Infinite Destiny

Infinite Destiny
-_ Chapter 03 "Jalan Jalan Ke Pasar"_-



Sudah berhari hari Lenna tinggal di istananya, dia juga sering berlatih beberapa ilmu baru dengan hewan kontraknya maupun hewan hewan yang ada disana


Apalagi Lenna yang menjadi penguasa di hutan kematian harus menjaga hutannya dari orang jahat


Mana kedua orang itu tidak bantuin untung Rann yang selalu nolongin


"Huft~ Bosan, Rann apakah ada sesuatu yang menarik gitu?" ucap Lenna bosan


"Gimana kalo jalan jalan ke pasar di Kerajaan Wei?" Tanya Rann


"boleh juga, Rann panggilkan kedua makhluk itu dan bilang kalo kita mau jalan jalan" ucap Lenna semangat


"Baik Tuan" Ucap Rann


....


Yuu datang ke tempat Naga berada karena sebelumnya dia habis makan


Setelah nyampe, Yuu melihat si Naga atau Long tiduran di tanah tapi kepalanya dibawah


"Long kamu habis tidur? Wah cara tidur Naga ternyata begini ya" ucap polos Yuu


"INI JATUH ******! BUKAN TIDUR!!" Ucap Long tak terima, bukannya bantuin eh malah di ejek


"Bwahahaha ****** kau!" ucap Yuu


"Hei binatang suci ilahi bodoh! kalian dipanggil Tuan majikan tuh" ucap Rann datang


"Oh, Oke" ucap Yuu meninggalkan Long yang membersihkan bajunya


"Sedihnya diriku ini" ucap Long menangisi dirinya sendiri


Mereka kini sedang berkumpul....


"Nah apa kalian mau ikut aku jalan jalan ke pasar?" tanya Lenna


"Aku selalu ikut kapanpun Tuan mau pergi" ucap Yuu angkat tangan


"Aku juga" ucap Long mengangkat tangannya


"Aku selalu mengikuti Tuan majikan kemana pun Tuan majikan pergi" ucap Rann


"Baik, sana siap siap, aku hitung 10 detik kalian sudah siap ya..." ucap Lenna lalu mereka berlari mengatur persiapan


"Huft~ Ya ampun, kenapa aku harus tinggal sama orang orang yang sifatnya mirip sekali anak kecil sih" ucap Lenna meratapi nasibnya


Setelah semuanya siap


Mereka berjalan dari hutan Kematian hingga perbatasan


Selama perjalanan mereka tidak ada yang ganggu karena para hewan disana tau siapa penguasa hutan Kematian


Saat sampai di pasar Kerajaan Wei, Lenna langsung saja membeli barang yang dia suka apalagi barang untuk membuat senjata api


Yuu dan long yang melihat itu menatap aneh tuannya yang selalu beli barang


"Apa Tuan tidak boros ya?...." ucap Yuu menatap heran


"Bagaimana dia bisa miskin kalo semua hartaku diambil habis olehnya" ucap Long sedih


"Loh kan gak gampang habis kalo semua harta mu disimpan di cincin ruang, mana mungkin habis" ucap Yuu memukul Long


"Auch, Ya maap lah aku ini masih sedih dengan kejadian waktu Tuan mengambil semua harta ku" Ringis Long


"Terserah" ucap Yuu mengejar Lenna


"T___" baru saja Yuu mau panggil langsung dibungkam oleh tangan kecil Lenna


"Jangan panggil aku tuan, aku tidak mau identitas ku ketahuan jadi kamu panggil saja aku Meimei" ucap Lenna


"Baiklah" ucap Yuu mengalah


Lalu mereka pun jalan jalan dan menemukan sesuatu yang menurut Lenna sangat menarik yaitu ada sebuah kerumunan sepertinya sedang melihat sesuatu


Lenna pun menerobos kerumunan melihat apa yang terjadi bahkan Yuu, Long, dan Rann ditinggal


"Permisi ada apa ini?" Tanya Lenna sopan agar nama baiknya tidak hancur


"Disana Selir kerajaan sedang menghukum anaknya karena telah mencuri perhiasan" ucap orang yang ditanyai


"Oh, Terimakasih Tuan" ucap Lenna langsung menerobos kembali


Disana dia melihat Selir kerajaan sedang menghukum dua anaknya memakai cambuk, mana tidak diberi ampun lagi


Namun yang membuat Lenna terkejut adalah, dua orang anak itu mirip sekali dengan Arta dan Agatha


Karena gak tega dia mengambil anak itu secara diam diam dan membuat ilusi untuk semua orang


"Yuu dan Long, bawa anak ini dan obati lukanya" ucap Lenna


"Baik Tuan" ucap mereka


"Nah ayo kita lanjut jalan jalan Rann" ucap Lenna menarik tangan Rann


Banyak sekali yang Lenna beli kadang singgah di Restoran untuk mengisi perutnya


"Tuan... aku sudah capek apakah bisa berhenti?" tanya Rann


"Oh, Terserah padamu ak__" Belum sempat melanjutkan ucapannya Lenna menabrak sesuatu yang keras


