
"Ya ya, sekarang jelaskan kenapa kamu memanggilnya kita kesini Lenna?" Tanya Yuwen menatap adiknya
"Eh, aku mau ngajak kalian ke Lembah kematian, apakah boleh?" Tanya Lenna cengengesan menggaruk lehernya yang tak gatal, dia takut mereka marah
Pffttt!!
"Hah?! Apa kamu bilang?!" Ucap Yuan tak sengaja menyemprotkan tehnya ke arah Yuwen karena terlalu kaget
Yuwen yang kesal pun hanya mengeluarkan sebuah tisu atau kain yang ada di ruang dimensinya sambil mengelap mukanya
"Ya, aku mau pergi ke Lembah kematian m-" Belum sempat melanjutkan ucapannya, Yuan langsung menggebrak meja entahlah yang penting meja kalau gak ada pukul tembok
"Jangan! Kamu mau membahayakan nyawamu hah?!" Protes Yuan
Sementara Yuwen hanya diam saja, toh dia akan selalu ikut adiknya kemanapun dia pergi mau ke dasar samudra mau ke langit pokoknya dia harus ikut
"Dengarin dulu, Woeeee!" Teriak Lenna ingin memukul kakaknya namun mulut ember itu tidak berhenti hentinya melarangnya
"Pokoknya jangan kesana! nanti kalau kamu terluka nanti kakak harus jelasin bagaimana ke Ibu!"
"Terus juga nanti kakak akan dihukum gara gara kamu kalau sampai terluka parah hingga tidak bisa di sembuhin!"
"Apalagi kalau luka mu nanti nggak bisa diobati atau kena racun dari hewan hewan itu! Apalagi kakak takut kamu pingsan karena hewan hewan menyeramkan itu, sudah cukup kecoak nanti gimana kalau laba laba berkaki 1000?!"
"Terus juga kakak nggak izinin karena dalam beberapa bulan kedepan ada perlombaan akademi yang diharuskan kamu ikut karena menjadi murid Ye Fei!"
Begitulah mulut Yuan yang tidak berhenti hentinya protes akan keputusan Lenna membuat Lenna merasa telinganya berdengung apalagi Yuan protes sampe air liurnya kemana mana
Sebuah kain yang sudah di bulatkan meski tidak sempurna mendarat tepat di dalam mulut ember Yuan hingga sangat empu tak bisa berkata kata dan walaupun bisa sedikit berbicara tapi itu tidak jelas
"Nah, akhirnya nih mulut ember bungkam juga, kalau begini kan aku bisa jelasin tanpa adanya masalah" ucap Lenna merasa puas dengan hasil yang dia buat kepada kakaknya
"Mmhh!! Mmpphh!!" Teriak Yuan tak jelas, yang jelas sekarang dia merutuki adiknya yang berani menutup mulutnya dengan kain
"Untung tadi gak ikut protes" batin Yuwen membayangkan dirinya berada di sana, apalagi kain yang Lenna pake itu adalah kain kaki yang selama ini Lenna gunain untuk lap kaki
"Nah, gini biar ku jelasin. Kakak kakakku yang ganteng" ucap Lenna dengan tatapan imutnya membuat mereka bergidik ngeri
"Eh... Iya adikku yang cantik dan imut" ucap Yuwen dan Yuan gelagapan dengan tingkah Lenna yang berubah drastis
"Tolong bantu aku melampiaskan kekesalan di Lembah kematian ya?" Ucap Lenna dengan tatapan imutnya kadang sampe orang orang luluh dengannya
"Aduh... Ingin rasanya mengurung adikku karena keimutan nya" batin Yuan sangat sangat gemas
"Gawat nih kalau adik sampai sampai punya temen laki laki, bisa bisa dia di culik malah sepertinya punya seseorang yang dia rindukan" batin Yuwen memperingati dirinya sendiri
"Nah kalo begitu ayo taklukan Lembah kematian" ucap Lenna langsung siap sementara Yuan ingin berbicara tapi mulutnya masih ditutup dengan kain
"Mmpphh! Mmmm!" Teriak Yuan mencoba berbicara, dia tidak setuju dengan keputusan adiknya itu
"Nah ayo kita pergi!" Ucap Lenna langsung menarik kedua kakaknya dan memakai jubah transparan ala ala alat d*rae*n
"Hei! Jangan tinggalkan aku!" Teriak Yao langsung berubah menjadi cincin Lenna
Yah.... Untung gak ada yang dengar karena ini sudah malam hari.... biasanya semua orang akan tidur di malam hari jadi itu tempat teraman bagi Lenna dan para kakak kakaknya tercinta
....
Disisi lain...
