Infinite Destiny

Infinite Destiny
-_ Chapter 41 "Kebalikan"_-



"Hah?!" kaget Lenna mendengar permintaan mereka, selama ini Lenna mau aja nuruti kemauan mereka tapi mereka gak ada yang minta dan baru kali ini mereka minta permintaan yang menurut Lenna akan sangat membuatnya pusing di masa depan


"Dek, kamu baik baik saja?" Tanya Yuan menatap adiknya yang dari tadi bengong memikirkan satu hal


"Ah iya aku baik baik saja" Ucap Lenna sadar akan dirinya, lalu dia memikirkan satu orang yang tak lain adalah Riri mungkin saja kalau dia punya adik bisa Lenna manfaatkan


"Nanti ya aku cariin, kalian santai santai dulu sana" ucap Lenna akhirnya pasrah dengan permintaan mereka


"Yey!! Thx Nona!!" Girang mereka lompat lompat


Dengan cepat Lenna menghubungi kedua orang yang sedang bertugas tapi beda tempat


"Xing Cheng!! Rann!! Apa kalian masih lama disana? Kalo tidak pulanglah" Lenna memberi pesan kepada hewan kontrak dan Xing Cheng


"Oke, oke Nona, aku akan pulang, mumpung sudah selesai semua tugas Nona" Pesan Rann dengan penuh semangat


"Nona.... Tolong Xixi, Xixi ditinggal di Kerajaan Nona dan sekarang sedang dimainin sama adik Nona" pesan Xing Cheng


"Hm.... Rann kamu jemput Xixi dulu ya" Ucap Lenna lalu Rann menyetujuinya karena dia sendiri yang membuang Xing Cheng di kerajaannya


Lalu mereka pun melanjutkan perjalanan nya, awalnya Lenna meminta kakaknya diam dulu dengan alasan mencari coklatnya yang hilang atau kelupaan lalu setelah menemukan satu coklat di kantongnya Lenna langsung beralasan


Mereka berjalan hingga sampai di suatu gerbang yang sebelumnya Lenna lihat dengan penuh kekagumam


"Wah, walaupun baru ditinggal sebentar kok rasanya masih sangat keren ya? Mungkin nanti aku bisa minta istananya buat aku" batin Lenna berdecak kagum


Begitu pula dengan Yuwen dan Yuan yang ikut kagum dengan pemandangan didepannya meskipun terkesan menyeramkan tapi ada kesan elegan nya juga


"Woah dek, ini istana siapa megah bangett!!" Ucap Yuan penuh kekagumam


"Tentu saja sang penguasa Lembah Kematian, emangnya Penguasaan alam kubur hah?!" Ucap Lenna memukul kakaknya entahlah sudah berapa kali dia memukul kakaknya


"Auch, Jangan keras keras dong mukulnya, dan juga jangan mukul di kepala kan bisa mukul di lengan!!" Ringis Yuan mengusap kepalanya


"Hah..... B*d*hnya mulai aktif ya bundd" Ucap Yuwen geleng geleng kepala


"Iya nih bund, sekarang rasanya ingin memukulnya sampai ke laut" ucap Lenna membersihkan tangannya takut kena penyakit


"Hiks... hiks... Kalian tega banget..." Tangis Yuan pecah dan gak ada yang peduli dengannya


.


β—€Skipβ–Ά


.


"Oh kalian disini ya, ayo masuk sudah kutunggu dari tadi" ucap Shilin menghampiri mereka


"Hah??" Bingung Yuan dan Yuwen


"Yey!! Mana Riri dan Nana kak?" Tanya Lenna ingin segera memasukkan Nana karena mendengar ocehan ocehan tak penting di dalam ruang dimensinya


"Ah, itu si Nana lagi main sama Lala, sementara Riri udah pergi katanya dipanggil ibunya" ucap Shilin menggaruk lehernya, entah kenapa dia merasa kalo Riri pulang dengan niat lain


"Nana? Kamu bawa dia dek?" Tanya Yuan membuat Lenna berkeringat dingin, bagaimana mungkin dia mengatakan untuk membantu Shilin kabur dari kelas tata krama


"Ya, tentu saja karena katanya dia bosan di ruang dimensi terus tanpa adanya teman" Ucap Lenna beralasan, walaupun keringat dingin di punggungnya bercucuran dia masih tetap mempertahankan ekspresi meyakinkannya


