Infinite Destiny

Infinite Destiny
-_ Chapter 00 "Misi penyelamatan" _-



Namanya adalah Ye Len An atau sering dipanggil Lenna, seorang jenderal wanita berumur 24 tahun yang telah lama berkecimpung dalam perang


Posisinya sebagai Jendral membuatnya punya banyak musuh, segala intrik yang mereka lakukan tidak akan berguna karena Lenna mempunyai mata spesial


dia mempunyai dua adik bernama Arta dan Agatha, dua sosok kembar itu sangat berarti untuk Lenna karena hanya mereka satu satunya keluarga yang selamat dari sebuah insiden


saat ini dia sedang menuju tempat dimana misinya berada


"Halo A8 apakah kamu mendengarku?" Ucap Lenna memegang mikrofon yang ada di telinganya


Note: A8 adalah kode yang digunakan agar musuh tidak mengetahui nama setiap anggota


"Jendral, hati hati mereka memasang bom di tempat yang tidak diketahui orang namun kami telah melacak nya" ucap A8


"Kirimkan lokasi sekarang! " perintah Lenna langsung dituruti oleh A8


"Oh ya suruh Y22 datang bersamaku kesana" ucap Lenna


"Baik Jendral" ucap A8 mematikan percakapannya


....


"Apakah Kakak akan kembali?" Tanya seorang gadis kepada seorang laki laki di depannya


"Entahlah Tha, kita doakan saja Kak Lenna baik baik saja" ucap laki laki itu


Mereka adalah Arta dan Agatha, adik dari Lenna, mereka kembar, sifat sama, apa yang mereka suka sama, apa yang mereka tidak suka sama, bahkan kalo salah satu yang sakit satunya juga ikut sakit


Lenna pusing dengan kedua adiknya ini, kalo dipisah nanti mereka marah marah pada dirinya, kalo tidak dipisah mereka akan terus bertengkar dan saat itu hatinya bertanya "kalo gak mau dipisah tapi terus bertengkar ketika tidak dipisah maunya apa?!"


Arta dan Agatha adalah anak kembar, namun yang lebih tua adalah Arta karena dia lahir duluan sementara Agatha dia lahir 10 menit setelah kakaknya


Untungnya Lenna punya sikap sabar kalo tidak bisa bisa dia keluar rumah dan meninggalkan kedua adiknya itu


"Ya Ya, Terserah" ucap Agatha paling malas berdebat dengan kakaknya


°°_Author_°° : kalo malas kenapa masih mau berdebat?! T_T


....


Lenna sudah sampai di tempat yang ia tuju, panti asuhan yang dulu dimana dia dirawat dari kecil hingga besar


Saat sampai di tempat, Lenna langsung mengamankan semua anak maupun orang di sana


Mereka yang mendapat perlakuan begitu sangat bingung tapi mereka menurut saja karena identitas Lenna sangat terkenal


hingga salah satu anak bertanya


"Kak, kenapa kita semua diamankan?" Tanya anak perempuan itu


Lenna yang mendengar itu tersenyum


"kau akan tau itu nanti" Ucap Lenna mengusap anak itu, mirip dengan Agatha, itulah pikirnya


"Kak, aku mau sekali jadi seperti kakak apakah itu bisa?" Tanya seorang anak laki laki dia sangat mengidolakan Lenna


"Lebih baik jadi diri sendiri daripada menjadi seperti orang lain, Mengerti? " Ucap Lenna diangguki anak itu


Duaar


suara ledakan keras berasal dari halaman depan panti asuhan itu


"Cek, Y22 Amankan mereka biarkan aku menahannya" Ucap Lenna yang tau keberadaan Y22


"Baik Jendral" ucap Y22 masuk ke dalam panti asuhan dan mengamankan mereka


"Hahaha, akhirnya Jendral yang diidamkan oleh semua orang keluar" ucap seorang pria yang tak lain adalah salah satu musuh Lenna


"Ck, Arthur kamu masih sama seperti dulu ya tidak pernah berubah masih menginginkan diriku, namun tak masalah karena aku sudah mempunyai seseorang" ucap Lenna dengan seringai nya


"kau?! " ucap pria itu bernama Arthur itu menunjuk Lenna


"Ck, Tidak sopan kau sama Jendral ini" ucap Lenna menembak pistolnya hampir terkena kepala Arthur namun yang kena hanya helaian rambut


