
3 tahun berlalu,,,,
Ada banyak perubahan dalam kehidupan inayah dan abahnya. Saat ini, Inayah sedang merapikan penampilan abah. Beberapa menit lagi abah akan mengucapkan ijab qobul keduanya dengan perempuan bernama Ratih.
"Abah siap." Inayah mengusap pelan lengan abah yang tertutup kemeja koko berwarna putih.
Abah tersenyum. "Kamu?"
"Naya bahagia jika abah pun bahagia. Cukup simpan ine disini!"
Inayah mengambil tangan abahnya, kemudian membuka lebar jari-jarinya abah, merekatkan kedua jarinya, erat, menempelkan nya ke dada abah.
"Disini!"
Abah mengangguk.
Abah merentangkan kedua tangannya, membawa tubuh Inayah kedalam pelukannya.
Terharu, sudah pasti. Merasa dari beberapa tahun ini, hidupnya dan abah semakin membaik apalagi setelah bik Ratih datang membuka lembaran baru.
"Naya do'akan semoga pernikahan abah ini menjadi pernikahan yang terakhir, diberkahi oleh Allah serta menjadi pernikahan sakinah, mawaddah dan warohmah."
Keduanya pun mengamini.
###
"Saya Terima nikah dan kawinnya Ratih kusuma binti gunawan dengan mas kawin tersebut, tunai."
Suara abah menggema dalam musholla yang tak jauh dari rumah mereka.
Teriakan sah sebagai pertanda jalinan dimulai.
Abah, laki-laki cinta pertamanya Inayah sudah memiliki kisah baru dengan perempuan bernama Ratih. Seorang janda dengan 2 anak laki-laki, usia nya masih terbilang muda 35 tahun, lebih muda 10 tahun dari abah.
Barakallahu lakhuma wa jama'ah baina khuma bi khoir
Pernikahan sederhana dengan di hadirin oleh tetangga-tetangga sekitar, para wali murid, dan sebagai saksi adalah keluarga dari mantan suaminya bik Ratih. Sebab kedua orangtua bik Ratih sudah lama berpulang.
Inayah tersenyum melihat kebahagian abah dan bik Ratih yang menyapa para tamu.
Mamah baru, insyaa Allah semoga kisah baru ini diberkahi selalu oleh Allah. Aamiin. Dalam hati Inayah berdo'a.
####
Pagi hari setelah malam kebahagian itu. Inayah, abah, mamah ratih dan kedua anaknya beranjak dari rumah menuju pantai untuk berlibur. Perjalanan yang hanya beberapa menit itu dilalui mereka dengan perasaan bahagia. Walau hanya dengan menyewa mobil milik tetangga mamah ratih, ya... mulai malam tadi, inayah sudah merubah panggilannya terhadap bik ratih.
Dan disinilah mereka. Pantai Ulee Lheue, salah satu pantai terbaik di kota banda aceh. Juga termasuk dalam kategori destinasi wisata keluarga ramah lingkungan. Sebab disini banyak digunakan oleh para keluarga untuk liburan.
Beberapa jam mereka berjemur, inayah mulai merasa penat. Namun perasaan nya saat ini, tetap membuncah. Kedua kali nya ia akan merasakan memiliki keluarga utuh selepas beberapa tahun lalu kepergian ine, ibunya.
Rasa haru tiba-tiba menghampiri. Ia amat merindukan ine, ibunya. Dulu sewaku kecil abah dan ine sering mengajaknya berlibur ke pantai ini. Tak tertahan juga airmatanya menganak. Rindu ne, abah sudah bahagia. Ine pasti bahagia juga kan.
Sesekali ia mengusapi matanya yang masih jelas berembun. Naya Sayang ine, tunggulah naya disana ne.
Hamparan air pantai bergelombang, meliuk-liuk bagai bermain kejar-kejaran. Kedua adik tiri inayah masih terlihat bermain air, membuat rumah dari pasir padat dan tertawa sambil saling melempari.
Tawa itu pun menular pada inayah, kedua adiknya menariki pergelangan tangan inayah, mengajak ia untuk ikut bermain bersama. Inayah tidak bisa menolak. Saling melempari, tertawa sesekali berkejaran.
Sedangkan dari kejauhan, kedua sejoli menikmati desiran rasa baru, saling meraba detak jantung yang kian berdebar. Seperti anak abege yang sedang kasmaran.
Abah dan mamah ratih menautkan jari-jari mereka, mengisi sela-selanya hingga penuh, bergandengan menuju anak-anaknya.
######
Bersambung,,,