
"Hehehe, semua rahasia atau rencana kalian akan terbongkar karena aku" Ucap Lenna dengan tertawa penuh kemenangan
Lalu dengan cepat Lenna menghubungi si Yuu dan Long yang kini kerepotan mengurus Nana yang terus merengek minta Xing Cheng kembali agar dia punya teman
Entah sejak kapan Yuu dan Long menjadi pengasuh anak yang tak lain anak itu adalah Nana, entah karena gak mau dimarahi Lenna karena membuat Nana menangis atau emang niatan menjadi pengasuh
"Ya tuan ada apa?" Tanya Yuu kebingungan dengan situasi saat ini
"Huaaaaaaa, mau Xixi!!! Dimana Xixi ku!!" Teriak Nana menggema di ruang dimensi Lenna
"Eh, Eh, Nana cantik, baik, imut... jangan nangis ya nanti Xixi pulang kok" Bujuk Long terus terusan agar Nana tidak menangis
"Yuu, ada apa di dalam sana?" Ucap Lenna mengerutkan keningnya mendengar tangisan Nana
"Ini loh Nona, Nana mau si Xing Cheng pulang dan bermain dengannya" Ucap Yuu gugup, walaupun dia berkata jujur tapi dia takut di hukum
"Eh? Xing Cheng?" Beo Lenna kebingungan
"Ya Nona, dari tadi Nana tidak mau diajak main, katanya mau si Xing Cheng pulang dan main sama dia" ucap Yuu khawatir
"Haih, tuh anak ngapain dah main sama Nana, efeknya begini kan, harusnya ingat umur meskipun tubuh kek anak kecil. Hadeh~ Nanti ku marahi gak apa apa kan?" Ucap Lenna geleng geleng kepala
"Yaudah, bilang sama Nana aku memanggilnya" ucap Lenna mempunyai satu rencana agar Nana tidak nangis
Lalu dengan segera Yuu menyambungkan telepati nya ke Nana agar Nana dan Nonanya bisa bicara
"Halo Nona, ada apa memanggilku? Apa ada keadaan genting atau darurat?" Tanya Nana seketika menjadi anak penurut dibandingkan yang tadi seperti anak manja yang merengek minta di belikan sesuatu tapi beda sedikit
Sementara itu Yuu dan Long melongo melihat keajaiban didepannya dimana Nana bisa di jinakkan satu kali oleh Nona nya hanya dengan satu panggilan
"Na, kamu keluar sebentar aku butuh bantuan dari mu, bisa kan kamu keluar dari ruang dimensi?" Tanya Lenna serius dengan Nana
"Bisa kok Nona, dalam 5 menit Nana akan keluar!!" Ucap Nana langsung menghilang dari tempatnya membuat Yuu dan Long melongo
"Sejak kapan kami mengajarinya keluar dari ruang dimensi?! Padahal kan dia sering ngajak main atau minta mainan baru?!" Batin Yuu dan Long melongo dengan kejadian di depannya
Dengan cepat Nana langsung muncul dari udara lalu melihat Nona Nya yang sedang duduk manis seperti anak kecil pada umumnya
"Nana, bisakah kamu membantu Kak Shilin keluar dari kelas tata krama?" Tanya Lenna dengan senyuman manisnya, dia tak lupa ketika nanti dia disuruh masuk kelas tata krama akan meminta Nana untuk membantunya kabur
"Apa imbalan yang kudapat dari tugas itu Nona?" Tanya Nana mengerutkan keningnya, bisa saja dia lakukan itu tapi moodnya sedang tidak baik gegara Xing Cheng yang hilang tiba tiba
"Tentu saja akan kupertemukan kamu dengan Xixi atau Xing Cheng" Ucap Lenna tersenyum penuh kemenangan, setiap rencananya pasti tidak ada yang rugi, tapi malahan sama sama menguntungkan
"Beneran Nona? Baiklah apa tugasnya?!" Ucap Nana langsung duduk manis mendengar tawaran yang membuat moodnya senang
"Astaga, nih anak pikun ya? Tadi kan sudah kubilang tugasnya, masa gara gara Xing Cheng pendengaran nya menjadi tidak baik?!" Batin Lenna menangis
"Baiklah aku akan mengulangi lagi perkataan ku tadi, Tugasnya adalah membantu kak Shilin keluar dari kelas tata krama" Ucap Lenna dengan senyum manisnya
"Siapa itu kak Shilin Nona?" Tanya Nana mengerutkan keningnya, nama yang disebutkan Nonanya sangat asing menurutnya
"Tentu saja penguasa Lembah Kematian Sayang.." Ucap Lenna memukul kepala Nana karena saking keselnya
"Eheh, maafkan Nana yang pikun ini Nona, jadi kapan tugasnya di mulai?" Tanya Nana mengelus kepalanya yang berdenyut karena habis dipukul
