
Yuwen, Yuan dan Lenna kini sedang berada di Aula tempat biasanya orang orang penting di istana sedang berkumpul
Tentunya kehadiran mereka membuat mereka terkejut karena tidak ada kabar atau surat yang memberi informasi kalau mereka akan datang
"Em.... Kak seharusnya kita memberitahu mereka dari minggu lalu" bisik Lenna.
"Benar, dengan begini pasti rapatnya akan tuntas" bisik Yuan menyetujui ucapan Lenna
"Sudah sudah, jangan berbisik bisik, beri hormat dulu!" Tegur Yuwen memukul kepala kedua adiknya
"Ya maaf lah kak" Ucap Lenna melirik kearah mana saja yang penting jangan sampai dia ditegur lagi
"Dia duluan yang mulai!" Ucap Yuan menunjuk Lenna yang menatap kearah mana saja
"Salam Ayahanda dan Ibunda" ucap mereka menunduk hormat
"Salam diterima, kalian duduk!" Perintah Raja dituruti oleh ketiga orang itu
"Kenapa ada rapat Ibu?" Tanya Lenna menatap Permaisuri yang menatapnya sendu
"Kerajaan Yun telah mengetahui kerajaan kita, dan mereka mengancam jika tidak menikahkan dirimu dengan keturunan mereka maka kerajaan iblis akan di beritahu oleh masyarakat atau kerajaan lain" ucap Permaisuri menjelaskan
Yuwen dan Yuan yang mendengar itu mengepalkan erat tangannya, mereka benar benar marah karena adik mereka yang harus jadi sasaran
Sementara itu Lenna hanya tersenyum menyeringai mendengar itu
"Sudah dimulai rupanya, Benar benar sesuai prediksi" batin Lenna menyeringai
"Kalo demi kerajaan ini Ran'er akan mengorbankan diri Ran'er" ucap Lenna tersenyum polos
"Tapi ka-" Ucapan Yuan terhenti ketika merasa kakinya di injak sesuatu
"Tenanglah kak, aku punya rencana, emangnya kenapa dulu aku bisa menjadi jendral kalo tanpa rencana yang matang" Ucap Lenna berbisik
"Oh oke" Ucap Yuan menutup mulutnya
"Baiklah, besok kamu akan pergi bersama pengawal dan penjaga bayangan" ucap Raja dia tidak rela anaknya pergi
"Ayah, kenapa tidak kakak saja yang menjadi pengawal bayanganku?" Ucap Lenna berpendapat
Raja dan Permaisuri tampaknya sedang berdiskusi karena pendapat Lenna
"Baiklah, Yuwen dan Yuan ikut dengan adik kalian menjadi pengawal bayangan" ucap Raja memutuskan karena mau bagaimanapun Lenna tak akan bisa pergi tanpa keduanya, itulah pikirnya
Sebenarnya Lenna bisa hidup tanpa mereka karena mau bagaimana pun wanita itu tidak membutuhkan suami, tetapi uang agar hidupnya tercukupi
Yah..... Karena Lenna kaya hingga tak terbatas (Hasil nyuri harta hewan kontraknya) jadi dia hanya perlu santai santai di istananya tanpa masalah
Yuwen, Yuan, dan Lenna sekarang pulang ke kamar masing masing, eh maksudnya ngumpul di kamarnya Lenna deh
"Berani beraninya Raja br*****k itu mau mengambil adikku!" Marah Yuan menggebu gebu
"Marahnya tolong ditelan bang, seharusnya yang marah itu aku, bukan abang" tegur Lenna
"Andaikan aku bisa milih calon adik ipar ku pasti aku tidak akan memilih dia!" Ucap Yuan dengan kesal
"Emangnya kamu itu rakyat yang harus milih calon DPR?!" Ucap malas Lenna dengan kakaknya yang ini
"Ya tapi kan aku tidak Terima adikku yang imut ini di nikahkan oleh kerajaan tak tau diri itu, mana nanti pergi gak ada rencana." Ucap Yuan mencubit pipi Lenna karena merasa sangat gemas
