IMPOSSIBLE

IMPOSSIBLE
Apa yang dimaksud dengan kuyang?



Kuyang, Krasue, atau Palasik adalah folklor tentang siluman berwujud kepala manusia dengan isi tubuh yang menempel tanpa kulit dan anggota badan yang dapat terbang untuk mencari darah bayi atau darah wanita setelah melahirkan.Makhluk ini dikenal masyarakat di Kalimantan. Kuyang diceritakan sebagai manusia (wanita) yang menuntut ajaran ilmu hitam untuk mencapai kehidupan abadi.


Dalam mitosnya, kuyang adalah nama hantu yang melegenda di Pulau Kalimantan. Biasanya berwujud wanita. Ia bisa melepas kepala dari bagian tubuhnya dan terbang bersama organ tubuhnya seperti jantung, hati, usus dan ginjal. Apabila kuyang terbang di malam hari, biasa ada semacam cahaya merah atau api kecil yang mengikutinya.


Kuyang memiliki dua taring di kiri dan kanan mulutnya. Biasanya, kuyang mencari mangsa pada malam hari. Dan untuk mengelabuhi korbannya, sewaktu-waktu kuyang bisa berubah menjadi seekor burung atau kucing.


Kuyang biasa mendatangi seorang perempuan yang hail besar dan mengusap perutnya. Kuyang berasal dari manusia hidup yang bisa berubah menjadi makhluk penghisap darah.


Dalam buku itu disebutkan, orang Banjar mencirikan kuyang sebagai seorang perempuan berambut panjang yang saat berjalan di malam hari selalu menutupi bekas guratan di lehernya atau menutupi bagian kepala dengan kain, supaya tidak kepanasan terkena sengatan matahari.


Orang Banjar juga yakin bahwa kuyang takut dengan bawang merah, terlebih dengan bawang merah tunggal. Selain itu, makhluk jadi-jadian ini juga takut dengan cermin, sisir, pisau dan rumput jariangau.


Untuk menghindari gangguan kuyang, orang-orang sering meletakkan benda-benda tersebut di dekat seorang ibu yang baru melahirkan atau bayi yang baru dilahirkan.


Umumnya, orang Banjar juga menggunakan tali ijuk sebagai tali ayunan bayi yang di-pukung (dibedong sehingga menutup bagian leher dan hanya kelihatan bagian wajah-kepala). Tujuannya, untuk mencegah dan menghindari gangguan kuyang dan makhluk halus.


Sebab, konon katanya, kuyang dan makhluk halus itu takut dengan tali ijuk. Untuk itu, ijuk juga dipakai sebagai dinding atau pelindung rumah. Caranya dengan mengikatkan tali ijuk tersebut di sekeliling bagian atas rumah.


Biasanya, kuyang yang melayang bersama organ tubuhnya itu akan tersangkut di tali ijuk yang terpasang di atap dan dedak bisa menempel di organ-organ dalam miliknya. Oleh sebab itu, orang-orang zaman dulu sering meletakkan dedak atau tali ijuk di atap rumah.


Untuk membunuh kuyang, seseorang harus menemukan tubuh bagian bahwa yang ditinggalkannya. Setelah mendapatkannya, orang harus memasukkan benda-benda tajam di sambungan lehernya. Hal itu akan membuat kuyang tidak bisa menyatu kembali dengan tubuhnya dan akan membuatnya mati lemas.


Dilansir dari buku itu, menurut cerita, kuyang di Kalimantan punya minyak sakti yang disebut Minyak Kuyang, dalam bahasa setempat disebut Langa Kawiyang atau Minyak Kawiyang, Minyak Sumbulik atau Minyak Kuyang.


Konon katanya, minyak tersebut adalah sumber kesaktian kuyang. Menurut mitos, manusia biasa yang terkena Minyak Kuyang itu bisa berubah menjadi mahkluk tersebut.


Rangkum fakta tentang Kuyang yang dipercayai masyarakat Indonesia.



Perempuan dengan organ dalam yang menjuntai.



