Infinite Destiny

Infinite Destiny
-_ Chapter 31 "Rencana" _-



"Eh, tunggu!" Ucap Yuan memegang pundak Lenna mencoba untuk tidak pergi


"Apalagi kak?" Tanya Lenna


"Jadi gini, kenapa kamu gak rawat aja anak ini, kan enak bisa ngabulkan apapun" ucap Yuan entah dapat darimana ide itu


Anak itu atau penjaga danau surga tiba tiba merasa punggungnya dingin mendengar kata kata yang dilontarkan Yuan


"Benar juga, Yaudah aku ambil ya! Bye!" Ucap Lenna langsung menggendong anak itu dan melesat pergi


"Hei! Kau mau membawa ku kemana?!" Berontak anak itu


"Tentu saja rumahku, emangnya aku tinggal di alam bawah!" Ucap Lenna malas


"Tapi tetap saja kamu tidak boleh membawaku! aku ini harus menjaga danau surga!" Ucapnya tak terima


"Siapa juga yang mau sama danau itu, kan ada di dekat istana mana ada yang tau" ucap malas Lenna dengan anak itu


"Ya sama saja! Nanti kalau ada manusia yang tau bagaimana?!" Ucapnya masih memberontak


"Nggak ada, yakin deh" ucap Lenna meyakinkan


"Awas kau!" Ancam nya marah


"Ku jatuhin ya?" Tanya Lenna kesal


"Jangan! Tapi lepaskan aku!" Ucap anak itu tidak terima di gendong, dia bukan anak kecil lagi!


Lenna yang malas pun pada akhirnya menjatuhkan anak itu karena sangat kesal


Bruk


"Auch!! Ngapain kamu menjatuhkan ku!! Aku kan mintanya lepas!" Protes anak itu tak terima


"Loh katanya minta di lepasin, kan benar harus dilepasin lalu jatuh, apa itu benar?" Tanya polos Lenna menatap anak itu


"Ya nggak gini juga!" Ucap anak itu malas


"Dah sana, aku malas meladeni mu" ucap Lenna berjalan meninggalkan anak itu


"Ya sana pergi" ucapnya mengusir Lenna


Tanpa sadar saat melihat ke sekeliling dia tidak tau tempat apa yang sekarang dia tempati, maklum udah tua


"Eh, Eh?! Jangan pliss jangan tinggalkan aku" ucapnya memelas


"...." Kenapa rasanya Lenna ingin sekali menjatuhkan anak ini dari ketinggian?


"Tadi maunya ditinggal, sekarang malah gak mau, maunya apa sih?!" Kesal Lenna


"Baiklah tapi ada syaratnya" ucap Lenna


"Apa itu? Jangan yang susah ya syaratnya" ucapnya dengan mata berkaca kaca


"Turuti semua keinginan ku dimasa depan nanti, bagaimana?" Ucap Lenna dengan senyum liciknya


Anak itu bingung harus menjawab apa, dia sangat bingung jika dia tinggal disini namun dia juga tidak mau menuruti keinginannya


"Baiklah aku setuju" ucap anak itu


Terpaksa dia menyetujui ucapan Lenna, yah dia berharap agar dewi Fortuna memihak nantinya kepadanya, bagaimana mungkin dia harus menyetujui ucapan Lenna agar bisa keluar dari sini


Dia juga berharap agar Lenna tidak meminta apapun yang sangat berharga di dunia atas, nanti kalau ketahuan bisa berabe dia


Lenna yang melihat itu tersenyum puas, sekarang akhirnya dia tidak perlu minta lagi coklat sama gurunya, kan ada yang lebih baik daripada itu


"Baiklah namamu sekarang Xing Cheng, bagaimana?" Tanya Lenna menggendong anak itu


"Oke deh" ucap Xing Cheng malu malu, baru kali ini dia dikasih nama karena sebelumnya dia tidak diberi nama jadi ada perasaan bahagia di hatinya


"Mulai sekarang kamu akan tinggal di ruang dimensi ku ya, jangan lupa nanti titip salam sama hewan hewan ku" ucap Lenna tersenyum manis membuat Xing Chen punggungnya berkeringat dingin


Setelah menyimpan Xing Chen di ruang dimensinya, Lenna langsung berlari menuju kerajaan Yun


Nanti ketika ada waktu dia pasti mengunjungi Xing Chen karena dia sangat ingin adik laki laki selain Arta


Saat di tengah jalan Lenna langsung teringat sesuatu, baru kali ini dia lupa sesuatu yang sangat sangat penting


"Aduh.... Gimana ini, mana belum mandi lagi" ucap Lenna mondar mandir, orang orang menyebutnya orang gila karena Lenna mondar mandir gak jelas


Saat sampai di istana dia langsung mengganti bajunya yang awalnya basah menjadi bersih dengan kilauan membutakan mata


Lina dan Lia yang melihat itu hanya geleng geleng. Apakah Nonanya emang seperti itu dari kecil?


