
author pov ✌
Al berjalan cepat ke kamarnya.sampai didepan kamar Al membuka pintu dan masuk,kamar Al masih gelap,lampu belum dinyalakan oleh Al.saat Alhendak menyalakan lampu,tiba tiba
'bruukk'
seseorang menjatuhkannya ke kasur dan menindihnya.Al berusaha mendorongnya.namun sia sia usahanya,seperti seseorang yang sangat kuat menindihnya.
bahkan ilmu bela dirinya tidak mempan.Al berusaha berteriak,tapi mulutnya ditutupi oleh tangan orang itu yang sangat besar.
kemudian benda besi tajam menyayat pipinya.membuatnya semakin meronta ronta.dijilatlah darahnya oleh orang itu.Al kegelian kemudian orang itu menyayat di tubuh Al yang lain seperti atas payudara,lengan atas,paha dan jari telunjuk.yang itu semua membuat Al semakin lemas karena syok dan juga kekurangan darah.
kesadaran Al semakin berkurang.seragam yang dikenakan Al juga sudah tak ada rupa,digantikannya dengan baju tidur oleh orang itu.
kemudian Al disuntikkan sesuatu yang membuat Al melupakan kejadian selama 1 jam terakhir.
(efek obat yang disuntikkan membuat Al lupa 1 jam yang lalu.tepatnya saat Al baru pulang dari rumah farrel.jadi,Al lupa kejadian dengan sepupunya itu)lalu sang pelaku keluar lewat jendela kamar Al.
###
Brian mengetuk kamar Al.
"dek..bangun...ayo sarapan..udah jam segini loh..ntar kamu telat."
masih tidak ada suara didalam.
"dek...."panggil Brian lagi
sudah hampir 10 menit Brian menunggu di depan kamar Al,tapi nihil hasilnya.sampai sampai Brian mengira Al ngambek dengan kejadian semalam.
"Al...kamu gak buka pintunya aku dobrak loh!"
dari bawah mama Al mendengarnya,karena suara Brian sangat keras kali ini.
"mas Brian,kalo gak dibuka buka ini tante punya kunci cadangannya.."
"eh,iya ta ---"
'ceklek'
pintu Al terbuka memotong ucapan Brian.Brian yang melihat terkejut dengan luka sayat di pipi Al dan karena Al kemarin dipakaikan baju tidur berlengan dan celana panjang,jadi tidak terlihat bekas sayatan di anggota tubuh yang lain.
"ya ampun dek...pipimu kenapa?!" khawatir Brian.
"hah?"heran Al sambil memegang pipinya.Al merasakan bekas sayatan disana.
"eh,apaan ni" Al segera berlari ke cermin berukuran tubuhnya.
"loh mas!kok ada bekas sayatan si di mukaku?"
teriak Al berhasil mengambil perhatian mama dan papanya.
mama dan papa Al bergegas menuju kamar Al di pojok lantai 2.
"lah iya dek..mangkanya mas tanya kenapa pipimu."
"ada apa ini ribut ribut?!"tanya papa Al lantang
"ya ampun Al..kenapa pipimu nak?"tanya mama Al sambil memegang hati hati pipi Al bekas sayatan.
"loh Al,kenapa kamu?"tanya papa Al dengan muka cemas.
"aduh..gak tau gak tau..ini juga aku gak tau kenapa..tiba tiba bangun tidur ada.lagian aku juga gak ngerasa sakit.palingan ke cakar kukuku pas tidur." jawab Al frustasi dengan pertanyaan pertanyaan yang dia sendiri tidak tahu jawabannya.
"iya masa kecakar kuku?orang itu dalem banget lo dek..kaya pake benda tajam" bantah Brian.
"emang kemarin gimana?kegiatannya selama sehari..coba inget inget.."tanya papa
'wadduh...bisa berabe kalo Al cerita kejadian semalam'batin Brian.
"emm..kemarin ya..?"tangan Al mengusap dagunya dan matanya menerawang keatas mengingat kejadian yang dia lalui kemarin.
