
Yuan pun mencari kakaknya dan adiknya sana sini sambil memperhatikan dengan teliti setiap hutan
"Yuan!" Seru seseorang yang tak lain adalah Yuwen sambil membawa lotus esnya
"Kak, dimana RanRan?" Tanya Yuan menoleh kiri dan kanan mencari adiknya
"Hah? Apa kamu tidak bertemu dengannya dijalan?!" Ucap Yuwen panik
"Tidak tuh kak" ucap Yuan ikut panik
"Udah lah nanti minta guruku cariin adek kita" ucap Yun memutuskan
"Eits... Eits... masa gurumu ada disini?" Ucap Yuwen heran dengan adiknya
"Hehehe, tadi aku dianterin tuh sama Harimau ke seorang pendekar hebat nah dia nawarin untuk aku dan kakak jadi muridnya tapi yang paling aku bingung kenapa adik kita tidak dimasukkan dalam daftarnya" ucap Yuan menjelaskan
"Mungkin saja umurnya belum cukup untuk melakukan pelatihan yang berat" ucap Yuwen berfikir
"Benar juga, ayo ikut aku kak" ucap Yuan menarik tangan kakaknya
.....
Sementara yang dicari sedang ngobrol dengan penguasa hutan kehidupan dan penjaganya
"Sudah dulu ya aku mau pulang ke kerajaan ku, aku udah kangen ama mereka" ucap Lenna
"Nanti kau dicariin itu bukan urusan ku kan?" Tanya Changmin
"Tentu saja, emangnya lu siapanya gua?" Tanya Lenna santai
"Eleh, emangnya elu juga siapanya gua?" tanya balik Changmin
"Yaudah by, titip salam sama langit yak!" Ucap Lenna langsung menghilang meninggalkan Changmin dan Yao
Yao menatap tuannya yang dulu
"Emangnya bisa ya titip salam sama langit?" Tanya Yao
"Entahlah, aku saja tidak tau" ucap Changmin mengangkat bahunya tanda tidak tau
.....
"Yuhuu guys! I'm comback!" Seru Lenna saat masuk ke istananya
Mereka semua langsung menatap Lenna dan memberi hormat pada Lenna karena mereka sudah kenal dengan Ratu mereka
"Kakak!" Seru dua orang anak kecil
"Ada apa? Rindu ya sama kakak?" Tanya Lenna langsung memeluk kedua anak itu
Kedua anak itu adalah Agatha dan Arta yang Lenna anggap sebagai adik, dia mengadopsi kedua anak itu karena mirip dengan adiknya yang dulu di kehidupan pertama
°°__Author__°° Bagi yang tidak ingat sihlakan baca kembali -_Chapter 03 "Jalan Jalan ke pasar"_- dimana Lenna menyelamatkan Agatha dan Arta
"Tentu saja kami rindu, bagaimana kami tidak rindu kalo kakak tidak mengunjungi kami selama 1 bulan" keluh Agatha
"Eh, emangnya perbedaan diluar sama disini beda ya?" Ucap Lenna tidak tau
"Ya emang beda Nona, 1 Minggu disini sama dengan 1 hari di luar" Ucap seorang berpakaian ungu
"Oh, gitu ya maaf ya kami kesepian karena gak ada Long" ucap Lenna cengengesan
"Tida apa apa Nona, malahan saya bersyukur dia tidak ada" ucap pria itu
Siapa lagi kalo bukan orang yang dulunya bertanding bersama Long dan diejek banci sama Long
Pria berpakaian serba ungu atau Naga ungu itu pernah muncul di -_ Chapter 05 "Pertengkaran konyol" _- dimana Long dan Naga ungu itu bermain catur Wei qi
"Oh tidak apa apa ya.... Apa tugasku menumpuk?" Tanya Lenna
"Tidak ada tugas untuk Nona, Semua tugas sekarang ditanggung oleh Ular Biru" ucap Naga ungu menjelaskan
"Baiklah, aku akan santai sebentar" ucap Lenna langsung duduk di kursinya
"Sini Agatha, Arta" ucap Lenna menarik mereka duduk di sebelahnya
"Kak kemarin kami berlatih sama Paman ungu itu" ucap Arta
"Oh ya? Apakah dia galak?" Tanya Lenna
"Tidak kok kak, dia tidak galak malah menuruti kami seperti ambilin minum, makan bahkan jadi uji pelatihan memanah kita" ucap Agatha
"Waduh, kasihan sekali Naga ungu itu, mana dijadikan uji pelatihan memanah lagi" batin Lenna
"Terus juga kami diajari jurus jurus baru dari paman ungu" ucap Arta
"Tidak susah kak, hanya di permudah oleh paman ungu jadinya kita langsung paham" timpal Agatha
"Baiklah, ini untuk kalian" ucap Lenna mengeluarkan pedang pedang bagus dari dimensinya
Pedang yang dikeluarkan Lenna adalah harta dari Long, pedang berharga bagi Long tapi Lenna gunakan untuk diberikan oleh adik adiknya
Sungguh dramatis sekali kau Long....