"Ayo Lina, Lia. Apa tadi aku dipanggil" Tanya Lenna penasaran sambil mengangkat dagunya


"Benar Nona, tadi ada yang menyampaikan pesan terhadap Nona" ucap Lina dengan senyum cerianya


....


Sementara itu di Ruang Dimensi...


Xing Chen kini sudah berada di ruang dimensi Lenna, dia melihat sekeliling dimana ada banyak pil, herbal, ramuan, makanan, dll.


Xing Cheng mulai berjalan menyusuri sudut sudut dari ruang dimensi agar dia hafal jalannya


"Yo! Kamu anak baru ya?" Tanya Yuu datang secara tiba tiba dan tanpa diundang membuat Xing Cheng sangat sangat kaget


"Eh, siapa kamu?" Ucap ragu Xing Cheng melihat Long dan Rann yang ikut menghampiri nya


"Perkenalkan aku hewan kontrak Nona, Namaku Yuu" ucap Yuu dengan senang hati, sekarang dia lebih mood dari sebelumnya


"Aku juga hewan kontrak Nona, Namaku Long" ucap Long narsis


"Aku juga hewan kontrak Nona, Namaku Rann dan Nona lebih menyayangiku" ucap Rann dengan senyum cerahnya


"Enak saja kamu, aku tuh yang paling disayang!" Ucap kesal Yuu memukul kepala Rann


"Ya tapi itu kenyataan kan?" Tanya Rann berfikir ke belakang


"Terserah kau saja kuda betina" ucap malas Yuu menarik Xing Cheng berkeliling


"Eh, tunggu kau burung tua bodoh! Kau pikir kamu bisa seenaknya jika Nona lebih menyayangi ku?!" Ucap Rann mengejar mereka


"Seperti biasanya aku ditinggal" batin Long menangis, kini dia bermain dengan benang benang yang ada di bajunya sambil menerima kenyataan pahit


"Long, kamu disini ya, buatkan aku susu dong, aku rindu dibuatkan susu denganmu sedangkan kalau Rann yang buat susunya gak enak semua, yang enak hanya susu yang kamu bikin" Rengek Nina


"...." Bisakah dia bersantai sebentar? kenapa bisa dia menyukai susuku yang menurutku tidak enak gitu?!


"Baiklah baiklah" pasrah Long berjalan menuju dapur, jika dia tidak merawat baik baik Nina bisa bisa dia dapat hukuman dari Lenna


"Yey! Yey! Terimakasih Long!" Ucap Nina melompat lompat penuh kebahagiaan


Selama ini Nina ketika tinggal disini dia sangat senang diperlakukan dengan baik, dia kira kalau selama ini dia dirawat dengan tulus tapi dia tidak tau kalau Lenna pasti tidak ingin hewan kontraknya untung


Saat Nina sudah nyaman di ruang dimensi nanti Lenna akan minta apa saja yang Nina bisa karena jika dari awal tidak diberi perhatian begitu pasti tidak menuruti keinginan Lenna


"Ayo kita susul mereka" ucap Long membawa susu yang Nina mau


"Ayo Long! aku tidak sabar bertemu dengan orang baru di daerah ini!" Ucap Nina senang


...


Kini kelima orang itu sedang berkumpul mendiskusikan rencana rencana untuk menghancurkan kerajaan Yun


Lenna dari awal memang ingin menguasai benua Yun, kenapa? menurutnya masyarakat disana di didik dengan tidak benar dan diperlakukan tidak adik oleh Rajanya sendiri


Maka dari itu kelima orang itu kini sedang berdiskusi mengenai penyerangan nanti kedepannya


"Hm.... menurutku sih lebih baik memakai pasukan dari kerajaan FireIce gimana?" Tanya Yuu berpendapat


"Saya menyarankan agar lebih memakai pasukan dari kerajaan kehidupan, karena nanti bisa dituduh Nona bersekutu dengan iblis" ucap Xing Cheng menyarankan


"Tapi kan kekuatan dari pasukan kerajaan kehidupan tidak setara dari pasukan FireIce yang dilatih Nona" Timpal Long berfikir keras


"Tapi kan aku setuju dengan Xing Cheng, nanti Nona dianggap bersekutu dengan iblis karena kehebatan dari pasukan FireIce melebihi kekuatan pasukan biasa nya" timpal Rann setuju dengan Xing Cheng


"Aku punya saran nih, lebih baik setengah dari pasukan kerajaan kehidupan dibawa dalam medan tempur sementara untuk pasukan FireIce lebih baik menyamar menjadi pasukan FireIce"


"Dan juga pasukan dari kerajaan kehidupan di beri pil yang bisa membuat mereka makin kuat untuk sementara waktu" Saran Nina yang dari tadi sudah paham dengan apa yang terjadi


"Baiklah, rapat ini sudah berakhir dengan keputusan Nina, sekarang ayo kita keluar dari ruang dimensi dan menyiapkan semuanya nantinya" ucap Yuu mengajak mereka


"Ayo!" Ucap mereka semangat