"Hmm...." Yuwen meneliti merasa ada yang salah dengan adiknya tapi tidak tau dimana letak yang salah itu


"Oh ya kalo Lala itu siapa?" Tanya Yuwen kepada Shilin yang dengan santai mendengarkan percakapan mereka


"Lala...." gumam Shilin mengingat ingat, dia lupa Lala itu siapa karena habis nangis mau di masukkan ke kelas tata krama oleh ayahnya


"Oh nanti kalian akan mengetahuinya, ayo cepat masuk!!" Ucap Shilin setelah mendapatkan kembali ingatannya tentang Lala


Sementara itu Shilin hanya menatap mereka dengan pandangan sendu


"Hiks... Hiks... Aku ditinggal perasaan yang sering ditinggal si Yuan deh kenapa sekarang aku?!" Tangis Shilin menggambar di tanah menggunakan sebatang kayu


Author: Yah aku hanya kasihan saja dengannya yang sering ditinggal, maap ya nanti jadwal kalian ditinggal akan bergantian kok


Shilin: No No!! Lebih baik sekali ditinggal daripada ditinggal lebih dari 1 kali!!


.


.


.


Brak


Yah Lenna kali ini langsung masuk dan nendang pintu masuk istana karena mau bagaimana pun Lenna tau kalo yang dia tendang adalah pintu dengan kualitas terbaik yang takkan pernah patah


Yuwen dan Yuan hanya melongo betapa tak sopan nya adiknya kepada seorang pemilik tempat ini, ternyata benar apa yang dikatakan Ibu bahwa Lenna harus masuk ulang kelas tata krama


"Fix, bukan adek gua" batin mereka


Author: Ya iyalah, dari kemarin aja gak ngaku adeknya sekarang gak ngaku lagi apa setelah ini bilang anak pungut ya? πŸ€”πŸ€”


"Kakak kakak, ayo masuk jangan sungkan anggap saja rumah sendiri!!" Ucap Lenna dengan senyum khas cerianya


"Anggap ruang sendiri gundul mu!! Ini rumah orang bukan rumah elo kenapa sekarang jadi terlihat seperti tuan rumahnya??" batin mereka


"Em... itu pintu baik baik saja kan?" Tanya Yuan takut dia yang harus mengganti rugi rumah orang


"Kaki mu tak apakan? aku tau itu pintu gak gampang rusak jadi aku khawatir kaki mu ngerasa sakit" Ucap Yuan tak peduli dengan uang dia hanya peduli dengan adiknya


"Fix, yang itu bukan kakak gua" batin Lenna menatap Yuan malas


"Tak apa kok, itu pintu tahan banting jadinya tenang saja" ucap Lenna menenangkan mereka


Oh ya aku melupakan keberadaan Yao yang saat ini ikut dengan Shilin karena malas dengan Nona nya yang kelewat bar bar


"Apa kau yakin Nona ku takkan merusak perabotan ku dan menghancurkan barang barang di istana?" Tanya Yao ragu ragu karena tau kalo Nona nya suka buat ulah


"Tenang saja, tadi aku tinggal dia barang barang di istana masih lengkap tanpa ada pecah atau hilang" ucap Shilin meyakinkan dirinya sambil mencabut beberapa bunga yang mekar di kebunnya


Yah tadi Shilin mengajak Yao untuk ke kebun bunganya karena Lenna yang sudah menghafal tempat di istana jadinya dia biarkan Lenna mengajak kedua kakaknya jalan jalan dulu


"Udah semua nih, mumpung buat adekku dan keponakan ku yang baru lahir" ucap Shilin menatap natap semua bunga yang dia cabut


"Ayo lah ke istana, aku khawatir dengan istana mu" ucap Yao disetujui Shilin


Mereka pun balik ke istana dan langsung mendapati pemandangan yang Shilin tak pernah lihat sekalipun


"Kan.... dugaan ku benar.." Batin Yao geleng geleng kepala


"I-ini kenapa pintu ku bisa begini? untunglah tidak ada yang rusak tapi kok ada bekas sepatu anak ya?"


...


Hai semua!! Maaf Author akhir akhir ini jarang update karena tugas yang banyak dan lainΒ²


πŸ˜₯πŸ˜₯


Maaf ya kepada kalian semua karena Author jarang update, kalau Author ada yang salah mohon maaf karena Author juga masih belajar πŸ₯€πŸ₯€


Terimakasih πŸ™πŸ™πŸ’•πŸ’•