Tak berbeda jauh dengan Leak, hantu yang ada di Bali. Hantu Kuyang adalah sosok siluman berwujud kepala perempuan dengan rambut panjang dan organ dalam tubuh yang menggantung tanpa kulit.



Mencari bayi dan darah wanita hamil atau setelah melahirkan.



Tak hanya sosoknya saja yang menyeramkan. Konon menurut kepercayaan warga, hantu tanpa organ dalam ini mencari bayi dan darah wanita hamil atau setelah melahirkan.


Jika Kuyang telah makan darah, maka kemampuannya akan lebih sakti dan tidak bisa dikalahkan oleh kemampuan atau kekuatan apapun.



Wanita yang menuntut ajaran ilmu hitam untuk hidup abadi.



Konon, Kuyang sebenarnya seorang wanita yang menuntut ajaran ilmu hitam untuk mencapai kehidupan abadi.


Pada siang hari, hantu Kuyang menjadi manusia biasa yang mengenakan jubah. Lalu saat malam datang, ia terbang mencari tumbal. Masyarakat yang melihat saat terbang, mengaku sosok itu seperti burung besar.



Serupa dengan Palasik Kuduang, hantu dari Minang.



Kepercayaan ini tak hanya dipercaya oleh warga Kalimantan saja. Di Minangkabau, ada juga yang sosoknya mirip dengan Kuyang, bernama Palasik Kuduang. Palasik Kuduang ini sangat ditakuti ibu-ibu di Minangkabau, khususnya yang memiliki balita.


Sama seperti Kuyang, Palasik Kuduang juga mengincar anak bayi atau balita, baik yang masih dalam kandungan ataupun yang sudah mati (dikubur). Konon katanya jika palasik bertemu dengan anak balita yang sedang digendong ibunya, maka mereka akan berusaha untuk menghiburnya.


Hal ini dilakukan untuk menyerang balita tersebut dan mencari tumbal bayi dengan kepala melayang dan tubuhnya tetap berada di rumahnya.



Tak hanya di Indonesia, ada juga di beberapa negara.



Ternyata hantu serupa Kuyang tidak hanya ditemukan di Indonesia saja, tetapi ada juga di beberapa negara, salah satunya di Negeri Jiran, Malaysia.


Menurut kepercayaan Malaysia, konon ia adalah bidan wanita biasa yang telah membuat perjanjian dengan iblis untuk mendapatkan kekuatan gaib. Syaratnya dengan tidak memakan daging selama 40 hari. Namun ia melanggar dan dikutuk menjadi seperti itu.


Doa pengusir Kuyang.


Kuyang merupakan salah satu bentuk setan yang menjadi musuh manusia. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Surat Fathir ayat 6 yang berbunyi:


إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ


Artinya: Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.


Agar dapat terhindar dari perbuatan jahat Kuyang, umat Muslim disunnahkan membaca surat An-Naas yang memiliki keutamaan berlindung kepada Allah SWT.


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّا سِ 


qul a'uuzu birobbin-naas


"Katakanlah, Aku berlindung kepada Tuhannya manusia,"


(QS. An-Nas 114: Ayat 1)


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


مَلِكِ النَّا سِ 


malikin-naas


"Rajanya manusia,"


(QS. An-Nas 114: Ayat 2)


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


اِلٰهِ النَّا سِ 


ilaahin-naas


"Tuhannya manusia,"


(QS. An-Nas 114: Ayat 3)


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


مِنْ شَرِّ الْوَسْوَا سِ ۙ الْخَـنَّا سِ 


ming syarril-waswaasil-khonnaas


"dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi,"


(QS. An-Nas 114: Ayat 4)


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّا سِ 


allazii yuwaswisu fii shuduurin-naas


"yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,"


(QS. An-Nas 114: Ayat 5)


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


مِنَ الْجِنَّةِ وَا لنَّا سِ


minal-jinnati wan-naas


"dari (golongan) jin dan manusia."


(QS. An-Nas 114: Ayat 6).