"Apa? Mau ngelantur tidak jelas lagi?" ucap Lenna menatap Arthur yang menatapnya dengan amarah


"Takkan ku maafkan!" ucap Arthur mengeluarkan belati andalannya lalu menyerang Lenna


Pertempuran yang sangat besar terjadi, semua penghuni telah melarikan diri ke mansion Lenna yang cukup jauh dari tempat kejadian


Pertempuran yang tidak terhindarkan terjadi, mereka mulai menyerang satu sama lain tanpa memedulikan lingkungan sekitar mereka rusak


Boom


Ledakan terjadi, tempat yang awalnya indah kini menjadi rusak


Lenna dipenuhi banyak luka namun itu masih tidak cukup membuatnya menyerah


Arthur juga punya banyak luka namun tidak sebanyak Lenna, dia melihat Lenna yang sudah dipenuhi luka pun menyeringai


"Ayolah, menyerah dan ikut bersamaku atau tidak?" Ucap Arthur mencoba mencari kesempatan


"Dirimu sudah tak lama lagi akan tiada jika lukamu seperti ini, percuma jika kamu memanggil bawahan mu ayo sini ikut denganku" ucap Arthur menatapnya lapar


"Ck, B******n seperti mu tak pantas bersanding denganku" ucap Lenna dengan senyumnya meski telah dipenuhi banyak luka


"Hahaha baiklah jika itu mau mu, aku tak akan segan segan lagi untuk menghabisi mu" Ucap Arthur dengan cepat melesat


Arthur dengan cepat berada di depan Lenna dan hendak menusuk jantung Lenna


Jleb


Pedang yang panjang itu menembus dari tubuh Lenna namun gadis itu sempat senyum disaat terakhirnya


"Aku juga akan membawamu mati bersamaku" ucap Lenna dengan senyumnya


Dor


Arthur terkejut dengan tindakan Lenna yang menembak tepat di jantungnya, dia tak pernah berfikir bahwa Lenna masih punya senjata di tangannya


"Hehehe, jika itu mau mu, kita lihat siapa yang akan masuk surga" ucap Arthur dengan kekehannya


Dia merasa sangat sakit ketika mengetahui Lenna tidak membalas cintanya namun dalam dirinya dia bertekad menjadikan Lenna sebagai istrinya


dia terlalu obsesi sampai membuat Lenna menjauhinya dan memusuhinya, dia tidak tau apa yang salah dengan dirinya?


"Inikah cinta tapi tak dibalas? Aku memang egois namun jika masih ada kesempatan aku mau mencari orang yang lebih baik daripada mu Lenna" batinnya disaat terkahir nya, namun batinnya dengan batin Lenna beda


"Semoga kalian baik baik saja, maaf aku harus meninggalkan dunia ini" batin Lenna mengeluarkan bulir hangatnya


.....


Beberapa Jam kemudian setelah mengeksekusi para korban, para bawahan Lenna kembali ketempat Jendral nya berada


betapa terkejutnya mereka mendapati junjungan mereka mati bersimbah darah dan pernah pajang menembus tubuhnya


"Jendral... " Ucap mereka sedih


lalu A8 menelpon adik dari Junjungannya


"Halo" ucap seorang gadis


"Maaf.... " ucap A8


"apa? Apa yang terjadi dengan kakakku?!" ucap Agatha tak sabaran


"Maaf... Jendral... Telah tiada" ucap A8 dengan tangisnya


Brak


Hape yang dipegang Agatha jatuh membuat Arta mengernyitkan keningnya


"Ada apa?" tanya Arta


"Hiks... Hiks... Huaaaaaa... Kakak... Kakak telah tiada" ucap Agatha memeluk kakaknya


"Apa?! kamu tidak bercanda kan?!" ucap Arta jelas kaget


"Mana mungkin aku bercanda kakak bodoh!" ucap Agatha memukul kakaknya


Kejadian hari ini dicatat dalam sejarah karena kesetiaan dan pengorbanan Lenna sangat besar membuat para kaum muda termotivasi


Kejadian ini membuat gempar dunia karena idola mereka harus meregang nyawa


banyak yang mengunjungi makam Lenna sebagai penghormatan terakhir mereka kepada Jendral besar wanita yang sangat mereka hormati


....


**Hai! Terimakasih telah membaca Novel ini, Semoga kalian suka~


Jangan lupa Like, Komen, Kritik, Saran, dann Votenya ya temen temen


Semoga cerita ini menghibur kalian**