"Auch, siapa sih?!" ucap kesal Lenna


"Em... Tuan..." Rann gemetar melihat orang yang ditabrak Lenna


Orang itu adalah seorang pria dengan topeng dan rambut hitam panjang tapi diikat


"Apa?!" ucap Lenna berdiri membersihkan gaunnya


"Maafkan aku Tuan, aku tidak sengaja" ucap Lenna tulus tanpa melihat orangnya dan menarik Rann menjauh untuk mencari makanan lagi


orang itu melihat Lenna dengan senyum kecilnya dibalik topengnya


"Aku akan menunggu mu Kucing kecil" ucapnya halu


.....


"Apakah sudah selesai?" Tanya Lenna pada Yuu dan Long


"Sudah Tuan, ini mereka" ucap Yuu menarik kedua anak tadi


"Em... Halo... Nona... " Ucap mereka gemetar


"Gak usah takut, panggil saja Kakak, apakah kalian punya nama?" tanya Lenna


Mereka menggeleng ketika mendengar pertanyaan Lenna


"Baiklah kalo begitu nama kalian Arta dan Agatha, bagaimana?" tanya Lenna seketika mereka gembira


"Terimakasih Kak" ucap mereka senang


"Nah ayo kita makan dulu" ucap Lenna menarik mereka


"Em.... Perasaan tadi Tuan majikan sudah makan" ucap Rann


"Kau tidak tau kalo Tuan porsi makannya banyak" Ucap Yuu malas


"Oh..." Ucap Rann


"Loh, Dimana Tuan?" ucap mereka kebingungan


"Cari pake aura saja coba" ucap Long memberi saran


"Ide bagus" ucap Yuu dan Rann lalu mencari aura Lenna


Sementara yang dicari....


"Pelayan pesanan semua makanan terenak disini" ucap Lenna diangguki pelayan itu


"Nah kalian duduk dulu ya sambil menunggu ketiga orang itu" ucap Lenna


"Baik kak" ucap mereka


Brak!


"Heh! Minggir kau ini tempat yang sering ku pesan! kalian Rakyat jelata tidak pantas disini!" ucap wanita dengan dandanan menornya


"Emang gua peduli hah?!" Batin Lenna menatap malas orang didepannya


Dia adalah Putri Mahkota Kerajaan Wei bernama Annchi yang sombong dan serakah, banyak orang yang mengagumi kecantikannya dan kultivasi nya


Dia juga salah satu murid kesayang dari 3 Sekte besar yaitu Sekte Bulan abadi


Banyak orang yang takut padanya karena Kultivasi nya sudah mencapai Jendral 5 dan sebentar lagi menerobos Raja Pertama


Pokoknya gitu deh....


"Loh, emangnya kenapa? toh disini siapa dapat dia duluan" ucap Lenna


"Kau?!" ucap Annchi kesal lalu melancarkan serangannya


Duaar


Bruk


Serangan Annchi menurut Lenna itu tidak ada apa apanya jadi dia hanya melambaikan tangan dan gadis itu terbentur di tembok


"Berani denganku sama dengan mati" ucap Lenna dengan tatapan tajam nya membuat semua orang takut


Tap tap tap


"Meimei!" ucap tiga orang pria yang tak lain adalah Yuu, Long, dan Rann


"Apa kamu tidak apa apa?" Tanya Rann masih normal menurut Lenna


"Apakah makanannya habis?!" ucap Yuu dan Long menurut Lenna mereka adalah hewan durhaka kepada tuannya


"Belum, tunggu sampai pelayan datang dan duduk sana!" ucap malas Lenna


"Yaudah" ucap malas mereka


lalu datang makanannya dan mereka pun menghabiskan makanannya


....


Rann



Long (Versi Naga)



Info


Ada 3 macam benua:




Benua Wei


Dipimpin oleh : Kerajaan Wei


Kerajaan lainnya: Kerajaan Tian dan


Kerajaan Mei


Tempat tinggal hutan kematian


Dijaga oleh Naga emas (Long)


Tempat Hutan Tengkorak


Dijaga oleh Ular bersisik emas




Benua Lian


Dipimpin oleh : Kerajaan Lian


Kerajaan Lainnya : Kerajaan Dai dan


Kerajaan Hong


Tempat Lembah Kehidupan


Dijaga oleh Angsa ekor warna warni


Tempat Lembah Kematian


Dijaga oleh Serigala hitam




Benua Yun


Dipimpin oleh : Kerajaan Yun


Kerajaan Lainnya : Kerajaan Rong dan


Kerajaan Han


Tempat Laut Darah


Dijaga oleh Naga Hitam


Tempat Laut Putih


Dijaga oleh Naga Putih




**Hai! Terimakasih telah membaca Novel ini mohon dukungannya~**