"Dah ya, kakak pergi dulu nanti kakak dicariin nanti kakak janji akan terus mengunjungi Agatha dan Arta" ucap Lenna mengelus kedua adiknya
"Janji ya?" Ucap Arta berkaca kaca
"Ya" ucap Lenna tersenyum lalu pergi dari istananya takut dicariin oleh kedua kakaknya itu
.....
"Yo, disini kamu ternyata" ucap Changmin terhadap Yuan yang sedang panik.
Tentu saja kemunculan Changmin atau gurunya Yuan membuat Yuwen terkejut
"Guru! bantu aku cari adikku dong" ucap Yuan sangat panik
"Adikmu namanya siapa?" Tanya Changmin menaikkan salah satu alisnya
"Kalo gak salah namanya Le Yu Ran" jawab Yuwen mengingat ingat
"Anak itu apa gak langsung ketemu kakaknya ya? Kalo ketemu mungkin sekarang bukan urusan ku" batin Changmin menangis
"Apa sih kalian berisik sekali" ucap seorang gadis di salah satu pohon membuat mereka menoleh
"Nah akhirnya, coba dia gak datang mungkin aku akan ikut urusan adik kakak ini" batin Changmin menghela napas lega
"Dasar adek sialan, dicariin dari tadi eh malah diatas pohon, dasar monyet!" Marah Yuan menggebu-gebu
"Ye.... Biarin daripada elu yang banci bang" ucap Lenna santai sambil turun dari pohon
"Udah jangan bertengkar, ayo ke istana ku kalian akan berlatih bersamaku dan menjadi muridku" tawar Changmin
"Idih, ogah gua menjadi murid elu, lu tuh tau diri gak sih kalo sebenarnya elu itu jelek" ejek Lenna dengan senyum ejekannya
"Ape lu bilang!" Kesal Changmin
"Dah dah mendingan kita langsung saja ke istana guru, Ini sudah mau malam dan kita tidak punya tempat tinggal jadi jangan bertengkar, oke?" Tawar Yuwen melerai mereka
"Oke" ucap mereka menyetujui tawaran Yuwen yang ada benarnya juga
Hari pun sudah mulai gelap, Kini mereka sampai di hutan kehidupan tempat istana Changmin atau nantinya akan menjadi daerah Yuan
Changmin juga menceritakan banyak hal mengenai hutan kehidupan dan lembah kehidupan membuat kedua orang itu mengerti kecuali Lenna yang sudah tau
"Nah sekarang kalian boleh mencar cari kamarnya, tapi jangan jauh jauh dari tempat kalian dilatih oke?" Tanya Changmin
"Oke" ucap Yuwen dan Yuan
"Kalo aku?" Tanya Lenna polos
"Kamu itu anak ilang, maaf aku tidak menerima anak hilang" ejek Changmin
"Dasar kau kakek kakek!" Ucap kesal Lenna menginjak kaki Changmin
"Auch, Sopan lah sedikit sama orang tua dong!" Ringis Changmin merasa kakinya hampir patah
"Ye.... Enak saja kita itu sama loh derajatnya" Ucap Lenna
"Tapi tetap saja aku lebih tua darimu!" Elak Changmin tak terima
"Idih, udah Terima ya dibilang 'Tua'?" Ejek Lenna mencemoh orang didepannya
"Enak saja kau, dasar mulut ember" ucap Changmin menarik rambut Lenna
"Woi! Dasar lo sialan! lepas gak?!" Ucap Lenna memberontak
"Nih karena gua masih baek hati" ucap Changmin melepaskan rambut Lenna
"Ya udah, aku mau tinggal diruang dimensi ku saja, disini aku tidak diterima" ucap Lenna yang tau kalo Changmin sudah mengetahui ruang dimensinya
"Ya, Ya, sana" usir Changmin
"Bodo amat" Ucap Lenna menghilang di udara kosong seolah dia tidak pernah disana
"Oh ya ampun berikan aku kesabaran untuk menghadapi gadis atau anak kecil ini" batin Changmin berharap agar dewa mengabulkannya