"kemaren aku berangkat sekolah,sekolah biasa aja gak ada apa apa,terus..pulangnya.." Al melihat tajam Brian.
"mas B gak bisa jemput"lanjut Al sewot.
Brian hanya membalas dengan watados nya.
"loh,terus kamu pulangnya gimana nak?"tanya mama khawatir.
"tapi tenang aja ma..untungnya aku ada kerja kelompok..jadi aku kerumah temen dulu baru pulang.pulangnya dianterin sama temen.terrruuusss..." Al berusaha mengingat.namun nihil.ingatanya seakan telah dihapus.
(padahal emang dihapus sih).
Brian menelan ludah dengan sulit.dia takut Al menceritakan perbuatannya tadi malam.
" Al lupa terus gimana.mungkin karna ngantuk banget jadi lupa.ya paling aku langsung mandi ganti baju tidur.tapi..kayaknya gak mandi deh..soalnya aku rasa gerah lengket banget badanku..kaya gak mandi seharian..ya mungkin karna kmrn ngantuk banget jadi cuman ganti baju doang terus tidur." jelas Al panjang lebar sembari mengangkat bahunya.
"yeekk..jorok banget kamu dek..!!"ejek Brian.
'untung...ehm..tapi apa Al pura pura ya?perasaan tadi malem Al gak ngantuk banget pulang dari rumah temen.malah sadar total gara gara aku cium..hah..sudahlah gausah dipikirin..egp.eh..tapi kalo gitu berarti rencana ku buat Al gak deket deket sama aku gagal,ah..sudahlah..tinggal cium lagi atau...' Brian terhanyut dengan pikiran nya sendiri sampai dia tak sadar bahwa sedang diperhatikan 3 orang di kelilingnya.
"ih..apaan mas B ini...senyum senyum sendiri...merinding tau liatnya!mending aku lah gak mandi gara gara ngantuk banget..dari pada mas!senyum senyum sendiri kaya orgil..ih..mikirin yang gak gak nih ya.. ??"goda Al.
Brian hanya menatapnya dengan datar.
'ya mikirin kamu ..makanya aku gila karnamu!'batin Brian.
"yah..sudah sudah..ayo turun..makan ...Al mandi terus urus luka nya itu...abis itu cepet turun..sekitar 45 menit lagi kamu masuk.loh.."lerai papa
"ah iya?!" Al terkejut lalu melihat jam .
kemudian bergegas mengambil handuk dan berlari ke kamar mandi yang terletak di dalam kamarnya.papa dan mama Al yang melihatnya hanya geleng geleng kepala.
###
sampai di kelas,Al menemukan teman sebangkunya yang sudah datang dan menyapa Al.namun Farrel kaget dengan pipi Al yang dilapisi plester panjang.
"pagi!eh,Al pipi lo napa?"
Al hanya menggelengkan kepala dan mengangkat bahunya.memberi isyarat bahwa dia sendiri tidak tau.
"ha??kok.."
"sssttttt.." Al menunjuk bu Dian yang sudah memasuki kelas.Farrel melihatnya hanya menghela nafasnya berat.
###
pelajaran masih di mulai.tapi seisi kelas sudah banyak yang pergi ke alam masing masing.termasuk cewek berambut kepang samping ini.Al berusaha melawan nafsunya yang ingin sekali ke alam lain.sehingga Al memutus kan untuk ke kamar mandi untuk membasuh mukanya.
di perjalanan menuju km.tak henti hentinya Al menguap.sehingga Al tidak sadar dengan orang yang didepannya dan kemudian menabraknya.
"eh eh...maap.."ucap Al dengan mata setengah tertutup karena sangat berat ngantuknya.
orang itu memegang tangan Al ke atas membuat empunya mendangak keatas menatap wajahnya.
"Ashalina Donahue ya.."siswa itu memberi senyum devilnya.ya,yang Al tabrak adalah seorang siswa.Al mengernyitkan alisnya.