"Hehehe, kalian pikir aku mau pergi tanpa rencana?!" Ucap Lenna tertawa mengerikan
"Emangnya apa?" Tanya Yuwen dan Yuan bersamaan karena merasa sangat kepo
"Bilang saja kalau aku sudah punya kekasih, nah pasti dari ujung dunia mereka akan mencari kekasihku untuk membunuhnya" ucap Lenna
"Ya.... Tapi siapa boss kuu!" Tanya Yuan
"Tentu saja pak tua itu!" Ucap Lenna tersenyum kemenangan
"Hah? Kau mau guru jadi kekasih palsu mu?!" Ucap Yuwen dan Yuan terkejut
"Yah.... Emangnya mau siapa pak bos, Monyet gitu?!" Ucap malas Lenna
"Ya tak apa sih, dengan begini mereka akan selalu gelisah sepanjang waktu" ucap Yuwen menyetujui ucapan Lenna
"Cocok tuh elu nikah sama monyet" Ejek Yuan tersenyum penuh ejekan
"Enak aje lu bang, coba lu nikah sama ikan" ucap kesal Lenna memukul kakaknya
"Oh ya, ngomong ngomong kalian udah izin belum sama guru Akademi untuk tidak masuk ke Akademi selama 1 tahun?" Tanya Lenna
"Oh, itu mah gampang, tinggal gurumu yang sepertinya belum" ucap Yuan
"Hehehe, tenang saja, aku pastikan bahwa guru akan setuju dengan alasan ku" ucap Lenna memberikan jempolnya
"Serah kau saja Putri" ucap malas Yuan
"Oh, ya aku minta kalian sebarkan tentang pertunangan ini dan sebarkan rumor rumor buruk yang bertolak belakang dari sifat ku, Oke?" Ucap Lenna mengedipkan sebelah matanya
"Ashiaap boss ku!" Ucap Yuan
"Terus apakah nanti kamu akan bersikap seperti rumor itu?" Tanya Yuwen
"Ya iyalah, emangnya aku perlu pura pura polos dan takut gitu? Aku kan berasal dari kerajaan iblis yang dibilang kejam dan serakah, jadinya kita ikuti saja rumor yang beredar" ucap Lenna mengibaskan rambutnya
"Hehehe, rencana yang matang" batin Lenna menyeringai sambil memainkan jarinya
"Nona, apakah aku boleh ikut?" Ucap Yao yang entah darimana datangnya
"Kamu bisa jadi apa kalau ikut?" Tanya Lenna memperhatikan Yao
"Aku bisa menjadi cincin mu!" Ucap Yao semangat karena dia kangen menjadi cincin di jari seseorang
"Oh, sepertinya rencana ini akan berhasil" ucap Lenna tersenyum senang
"Apa yang Nona pikirkan?" Tanya Yao
"Nah kamu kan akan menjadi cincin ku tuh" Ucap Lenna memperhatikan tangannya
"Ya, terus?" Tanya Yao
"Nah kamu aku samarkan menjadi barang yang diberikan oleh Changmin ya, karena aku jamin drama ini sangat asyik!" Ucap Lenna dengan semangat api membara nya
Yao yang mendengar itu tersenyum senang, drama yang asyik! Mana bisa langsung nonton secara live! Begitulah pikirannya
"Dah sana tidur, besok kau akan menonton secara live dengan gratis!" Ucap Lenna mengusir Yao yang sedang senang
"Terimakasih Nona!" Ucap Yao langsung keluar dari kamar Lenna dan ke tempat yang dia rasa sangat nyaman untuk di tiduri
"Hehehe, Rencana yang sangat sangat licik, aku sudah rindu dengan pemikiran seperti ini" batin Lenna mengganti pakaiannya
"Kunjungi adik adikku dulu ah~" Ucap Lenna mengenakan pakaian hitamnya
Dengan cepat dia keluar dari hutan Tengkorak lalu sampai di hutan Kematian dan tidak mendapati satupun hewan disana
Lenna memperhatikan sekelilingnya, kemana semua hewan ya? batinnya
