
Kehadiran anggota baru yang dinantikan beberapa bulan lamanya menyajikan kebahagian tak terkira. Abah yang sudah tidak muda lagi, kembali mengulang momen membahagiakan mengurus bayi tengah malam, memandikan, mengganti popok dan lain sebagainya.
Inayah juga tak kalah bahagia, memiliki adik yang jauh dari usia nya. Begitu pun dengan Raihan dan furqon. Mereka sangat antusias menjaga adik bayi berjenis perempuan itu.
Bayi berusia seminggu lebih itu di beri nama Syakila Naima binti Hamzah, yang artinya perempuan yang memiliki wajah cantik, berkepribadian baik dan akan menikmati hidupnya diatas agama Allah.
####
Hari berlalu begitu cepat, tidak terasa usia Syakila sudah 6 bulan lebih. Bayi perempuan itu sangat menggemaskan dan sangat cantik, menjadi kesayangan bagi semua orang dalam rumah.
Hari ini, Inayah akan berangkat menuju kampung kabanjahe, dimana ia ditempatkan untuk melaksanakan tugas lapangan nya.
Abah membekali banyak nasihat pada nya, begitu juga mamah Ratih. Tangis haru menghiasi keberangkatan Inayah ke luar daerah.
Inayah merupakan kakak kesayangan mereka. Sudah hampir 25 tahun usia Inayah namun masih begitu manja dengan abah dan mamah Ratih.
"Inayah berangkat mah." Inayah memeluk mamah Ratih mengecup keningnya. Mamah ratih berdo'a agar Inayah selalu diberkahi oleh Allah.
Beralih mengambil tangan abah, menciup dengan takjim. "Abah jaga kesehatan ya".
"Semoga ilmu yang kamu dapat mendapatkan berkah Allah, jangan lupa untuk terus bersyukur. Baik dalam keadaan apapun." Nasehat abah sebelum Inayah beranjak dari teras rumah.
####
Tiga bulan lamanya ia akan berada di kampung ini, Kabanjahe sumatera Utara.
12 orang yang terdiri dari 7 mahasiswa dan 5 mahasiswi. Dari 3 Fakultas Kampus bernaung mereka.
Kabanjahe merupakan salah satu kecamatan yang berada di Kabupaten Karo, provinsi Sumatra Utara. Secara geografis nya kecamatan ini berada di Barat Laut provinsi Sumatra Utara dengan luas daerah sekitar 4,31 km² dan berpenduduk sebanyak sekitar 74.111 jiwa.
Kabanjahe berjarak 10 km dari kecamatan Berastagi, salah satu kawasan wisata daerah dingin di kabupaten Karo, Sumatra Utara. Pemandangan indah tersaji dengan apik dari kejauhan. Dua gunung api yang masih aktif, yakni Gunung Sinabung dan Gunung Sibayak, menjadi daya tarik sendiri bagi wisatawan yang datang berkunjung.
Begitu pula dengan rombongan mahasiswa-mahasiswi KKn yang diikuti oleh Inayah. Mereka melakukan observasi lingkungan dan mengembangkan dakwah islam di sana.
Sesuai dengan simbolis Kampus mereka, menegakkan Islam secara kaffah di daerah-daerah.
####
Perempuan itu baru turun dari motor matic dan berjalan menuju minimarket. Motor yang dikendarai nya pun ber plat BL menandakan bukan dari daerah sumatera Utara, melainkan dari daerah aceh.
Mengingat-ingat dimana ia pernah bertemu dengan perempuan itu. Sekilas kalimat damar memenuhi ingatan nya.
Abang dan kiara sudah bercerai, nay....
Kiara...
Iya ingat, sewaktu masih tinggal di rinon, perempuan bernama kiara itu pernah menemuinya.
Apa benar ia kiara? istrinya bang damar, maksudnya mantan istri. Inayah menebak-nebak dalam hati.
Kenapa sampai disini?
Inayah mengelengkan ringan kepala nya. Terlalu larut dalam lamunan, lupa bahwa ia berjalan dengan teman nya bernama vivi, terlihat sudah sangat jauh ia tertinggal. Inayah menepuk jidatnya. "Vi...,"
Vivi menoleh dan terkejut. Dia tersadar, bahwa dari tadi berbicara sendiri. Melirik kanan-kiri Vivi malu dengan ulah nya sendiri. "Nay..."
Berjalan menghampiri inayah, menutup sebagian wajah nya menahan malu. Padahal dari tadi orang di sekitar juga tidak tahu-menahu.
"Kamu kok disini, bukan nya tadi kita barengan ya jalan nya". Kembali vivi melirik-lirik sekitar. Ia pun mendapati inayah menyengir, dari gerakan matanya terlihat jelas.
"He..maaf vi".
"Yuk!".
#####
Bersambung,,,,