
Dengan penuh kesedihan Lenna terpaksa menelan semua kepahitan yang dia dapat kali ini, bahkan di kereta pun dia meminum tehnya dengan perasaan sedih
Yuwen dan Yuan hanya geleng geleng kepala pasrah ketika melihat adiknya yang sedih karena jurus andalannya sudah tidak berguna bagi Ibu mereka
Biasanya jurus ini ampuh, entah bagaimana Permaisuri bisa lolos dari tatapan maut Lenna yang biasanya berhasil
"Kak, nanti kita minta caranya ke Ibu ya" Bisik Yuan menatap kakaknya
"Tentu saja, siapa yang tidak mau ketipu sama iblis kecil ini" Bisik Yuwen menyetujui ucapan Yuan karena itu adalah momen terlangka bagi semua orang yang tidak bisa menahan keimutan Lenna
"Aku dengar loh" Ucap Lenna dengan cemberut membuat mereka berdua seketika terdiam
"Eh, nggak jadi, tadi kita bahas apa ya" ucap Yuan cengengesan mengganti topik pembicaraan
"Benar juga, apa ya tadi, ah ya tadi kamu lupa membawa....." ucap Yuwen seketika pucat mengingat sesuatu yang dia lupakan
"Lupa apa kak?" Tanya Yuan kepada kakaknya
"Kamu lupa membawa Yao! Dia sekarang mungkin nangis karena gak diajak, kalo sampe dia ngelaporin ke guru gawat nih" ucap Yuwen membayangkan apa yang terjadi
"Benar juga, sangat sangat gawat" ucap Yuan ketakutan membayangkan wajah gurunya yang serem
"Apa sih, orang dari tadi Yao ada di jariku" batin Lenna menatap keduanya malas
"Tidak apa apakan sekali kali mereka dihukum sama Tuan?" Tanya Yao dalam pikiran Lenna
"Bagus tuh, aku gak sabar melihat mereka menangis memohon ampun" batin Lenna dengan seringainya
Yuwen dan Yuan yang dari tadi merasa berkeringat dingin pun menatap satu sama lain sambil bertanya di benak mereka
"Siapa yang berfikiran buruk tentang aku?!" Batin mereka
...
Dengan waktu yang lama mereka menempuh perjalanan melewati beberapa hutan dan benua Lian akhirnya sampai juga
Mereka sampai di benua Yun dengan waktu tempuh sekitar 4 hari, dan itupun mereka harus singgah sebentar untuk beristirahat
Nah tetapi mereka juga perlu waktu untuk ke istana dan itu membutuhkan waktu setengah jam untuk sampai
"Malas banget aku tuh! Mana nih pinggang udah pegel" Keluh Lenna
"Sabar, nanti kalo udah punya suami juga lebih parah" ucap Yuan mengetes adiknya apakah dia mempunyai pujaan hati?
Lenna yang mendengar itu seketika terdiam dan di pikirannya muncul seorang pria tampan tapi ngeselin yang udah beberapa episode gak muncul
°°_Author_°° Bagi yang lupa sihlakan cek -_Chapter 04 "Pertarungan"
"******! ngapain gua ingat pria tak tau malu itu!" Batin Lenna mengibaskan tangannya menghapus ingatan itu sambil pipi merona karena imajinasinya sudah terlalu liar
Yuan yang melihat itu terkekeh lalu berkata pada kakaknya yang sedari tadi memperhatikan pemandangan di luar
"Kak, adik kita udah besar nih dan juga punya pujaan hatinya, kita kapan ya" bisik Yuan sendu karena dia dari dulu sampai sekarang masih saja Jomblo
"Benar, adik kita sudah besar mungkin sudah saatnya dia memiliki pujaan hati" timpal Yuwen menepuk bahu Yuan
"Huaaaaaa, aku gak mau adikku tercinta harus bersama orang lain" rengek Yuan
"Sabar..... Sabar... Kita tunggu saja takdir yang akan membawa kita pada pasangan kita nanti" ucap Yuwen menyemangati adiknya
"Bisakah kalian diam! Berisik tau!" Ucap Lenna dengan pipi merah malu sambil memalingkan wajahnya
"Gara gara mereka aku malah keingat terus kan" Batinnya menangis, bagaimana mungkin dia bisa lupa jika ada pembicaraan yang begitu
"....." Entahlah Yao kali ini mau protes tentang pemikiran Lenna tapi gak berani bisa bisa dia dilempar
....
Di sebuah istana megah, seorang pria sedang duduk santai sambil meminum teh dan membaca laporan laporan dari bawahannya
"Hatchi!"
"Hatchi!"
