasan Nana yang minta


"Hah bosannya gak ada Nana..." keluh Yuu kebosanan, dia ingin ada yang meramaikan ruang dimensi selain saudara saudaranya yang tak ada akhlaknes


"Yah... Itulah efek kelamaan menjadi pengasuh, jadi rindu sendiri sama orang yang diasuh" Ucap Long ikut bosan, meskipun dia senang sisiknya gak dicabut tiap hari tetapi alasan dia sedih juga kayak Yuu


"Minta Nona untuk carikan saudara yang baru coba?" Tawar Long dengan ide fantasinya


"Ide bagus, Aku akan memberitahu Nona" ucap Yuu mengaktifkan telepatinya


"Halo Yuu, ada apa di sana?" Tanya Lenna merasa terganggu


"Ini Nona, bolehkan kami meminta sesuatu?" Tanya Yuu kegirangan


"Apa itu?" Tanya Lenna penasaran


"Minta seekor hewan yang bisa berubah wujud menjadi manusia dong, atau gak manusia beneran kayak si Agatha dan Arta" Ucap Yuu dengan senangnya merencanakan ini dari dulu


Bahkan Long yang mendengar pun ikut kegirangan karena Nona nya tak mungkin menolak permintaan mereka yang sudah lama tinggal di ruang dimensi ini


"Hah?!"


....