
Abah yakin? Suara ine dengan tidak sabarnya. Sama. Inayah pun terkejut atas ucapan abah selepas shubuh tadi. Abah tidak bercanda kan? Ine masih tidak percaya, mengikuti gerakan abah yang mengambil kopi di meja menuju ke teras depan. Ne? Abah bisa tersandung, kalau diikuti terus begitu. Abah geleng-geleng kepala melihat kelakuan ine. Naya.. Kamu duduk dulu sini bareng abah dan ine. Inayah hanya mengangguk.
"Sepertinya dhuha memang memiliki perasaan khusus padamu, nay. Dia terlihat antusias sewaktu abah bilang kamu single, bukan milik siapa-siapa lagi, pernikahanmu dan damar dibatalkan. Itu sah, insyaa Allah".
" Bah, maaf. Naya menghargai keputusan abah, Naya juga menghargai perasaan bang damar jika memang ia memiliki perasaan khusus untuk inayah. Naya gak mau terburu-buru, ini masalah ikatan sakral, ibadah terlama dan terbaik dalam kehidupan, pernikahan. Naya butuh waktu. Maaf, bah."
"Ambil waktu sebanyak yang kamu mau, inayah. Abah tau, ada rasa trauma jika dikaitkan dengan pernikahan, tapi jangan terlalu lama, tidak baik." Ucap abah lugas mengelus kepala Naya yang tertutup hijab.
Inayah mengangguk.
"Terimakasih bah." Inayah mendekatkan tubuhnya, memeluk dalam cinta pertama nya, meresapi kehangatan dalam pelukan tubuh tegap abah, walau usianya tak lagi muda.
####
Udara pagi ini terasa semakin dingin, menusuk luka-luka ditubuh pria yang kehilangan bobot badannya, tubuhnya kelihatan ringkih, sorot mata lelahnya memandang awan yang sepertinya sebentar lagi akan menangis, berbulan-bulan ia terdampar di salah satu desa terpencil, jauh dari jangkauan yang berada di pulau kalimantan selatan.
Mereka bertahan selama berbulan-bulan berbekal kehidupan yang ada didesa tersebut. Beruntung warga sekitar menerima dengan tangan terbuka.
Inayah... Gumamnya lirih.
Ada perasaan sakit dan berdebar yang datang bersamaan ketika damar menyebutkan nama wanita yang tertambat dihatinya sampai sekarang, berbulan-bulan lamanya ia mencoba mencari pertolongan untuk bisa kembali ke pulau di mana ia dan keluarganya tinggal. Nihil, sulit sekali ternyata. Bahkan mungkin, saat ini mereka yang terdampar sudah dinyatakan gugur.
Bersabar, ini lah akhirnya. Beberapa hari lagi, tidak akan lama. Ia terus berdo'a, semoga satuan nya yang berpusat di kota kalimantan segera menemukan mereka, dari sinyal yang dikirim oleh bantuan salah satu warga.
####
"Naya berangkat ne". Siang itu, selepas membantu abahnya, naya berniat berkunjung kerumah umi, ibunya damar. Semenjak pernikahannya dibatalkan. Ia dan keluarga damar jarang sekali bertatap muka.
"Bah, bagaimana dhuha?". Ine membuka percakapan ketika ia lihat punggung inayah sudah menjauh dari halaman rumah. "Belum ada kabar ne. Dhuha sedang pulang ke kotanya dua hari lalu, seperti nya pun akan bertahan lama, mengingat ada kendala dari keluarganya di kota." Abah menyeruput kopi dari gelas keramik kecil yang disuguhkan istrinya, ine.
Terlihat ine menghela nafas.
"Hmmm... " Ine tidak boleh su'udzhon, ingat?.
"Sudahlah ne, biarkan takdir yang berperan. Jika memang naya berjodoh dengan dhuha, kita bisa apa? Kalau pun mereka bukan berjodoh, ya sudah."
Ine mengangguk.
###
"Mereka menemukan sinyal damar dan temannya, itu yang umi tangkap dari pembicaraan abi dengan pimpinan satuan damar di kota."
Deg
"Maksudnya mi?
####
assalamu'alaykum teman-teman pembaca. maaf ya, sudah berbulan-bulan tidak muncul. semoga masih setia. aku kasih kado special untuk teman-teman semua. visual Damar Anugerah
Nama asli visual nya Damar Anugerah adalah Dhuha ya, sebenarnya bang dhuha ini Angkatan Udara. tapi gak apa-apa ya, anggap aja didunia halu kita dia angkatan darat.
#Salam penuh cinta dari saya
jangan lupa hadiahnya, like, comen dan vote. terimakasih