Bersinnya berulang kali membuatnya menyemburkan tehnya hingga sampai di berkas berkas itu
"Tuan apakah tuan tidak apa apa?" Tanya bawahannya khawatir dengan kesehatan tuannya
"Tidak apa apa, mungkinkah ada seseorang yang memikirkan ku?" Ucapnya halu membayangkan siapa yang membicarakannya dan membayangkan masa depannya
Author be like : 'Lu mau apa lagi bambank! udah gua bikin tuh si MC cewek memikirkan elu, eh maunya minta yang lebih, sabar dikirim ngapa ketemunya'
"Entahlah tuan, aku tidak tau, kenapa tuan sekarang malah percaya dengan mitos mitos lama?" Tanya bawahannya curiga
"Enggak ada, cuma kepikiran apakah itu benar atau tidak" elaknya tidak mau pikirannya ketauan
"Nah, buat laporan ulang untuk berkas berkas ini, aku mau istirahat" ucapnya langsung berdiri tanpa memperdulikan bawahannya
"Hiks..... hiks... kenapa aku begitu sial?! Padahal ini laporan udah aku kumpulkan sampai 2 hari" batinnya menagis
....
Mereka sekarang masuk ke wilayah Ibukota dari Kerajaan Yun, tentu saja dia tidak diperlakukan dengan baik karena sebuah 'rumor'
Lenna menatap mereka dengan pandangan meremehkan dan juga sombong seolah dirinya adalah yang paling tinggi membuat mereka menatapnya semakin benci
Sementara Yuwen dan Yuan sudah hilang dari kereta semenjak beberapa menit yang lalu agar tidak menimbulkan kecurigaan
Lalu muncullah seorang pria dengan wajah tampan tapi tidak setampan wajah pria yang selalu ada dalam ingatannya, itulah pikir Lenna
"Tunggu?! Kenapa aku malah jadi memikirkannya! sadarlah bahwa dia tidak ada disini!" Batin Lenna ingin memukul dirinya sendiri
Berani memikirkannya sama saja akan dapat amukan besar dari dirinya sendiri
"Lady Le, bolehkah aku menggenggam tanganmu" ucap pria itu tersenyum manis padahal aslinya dalam hatinya asam
"Oh sihlakan pangeran" ucap Lenna dengan pandangan meremehkan terhadap rakyat kerajaan Yun
Pandangan meremehkan Lenna membuat mereka semakin geram bahkan ada yang ingin maju memukulnya
Tetapi ada satu orang yang ingin maju memukul Lenna karena sudah tak tahan, dia adalah prajurit kerajaan Yun yang sering emosi tingkat tinggi
Namun itu bisa di cegah oleh Lenna yang langsung memukulnya menggunakan kipasnya yang dari tadi dia pakai untuk ke arogan nya
"Siapa yang ingin memukul tunangan Pangeran Yun Bei" ucap Lenna lantang dengan nada meremehkan membuat mereka semakin geram
Bahkan Pangeran Yun Bei saja ingin menampar Lenna karena dengan lantang menyebut namanya untuk dijadikan pelindung
"Sudah sudah. Mohon maaf atas ketidak nyamanan anda di istana ini Lady Le" ucap Raja melerai rakyat nya
"Pffttt, maaf? Asal kalian tau aku itu orangnya bukan orang pemaaf" ucap Lenna dengan anda merendahkan membuat mereka tambah tambah geram
Dah gitu aja terus sampai upin ipin kuliah...
....
Bonus
"Kenapa akting adik kita sangat bagus ya?" Batin Yuan menatap kakaknya
"Apa? Jangan tanya saya, saya kan ikan" ucap Yuwen mengangkat bahunya
"Yaudah nanti saya minta Ran Ran untuk bikinin kolam ikan" ucap Yuan mengeluarkan sebuah buku lalu mencatat keinginan kakaknya
"Eh, adik lucknut kau! Masa bercandaan dianggap serius!" Ucap kesal Yuwen memukul kepala Yuan
"Huweeee nanti aku aduin ke Ibu ****** kau!" Rengek Yuan
"Terserah!" Ucap malas Yuwen
....
Hai para pembaca tercinta, maaf jika nama Pangeran sebelumnya itu Lin diganti Yun Bei , karena nama itu sebelumnya hanyalah sementara karena Author malas mikir
Setelah menemukan nama Yun Bei Author akan juga mengganti nama Pangeran Lin di -_Chapter 25 "Trik pertama dimulai!"_- menjadi Pangeran Yun Bei, maaf jika namanya kurang cocok atau bagaimana
...Terimakasih telah membaca info dari Author 🙏💕...
......... ......