"Aih, mungkin lagi tidur semua, langsung saja lah ke istana" ucap Lenna berpikir positif lalu melesat ke istananya
"Yuhuuuu Guys! I'm comback!" Teriak Lenna menggelar di istana
Seperti biasanya Lenna langsung membuat heboh penghuni kerajaan FireIce tetapi mereka tidak ada yang marah mau bagaimana pun jika mereka marah, Ratu mereka akan menghukum mereka
"Kakak kakak!" Panggil Agatha dan Arta menghampiri Lenna dengan senang
"Ada apa nih dengan adik adik kakak" ucap Lenna langsung memeluk mereka
"Salam hormat Nona" ucap Naga ungu dan beberapa hewan yang berada di sana
"Bagaimana keadaan istana akhir akhir ini?" Tanya Lenna penasaran
"Sangat baik Nona, kami juga telah menutup rapat rapat kerjaan ini dan kerajaan iblis agar tidak diketahui orang lain, namun kerajaan iblis diam diam terekspos oleh Kerajaan Yun" ucap Naga ungu itu
"Pintar juga mereka" ucap Lenna menyeringai kejam
"Kak, temani kami main dong!" Ucap Agatha dan Arta memelas
"Oke, kalian semakin tinggi ya" ucap Lenna mengukur tinggi Arta yang sudah berada di dadanya sementara Agatha ada sama seperti Arta tapi beda 3 cm dari kakaknya
Mereka pun bermain di taman belakang istana FireIce dengan senang hati
Lenna juga kadang memberi mereka pertanyaan pertanyaan dan itu dijawab semua oleh Agatha dan Arta tanpa ada yang salah
kadang Lenna juga mengetes kemampuan mereka, ilmu bela diri mereka, dan teknik yang mereka kuasai
Lenna juga mengajari mereka berbagai macam kreasi, melukis, dan menari
berhari hari pun berlalu, kini sudah 3 hari Lenna berada di istananya, dia juga dengan senang hati mengajari adik adiknya berlatih dan bermain bersama
"Kak apakah kakak akan pulang?" Tanya Agatha dan Arta berkaca kaca
"Tentu saja, Nanti kakak akan mengunjungi kalian lagi kok" ucap Lenna mengelus kepala mereka
"Oke kak" ucap Agatha dan Arta
"Baiklah, kakak akan pergi dulu, sampai jumpa" ucap Lenna melesat keluar istana FireIce dan mengubah wajahnya yang awalnya sangat cantik menjadi kecantikan biasa
Selama ini Lenna hanya memperlihatkan 35% kecantikannya dari kecantikan aslinya, sementara kini dia sekarang memperlihatkan 20% kecantikannya agar seperti orang biasa
Saat keluar dia melihat suasana yang masih pagi dan dia menduga bahwa sebentar lagi penghuni kerajaan iblis akan terbangun
Dengan senang hati, Lenna melewati hutan kematian dan hutan tengkorak lalu sampailah di istana iblis
Dengan cepat Lenna langsung merebahkan badannya dan langsung pura pura tidur agar dia tidak di curigai
Sebelumnya Raja dan Permaisuri saat Lenna pergi ke Akademi tidak merasakan lagi aura Rann membuat mereka melonggarkan penjagaan untuk Lenna, apalagi ketika Lenna pulang mereka juga tidak merasakan aura itu lagi
Jadi mereka berfikir mungkin saja itu adalah spirit beast yang berada di hutan Tengkorak atau hutan Kematian yang masuk ke istana
...
Terimakasih telah membaca novel ini ππ. Jangan lupa jaga terus kesehatan ya agar tidak terserang penyakit π€π€
Salam dari Author dan Lenna ππ
(Semua gambar yang Author dapatkan berasal dari Pinterest, dan untuk visual Changmin masih dicari jadinya mohon bersabar untuk visual Changminππ)