
Hari ini Lenna sedang asyik dengan hari liburnya tanpa gangguan para kakaknya
Putra Mahkota sedang mengurus urusan yang terjadi di Ibukota sementara Pangeran kedua mengikuti kakaknya agar dia punya pengalaman
Kaisar sedang ada rapat penting dengan para Perdana Menteri, Sementara Permaisuri sedang berada di pesta teh para bangsawan
Alhasih Lenna sendirian di istana dengan para pelayan serta Rann yang bermain dengannya
Awalnya Lenna ingin ketemu dengan Yuu dan Long, namun karena penjagaan di istana sangat ketat membuat Lenna tidak bisa keluar
Rann sebenarnya bisa masuk karena dia bisa menyamar atau mengubah dirinya menjadi transparan
Dan yang bisa mendeteksinya adalah seseorang di tanah Surga
Kaisar dan Permaisuri sudah berada di tanah surga, ketika mereka ke kamar Lenna mereka seperti merasakan suatu aura yang mengawasi Putrinya
Karena itulah penjagaan di kediaman Lenna di perketat meskipun Rann tidak melakukan apapun
Oh ayolah! Dia hanya sebagai dayangnya saja tidak diperbolehkan masuk, apalagi jadi penjaga bayangan
Lenna yang mendengar itu hanya tersenyum masam lalu memukul Rann dan berteriak
"Itu karena kamu belum kuat! Sana pulang dan berkultivasi lah sekarang! Awas kalo gak sampai Ranah Dewa nanti kamu bukan dayang ku lagi" Seru Lenna menendang Rann
"Ampun Nona, Aku akan pulang dan berkultivasi sekarang, tapi jangan tendang aku begitu dong" ucap Rann dramatis
"Gak ada alasan! Pokoknya dalam 5 bulan kedepan kamu harus mencapai Ranah Dewa!" Ucap Lenna kesal
"Nona! Itu sangat lama, aku aja ke Ranah Surga butuh 5 tahun!" Rengek Rann
"Kamu kan sudah di Ranah Surga akhir, harusnya cepat dong!" ucap Lenna
"Oke oke, Aku akan berkultivasi sampai Ranah Dewa dalam 5 bulan" ucap Rann langsung pergi
"Nah karena Rann akan bertambah kuat, sekarang aku akan mengetes Yuu dan Long nanti ketika selesai dalam misi mereka" Ucap Lenna mengehela napas
Skip
Besoknya....
Dikamar Lenna, Lenna yang masih asyik dengan tidurnya dikagetkan dengan suara Teriakan
Brak!
Pintu kamar Lenna yang tak berdosa ditendang oleh seseorang
"Lenna! Bangun main sama kakak yok!" Ucap Yuan dengan watadosnya sampai gak sadar ada sesuatu yang terbang kearahnya
Puk
"Auch..... Kenapa kamu memukul ku dengan bantal Lenna?!" Rengek Yuan kesal
"Makanya sudah kubilang lebih baik ketok pintunya" ucap Yuwen yang baru datang
"Bangunin aku 10 menit lagi" Ucap Lenna langsung jatuh ke kasur sehabis lempar bantal
"Ngak boleh gitu! Ayo bangun katanya mau ke Akademi!" Ucap Yuan menarik kaki Lenna
"Ya... TAPI GAK GINI JUGA!" Teriak Lenna masih dalam posisinya ditarik
"Makanya sana pergi mandi, kamu sudah bau" ucap Yuan langsung melepaskan kaki Lenna
"Dasar kakak gak punya akhlak" gerutu Lenna dalam hatinya
"Apa ini alasan Ibu gak mau punya anak lagi, semua adiknya pasti akan dijahili seperti ini" Ucap Yuwen ngerti kenapa Ibunya tak mau bikinin dia adik lagi
"Nah gitu dong, Ayo bantuin aku siapin baju untuk adik kak" Ucap Yuan langsung menggeledah lemari Lenna
"Ya ampun, Bukannya minta izin ini malah langsung membuka lemari, Adik ketiga marah aku tak tau ya" ucap Yuwen ekspresinya sulit untuk dijelaskan
"Kamu tuh sebenarnya Ibunya Ran'er atau kakaknya Ran'er?!" Tanya Yuwen
"Tentu saja kakaknya Ran'er, aku kan hanya mau menjadi kakak yang perhatian" ucap Yuan sombong
"Ayo cepat bantuin aku pilihin baju!" Ucap Yuan menatap kakaknya yang diam tak bergeming
Setelah mencari baju yang pas untuk Lenna, mereka langsung pergi karena dipanggil oleh Kaisar dan Permaisuri untuk makan bersama
