
"hmm..jadi kamu galau kenapa nih dek?"
tanya Zaidan yang tengah duduk menekuk lutut disamping Al sembari menatap jalanan ibu kota dari atas loteng.
"hmm.."Al menghembuskan nafas kasar.
"bingung aku kak"lanjutnya.
"hm?"Zaidan menoleh ke Al dan menaikkan sebelah alisnya.
"jadi,,aku sebenernya masih belum punya temen,eh lebih tepatnya gak mau."
"loh?kok gitu?"
"ish!dengerin dulu orang ngomong!" Al memukul lengan Zaidan.
"ee iya iya!aduh..main pukul ae neng ! " Zaidan memegang lengannya yang baru dipukul Al.
Al hanya mendengus kesal.
"huft...jadi aku di sekolah itu terkenal nya ansos."
"lah,bentar bentar dek.kakak mau tanya.kamunya napa gak mau punya temen?"
"hmmm...gak tau kak.aku ngrasa nyaman aja.temen itu yang ada cuma ngrepotin,ngeselin,emmm ada ada aja deh!"
"ckckck..." Zaidan menggelengkan kepalanya lalu memegang kedua pundak Al.
"egois kamu dek...manusia kan makhluk sosial?emang kamu mau dibilangin ngrepotin atau apalah itu?"
"ya gak lah kak.!aku kan orangnya gak ngrepotin"
"ya mana tau kalo kamu gak ngrepotin.taunya kan temen itu ngrepotin."
"trus maksud kakak ini?"
Al memegang kedua tangan Zaidan yang berada diatas pundaknya lalu dibawanya ke atas pahanya.kini posisi duduk mereka berhadapan dengan Al duduk menduduki kedua betisnya.
zaidan heran.
"aku slesein critaku dulu ya.."ucap Al lembut.
'oalah..kirain apaan dek...dasar kamu tuh sok drama banget gayanya!'batin Zaidan.
Zaidan membalas dengan senyuman dan mencubit pipi Al sekilas.lalu posisi duduk mereka kembali seperti semula,menghadap jalanan ibukota yang ramai lalu lalang berbagai kendaraan.
"terus kak,sekitar hampir 2 minggu yang lalu tuh aku diminta masuk geng jj. geng jj tu geng cewek ter ter di sekolah.yang minta itu ketuanya langsung.soalnya katanya aku tuh orang nya perfect banget kecuali sifat dingin ku..dan dianya bakal bantu aku biar gak judes lagi.lah,ntar kalo aku dah masuk,bakal didaftarin ikut audisi untuk jadi trainee.dan juga ketuanya tuh maksa banget..tiap hari rasanya aku kek dihantui sama dia.gak tau dapet nomorku dari mana,dia chat akuu terus.akunya kan jadi risih.aku udah nolak mentah mentah, jadi mikir mikir lagi gara gara katuanya yang keukeh pantang nyerah ngrayu aku biar masuk.gimana menurut kakak?"
"eumm...menurut kakak sih kamu terima aja dek..kesempatan emas ini.itung itung biar kamunya gaulz dikit gitu...."
lagi lagi Al memukul lengan Zaidan.
"enak aja!kirain aku cupu apa?gini gini gue kece bro!"ucap Al sambil bergaya metal.
"iddih...alay!"sambil mendorong tubuh Al dari samping.
"yah..pokoknya saran kakak kamu terima ajakan itu.rugi kalo nolak.percaya deh!"
"hem??tapi,akunya gak nyaman"
"mungkin sekarang kamu belum biasa aja...tapi,lama lama kamu pasti ngrasain indahnya mengisi hidup dengan teman. teman itu mewarnai hidup kita..apalagi jaman jaman abg gini..."
"hmm..ya yaaa..ntar aku pikirin lagi deh...makasih lo kak"
"hmm.."
setelah 20 menit diloteng tanpa pembicaraan apapun dan hanya menatap kosong jalanan,mereka kembali ke rumah dan memakan makanan cepat saji tadi yang sempat di beli di perjalanan.