
Farrel mengikuti Zaidan dari belakang sampai mereka sampai diloteng,tapi sebelum itu mereka melewati kamar Zaidan,lalu Zaidan menawarkan Farrel agar mandi terlebih dahulu dikamarnya agar segar dan mengganti baju nya dengan punya Zaidan terlebih dahulu.
Tadinya Farrel menolak,tapi gara gara Zaidan yang memaksa dan berkata bahwasannya dia bau,Farrel jadi malu dan menuruti perkataan Zaidan agar mandi terlebih dahulu.
Setelah mandi,Farrel sudah mengenakan kaos lengan pendek berwarna hitam milik Zaidan yang dipinjamkan tadi,dan itu sangat pas ditubuhnya.
Lalu Farrel menyusul Zaidan yang sudah menunggunya di loteng.
" sudah kak. " ucap Farrel sambil duduk dikursi sebelah Zaidan.
" hm..jadi..mau nanya apa tadi? "
" em..kok bisa kakak jadi idol korea sana? "
" ahh ya itu ya.."
Zaidan membenahi duduknya agar lebih nyaman dan melanjutkan perkataannya.
" jadi,dulu aku pernah liburan kesana 1 bulan, sama keluarga inti aja..trus gak sengaja ketemu manajer real entertainment,dan dia tertarik sama tampangku,akunya diajak biar ikut audisi.dia bilang pasti keterima.ya aku jawab,saya gak ada passion di bidang musik atau perfilman....saya sendiri juga belum bisa bahasa korea,cuman bisa bahasa indonesia, inggris dan prancis aja. "
Zaidan menjeda perkataannya dengan meminum soda yang tadi dia bawa dari dapur.
" terus ya gitu..dia maksa banget..katanya masalah keterampilan nantinya pas trainee bisa diasah dan diajarkan,begitu pula bahasa.ya aku tetep kekeh nolak,lagian iya masa calon penerus donahue group jadi idol?di Korea pula.."
" iya ya.. " Farrel menanggapi.
" ya aku tetep dikasih kartu nama nya,katanya buat kalo aku berubah pikiran.tadinya aku bener bener gak mikirin itu sama sekali,tapi begitu aku liat konser salah satu grup idol disana untuk nemenin Al,aku jadi penasaran,gimana rasanya dipanggung ngedance sambil nyanyi dan disorakin orang banyak,aku penasaran banget..akhirnya aku angkat masalah ini ke keluarga,dan pada akhirnya mama papa setuju saja aku tinggal di Korea menjadi idol disana.tapi,sampai usiaku 30 tahun. "
" kenapa kak kok dikasih batasan umur? "
" iya soalnya umur segitu aku sudah harus kembali ke Indonesia buat menikah dan melanjutkan perusahaan papa. "
" Lah,gimana kakak bisa melanjutkan perusahaan kalo kakaknya aja sibuk sama trainee dan nantinya kalo sudah debut?pastinya kan bakal lebih sibuk lagi? "
" iya..aku kuliah online rel selama ini..aku ambil jurusan ekonomi.dan setiap aku pulang ke Indonesia aku setiap hari ke kantor papa bantuin ono ini,yaa mungkin bisa dibilang kaya magang gitu..cuman bedanya bebas. "
" ah..gitu..enak banget yaa hidup kakak,sudah ganteng,kaya,hidup terjamin,pinter..baik!wisss top deh!!! " puji Farrel sambil mengacungkan kedua jempolnya.
Zaidan tersenyum mendengarnya.
" ya..gak enak juga rel...ketampanan ku ujian ku. "
" oh ya,kamu kenal Al dari kapan? "
" dari awal Al pindah.soalnya kita sebangkuan. "
" ohh..jadi kalian sebangkuan?sampe lulus ntar ya? "
" iya..hehe "
" hmm..bagus deh dia sebangkuan sama orang baik kaya kamu "
" oh ya,tadi yang dateng siapa sih?kok kamu sama Al kek udah kenal gitu? "lanjut Zaidan.
"ah..itu kakel kita..dia sukanya godain Al."
" oo..la ngapain ya dia kesini? mama papa ku sampe pulang ke indonesia cuman buat nyambut dia. "pikir Zaidan
Farrel hanya diam saja tak membalas,dia juga ikut berfikir untuk apa kakelnya datang.perasaannya tidak enak.
setelah lama berbincang sambil meminum soda,waktu telah menujukkan pukul 9,yang berarti Farrel sudah harus pulang.
sebelum itu,sekitar jam 7 Farrel dan Zaidan melihat Al pergi dengan Gavin dengan dress hitam elegannya,dan itu membuat mereka bertanya tanya dalam hati ada apa sebenarnya.dan saat Farrel hendak pulang,Al belum juga datang,sampai Farrel di garasi dan ditemani Zaidan,Al datang.
" wahh..akhirnya dateng juga adekku! dari mana aja dek? " tanya Zaidan
" abis makan. " jawab Al jutek karna dia sudah lelah dan ingin segera merebahkan diri ke kasur empuknya.
"yaudah, tidur sana gih! jangan lupa ganti baju gosok gigi!"
"hmm.." Al sudah ingin masuk rumah,kembali menahan kakinya dan berbalik mengahadap Gavin yang berada didepan mobilnya.
"oh ya kak,makasi ya" ucapnya singkat lalu melanjutkan langkahnya menuju kamarnya.
Gavin membalasnya dengan senyuman,Al tak melihat senyuman itu karna sudah berbalik badan duluan.
Sedangkan Farrel yang sedari tadi menyimak,dadanya serasa panas,dia cemburu.
tanpa ba bi bu,Farrel segera menaiki mogenya dan pamit pada Zaidan lalu secepatnya pergi meninggalkan rumah Al.
"yaudah kak Zaidan,aku juga pulang ya..salam mama papa!"pamit Gavin dan diangguki Zaidan.lalu mobil Gavin melaju menjauhi rumah Al.