Agar cepat sampai Rann menggunakan wujud Unicorn nya dan duduk di punggung Rann dan itu membuat Xing Cheng kagum tapi singkat dan itu sukses membuat Rann kesal dan merutuki nya gak bersyukur
"Apakah ini sudah sampai?" Tanya Xing Cheng kebosanan, yah walaupun pemandangannya indah dari atas
"Tenang saja, ini sudah sampai" ucap Rann turun dari atas lalu menarik Xing Cheng ke sebuah gerbang melambangkan elemen api dan es dan itu sukses membuat Xing Cheng sangat sangat kagum
Lalu Rann pun membuka gerbang itu dan pemandangan indah dan tidak terkalahkan muncul membuat Xing Cheng sangat senang, setidaknya dia bisa jalan jalan daripada harus di kurung di danau itu
"Woah! Keren! Aku sudah tak sabar untuk masuk!" Ucap Xing Cheng langusng ingin masuk tapi dia langsung ditarik Rann
"Kamu mau di tuduh sebagai seorang anak kecil yang masuk sembarang di tempat ini huh?! kau pikir mereka akan langsung berbuat baik kepadamu?!" Ucap Rann memberi peringatan
"Eh, Eh iya terimakasih telah mengingatkan" ucap cengengesan Xing Cheng
Lalu mereka pun masuk bersama, seperti biasa Rann langsung di sambut oleh mereka semua termaksud kedua adik Lenna Agatha dan Arta, (wah wah yang gak ingat gawat nih)
"Kak Rann!" Teriak mereka girang, akhirnya ada juga hewan kontrak kakaknya yang datang walaupun itu hanya Rann tapi mereka senang
"Oh Agatha, Arta, apakah kalian sudah makan?" Tanya Rann menatap mereka
"Sudah dong! Kami juga sudah tambah tinggi dan tambah kuat!" Ucap Agatha memamerkan kekuatannya
Arta yang melihat itu hanya geleng geleng dengan tingkah adiknya. Agatha dan Arta makin besar dan juga sifat mereka makin bertolak belakang
Agatha masih tetap imut dan manja tapi kemanjaan nya bertambah sementara Arta sering bertambah dewasa sifatnya juga tambah dewasa, yah bertolak belakang seperti Yuu, Long, dan Rann
"Baiklah, panggil kan si paman ungu ya... Aku mau bicara dengannya" ucap Rann mengelus kepala mereka
Yah pada akhirnya dia bisa menyentuh kepala mereka karena dulu sebelum Lenna menjalankan misinya, Yuu, Long, maupun Rann dilarang menyentuh Agatha dan Arta dan itu alasannya tidak begitu jelas
"Paman ungu siapa ya?" Tanya Xing Cheng penasaran, dia habis keliling istana FireIce meskipun sebentar karena takut tersesat, ketika bahas ungu dia jadi teringat naga ungu yang kelakuannya mirip perempuan tapi masih cowok normal
°°_Author_°° Aduh.. bagi yang tidak ingat sihlakan baca kembali -_Chapter 04 "Pertengkaran konyol"_-
"Masa kamu gak ingat sama Naga yang sering kita ejek banci itu" ucap Rann malas jelasin
"Oh..... Apa?! Bagaimana mungkin dia bisa tinggal disini?!" Ucap Xing Cheng tak Terima
"Kamu darimana saja sih?! Masa gak dengar berita 1.325 tahun yang lalu?!" Ucap Rann kesal dengan Xing Cheng
"Eh, iya iya kok aku bisa lupa" ucap Xing Cheng cengengesan, biasa umurnya sudha tidak muda lagi walaupun wujudnya anak kecil
Lalu datanglah Naga Ungu itu dengan pakaian ciri khasnya dan langsung duduk di tempatnya, yah dulu selama Rann masih disini mereka duduk saja sembarang karena mau bagaimanapun mereka sudah menganggap penghuni penghuni sebagai keluarga (Jangan sampai hantu juga_-)
"Ada apa kamu memanggilku Rann?" Tanya Naga ungu itu menyesap tehnya
"Siapkan setengah pasukan, nanti kamu ikut aku ke kerajaan Kehidupan minta sama Changmin setengah pasukannya laku bantu aku membawa nih pil ke kerajaan iblis agar pasukan mereka tambah kuat" ucap Rann menjatuhkan beberapa kantong pil
"...." Kenapa rasanya dia diberi tugas sulit, ah tak apakah yang penting ada pendamping
"Oh ya siapa dia?" Tanya Naga ungu itu menunjuk Xing Cheng yang masih makan makanan yang sudah di sediakan (Jangan sampai ketularan Lenna sampai sampai makan sebelum orang makan)
"Oh, dia ini penjaga danau surga di kerajaan kehidupan, namanya sekarang Xing Cheng"
....