Sementara Lenna sudah selesai dengan mandinya mengernyitkan keningnya ketika melihat sebuah gaun dengan aksesoris dan sepatu yang sesuai
"Mungkin para pelayan yang menyiapkannya, Yaudah deh" Ucap Lenna memakai pakaiannya
Lenna langsung pergi ke ruang makan karena sudah dipanggil oleh Kaisar untuk makan bersama
Sesampainya disana Lenna melihat kakak keduanya yang menatap berbinar dirinya
"Ada apa kak? Kenapa kakak menatapku begitu?" Ucap Lenna bingung
"Kan sudah kubilang! bajunya pas sama yang lainnya pas, aku memang kakak terbaik!" Ucap Yuan senang
"Em.... Itu baju yang kamu pakai pilihan kakak kedua mu" ucap Yuwen, entahlah dia mau jelasin seperti apa
"Pantas rasanya aneh sekali ada baju di depan kamar, saya kira pelayan" Ucap Lenna polos
Jleb
"Aku dikatakan pelayan gitu? Oh Tuhan cabut saja nyawaku kalo aku dianggap pelayan daripada dianggap kakak" Batin Yuan menangis
"Yaudah, Ayo makan" ucap Lenna langsung duduk di tempatnya
Ketika Lenna mau ngambil lauk ikan yang ada di meja dekat kakaknya
"Makan ini, ini baik untuk kesehatan mu" ucap Yuan memberi Lenna ikan
"Ini juga, Kamu gak boleh kelaparan di tengah jalan! Ini juga kamu harus makan, Ini, ini, ini" ucap Yuan meletakkan banyak sekali lauk di piring Lenna
"....." Lenna
"....." Yuwen
"....." Kaisar
"....." Permaisuri
"....." Penjaga yang ada disana
"....." Para Pelayan yang ada disana
"Kak Yuan, Kamu itu kakak atau Ibuku?" Ucap Lenna berkedip beberapa kali
"Ehehehe, aku hanya takut kamu kelaparan nanti" ucap Yuan cengengesan
"Yaudah, Makan ini untuk kesehatan kakak, Ini juga kakak pokoknya tidak boleh kelaparan, Ini juga, Ini, Ini" Ucap Lenna meniru apa yang Yuan lakukan
"...." Yuan
"....." Yuwen
"....." Kaisar
"....." Permaisuri
"....." Penjaga yang ada disana
"....." Para Pelayan yang ada disana
Dan begitulah drama keluarga kerajaan yang Overprotective banget
Aku kasian nanti sama jodohnya Lenna yang harus bersusah payah mendapatkan Lenna dari keluarganya yang Overprotective
Lenna saat ini sedang sendiri di kamarnya karena Kaisar akan ada rapat dengan para Perdana Menteri ditambah dengan anaknya agar anaknya bisa mengikuti Ayahnya
"Fufufu~ Hari indah tanpa para makhluk tak pu___" Belum sempat melanjutkan perkataannya tiba tiba terdengar suara benda jatuh
"Eh?! Waaaa!" Teriak Lenna karena kaget
"Tenanglah Nona, ini kami yang baru menyelesaikan tugas" ucap Yuu langsung bangkit, sekarang wujudnya seperti burung pada umumnya
"Nona teriak awas nanti ada banyak orang yang datang" ucap Long dalam wujud ular
"Ehehehe, siapa suruh kalian kagetin saya" ucap Lenna cengengesan
"Yaudah, bagaimana? kami sudah menemukan yang Nona mau" ucap Yuu merubah wujudnya lalu memberi Anggrek putih pada Lenna
"Gitu dong, bagaimana perjalanan kalian?" ucap Lenna menatap berbinar anggrek putih di tangannya
"Lancar tanpa adanya halangan" ucap Yuu
"Benar, karena kami binatang suci ilahi banyak yang tidak ada yang mendekat" ucap Long membenarkan perkataan Yuu
"Oke, Nah sekarang kalian boleh istirahat, nanti aku mau tes kekuatan kalian, kalian berada di ramah apa?" Tanya Lenna
"Surga" ucap mereka berdua kompak
"Sana masuk ke ruang dimensi dan berkultivasi lah dengan Rann yang saat ini sedang berkultivasi" Perintah Lenna
"Baik Nona" ucap mereka
"Eits... Tunggu tunggu, Batas waktu kalian 5 bulan Oke?" Ucap Lenna
"Hah?! Okein aja" ucap mereka malas
"Nah sana pergi hus hus, kalian mengganggu istirahat Putri ini" ucap Lenna layaknya Putri kerajaan
"Bodo lah, kan Nona sudah jadi Putri kerajaan" batin mereka menangis dengan aksi nonanya