"Besok ya Nana sayang.... Sekarang kamu main sama si Riri itu dulu ya daripada kamu gak ada teman bermain" ucap Lenna menunjuk Riri yang sedang makan cemilannya di ruang tamu istana
"Yey!! Terimakasih Nona!! Tenang saja kalau soal informasi Nana jagonya!!" Ucap Nana kegirangan lalu menghampiri si Riri
Sementara itu Lenna hanya geleng geleng melihat kelakuan Nana yang mirip seperti anak kecil, sebenarnya itu memotivasinya agar terus bertingkah anak kecil kepada kedua kakaknya
"Nona! Anda melupakan kedua kakak anda dan si harimau kecil yang tak lain Yao di luar Lembah Kematian" Ucap Yuu memberitahu sambil geleng geleng kepala melihat tingkah Nona nya yang sangat pelupa masalah begini
"Ah?! Masa?!" Pekik Lenna kaget
"Ya Nona, mendingan Nona ke sana dulu deh lalu bawa masuk kedua kakak Nona beserta si Yao karena takutnya mereka akan berpikir jauh kalau Nona terluka akibat monster monster yang ada disini" Nasehat Yuu yang tau pemikiran kedua kakaknya beserta si Yao
"Waaaaaa!! Kok aku lupa sih?! Kak Shilin aku izin ke luar dulu!! Ada yang kulupakan diluar!!" Ucap Lenna langsung melesat pergi keluar
Shilin yang mendengar teriakan Lenna hanya bisa geleng geleng kepala, dia merasakan aura seseorang di luar tapi dia tidak pedulikan karena menurutnya hanya seseorang yang hanya lewat
Tetapi nyatanya Shilin langsung menduga kalau itu adalah kakaknya Lenna dan satu aura spirit beast tingkat legenda itu adalah salah satu dari hewan kontrak kedua orang itu. Hah, dia harus hati hati sama adiknya karena dia menyimpulkan satu hal kalau adiknya itu adalah seorang Pelupa
...
Lenna melesat keluar dari istana Shilin lalu melewati banyak hewan hewan menyeramkan yang mengerutkan keningnya ketika Lenna lewat dengan keadaan tergesa-gesa
Dengan tanpa takut, Lenna langsung melewati mereka karena takut dimarahi ini itu sama kakaknya yang overprotective terhadap dirinya, dia takut kalau kakaknya masuk sembarang bisa bisa jadi korban dari hewan-hewan yang dia lewati tadi
Sesampainya disana, Lenna langsung beristirahat sebentar karena kelelahan akibat terlalu panik+lari, sementara itu Yuwen, Yuan, dan Yao menatapnya aneh
"Aih, maaf karena terlalu asik aku sampai lupa dengan keberadaan kalian" ucap Lenna mengeluarkan air minum nya karena terlalu lelah
"Kau ini!! Adik lucknut memang!! masa meninggalkan kakaknya di luar sendirian tanpa kabar!!" Ucap Yuan menarik rambut Lenna
"Yah, maap lah kak" ucap Lenna cengengesan
"Yuan, jangan gitu loh sama adek sendiri" ucap Yuwen melerai mereka lagi dan lagi
"Sekali lagi maaf ya kak, aku tadi kelupaan kalo kalian disini, maaf" ucap Lenna menunduk merasa bersalah
Yuwen dan Yuan saling bertatapan lalu...
Bruk
Mereka memeluk Lenna secara bersamaan karena gak tega juga membuat adik mereka nangis
"Maafkan kakak ya dek, kakak cuman gak mau kamu kenapa napa" ucap Yuan memeluk Lenna dengan erat
"Hiks... hiks... Kakak!!" Tangis Lenna pecah karena merasa bersalah sempat melupakan mereka, dia juga membalas pelukan mereka dengan erat
"Jangan nangis ya, kalau kamu nangis cantiknya hilang loh dek" ledek Yuwen mencubit hidung mancung Lenna
"Huaaaaa.... Maafkan RanRan kak... Maaf..." Ucap Lenna karena merasa terharu dengan kakaknya
"Sudah sudah jangan nangis loh, kamu ini cengeng banget sih jadi orang" Ledek Yuan berusaha menghibur adiknya
"Hiks.... Hiks.... Terimakasih kak, RanRan Sayang kakak" Ucap Lenna melepaskan pelukannya sambil menangis terharu dengan sifat lain dari kakaknya
"Kakak juga Sayang RanRan" ucap mereka memeluk kembali Lenna
"Hiks... Hiks.... terharu aku tuh" ucap Yao mengelap air matanya karena merasa terharu dengan pemandangan didepannya
....
"Udah jangan nangis kau Long!! Masa Naga cengeng gitu!!" Ejek Yuu menepuk nepuk punggung Long yang dari tadi menangis terharu melihat Nona Nya
"Akhirnya Nona menemukan kebahagiaannya, sementara kita aja belum!!" Tangis Long pecah membuat Yuu panik