
Pada waktu itu sekitar tahun 2015, Zana dan juga Daniel semakin hari semakin akrab oleh keduanya dan orangtua mereka juga sudah saling bertemu.
Hingga pada akhirnya Daniel melamar sang pujaan hatinya yang bernama Zana Xinyan, orang yang telah membuat hari hari Daniel lebih berwarna setelah ia putus dari mantannya yang pertama.
Daniel mengajak Zana ke sebuah restoran yang terletak di daerah Tanggerang Banten yang bernama steak moen moen, sudah jelas kesukaan Zana. Daniel mengajak Zana untuk makan malam bersama lewat WhatsApp
"Sayang, aku ajak kamu ke sebuah restoran steak favorit kamu nih yuk buruan gih kamu siap siap ya neng geulis" Gombal Daniel
"Idih, masih ada aja gombal dah kamu nih yaa Daniel" Ejek Zana
Beberapa menit kemudian setelah Zana bersiap siap untuk makan malam yang terletak di salah satu restoran yang berada di daerah Tanggerang Selatan, Zana terlihat sangat bahagia sekali dikarenakan itu adalah hari istimewa bagi Zana dan juga Daniel.
Zana dan Daniel pun merayakan Anniversary mereka yang ke 5 tahun sudah mereka jalanin dari kuliah sampai sekarang ini, Daniel memberikan sebuah kado yang sangat bagus dan mewah sekali
"Happy Anniversary yang ke 5 tahun sayang, semoga kita makin langgeng amin." ucap Daniel
"Oh My God, kamu masih ingat anniversary kita dan?" Tanya Zana
"Hehe iya dong, ouh iya aku mau ngomongin sesuatu kepadamu Zana." Ucap Daniel
"Mau ngomong apaan?" tanya Zana
Daniel pun mengeluarkan sebuah kotak kecil yang berisikan cincin emas untuk melamar sang pujaan hati
"Ehem...sesungguhnya aku ingin mengungkapkan ini sudahh sejak lama setelah kita lulus kuliah ini Zana, tapii aku blm sempat hingga pada akhirnya kita mempunyai pekerjaan masing masing dan udah siap lahir batin aku mau ngomong sesuatu yang amat penting." ucap Daniel
"Ihh...apaan buruan ngomong atuh Daniel." ujar Zana
"Hehe iyaa Zana, aku mau mengatakan kamu bersediakah jadi istriku dan menerima aku dengan sepenuh hatimu." memohon Daniel
Sambil mengeluarkan cincin untuk dipasangkan di jari manis Zana
"Will You Marry Me Zana?" tanya Daniel
"Oh My God, aku terima dan lamaran dari kamu." jawab Zana
"Yesshh...puji Tuhan terimakasih banyak Zana, engkau telah menjadi calon istri aku." ujar Daniel
Beberapa menit kemudian setelah Zana dilamar sang pujaan hati, Zana diajak untuk makan malam bersama calon suaminya yaitu Daniel dan membicarakan hal yang serius
Sesampainya dirumah, mereka langsung saja pergi ke kamarnya masing masing kaka Daniel bertanya kepada Zana
"Selamat yaa Zana kamu udah dilamar sama Daniel, sekarang kamu akan sah menjadi nyonya Daniel." Ucap Aurelie Emanuel
"Hehehe...sama sama kaka, ini berkat dukungan kaka ko makasih banyak ka sekali lagi udah bantuin aku untuk mendapatkan Daniel." Ujar Zana
Beberapa menit kemudian setelah melakukan aktivitas, pada saat Zana melewati sebuah kamar kosong yang bertanda seperti ini
"Mohon, yang tidak kepentingan dilarang masuk akan ada hukuman yang tetap masuk ke dalam kamar tersebut."
Seketika membuat Zana makin penasaran akan hal itu, namun untuk tidak sekarang karena diam diam mamanya Daniel mengintai Zana untuk masuk ke dalam kamar tersebut.
"Aduh...merasa aku diawasi dari sini sih hmm, sebenarnya apa yang sedang terjadi pada keluarga ini? Kenapa mama dan ayahnya melihat aku seperti orang yang dicurigai atas hal itu hmm...." batin Zana
Pada saat Zana menoleh ke arah kiri tiba tiba saja mama Anetta menghilang dari hadapannya Zana, semakin aneh bukan pada keluarga ini. Apa yang sedang terjadi pada keluarga ini sih hmm...orang orang pada mengintai diriku ini.
Akhirnya mama Anetta pun pergi juga dari tempat pengintaian tersebut, akhirnya ya seperti normal kembali. Pada saat itu keluarga Daniel liburan ke pantai Zana tidak diajak dikarenakan ia masih ada urusan dengan kantor tersebut, kini Zana dirumah sendirian tanpa ada orang orang dirumah kini Zana akan masuk ke ruangan rahasia tersebut.
Zana sangat berhati hati agar orang orang tidak tahu bahwa ia masuk ke dalam kamar rahasia tersebut, pada saat mau masuk ke kamar rahasia ada bibi mak Ijah datang
"Nak, jangan masuk ke dalam bahaya bisa bisa kamu tidak bisa keluar dari sana hanya orang orang tertentu saja yang dapat masuk ke dalam ruangan tersebut." ucap mak Ijah
"Hmm...memangnya ada apa bibi dengan ruangan ini?" tanya Zana
"Sini ikut bibi dulu nak, ke kamar bibi" jawab bibi
Pada saat udah sampai di kamarnya bibi lantas saja bibi bercerita
"Jadi gini nak, ruangan itu rahasia sekali dan tidak sembarangan orang masuk ke dalam kamar itu." ucap bibi
"Memangnya apa yang sedang terjadi?" tanya Zana
"Mereka itu pengikut sang iblis untuk mengikuti ajaran sesatnya," jawab bibi
"Ha? Aku kira kerja keras mereka untuk memiliki rumah semegah ini." Zana terkejut
"Awalnya mereka berusaha kerja keras dan mendapatkan rumah ini, namun mereka belum puas nak mereka melakukan ilmu hitam dan juga mencari tumbal untuk dijadikan sesembahan sang iblis tersebut," ucap bibi
"Siapakah sang iblis tersebut bi?" tanya Zana
"Iblis tersebut bernama Sakura," jawab bibi
"Ha? Sakura bi?" tanya Zana lagi
"Iya nak, kamu kenalkah dengan Sakura?" tanya bibi
"Iya bi, dia dulu sahabat kaka saya yang bernama Windha. Dan aku udah memasukan Sakura ke dalam neraka jahanam tersebut bi." jawab Zana
"Astaga...maybe dia balas dendam terhadap kamu atas apa yang telah kamu perbuat selama ini." ujar bibi
"Tetapi aku harus bagaimana bi? Supaya bisa mengalahkan mereka?" tanya Zana
"Kamu, harus bersikap biasa kamu kan sebentar lagi akan menikah dengan Daniel nah kamu bersikap biasa seperti tidak terjadi apa apa terhadap kamu. Kalau kamu bertingkah aneh dan tanya hal macam macam mereka akan curiga terhadap dirimu Zana, aku harap kamu tidak menanyakan ruangan tersebut kepada Daniel, kaka ipar kamu cukup cerita saja kepada bibi. Bibi akan siap mendengarkan setiap kali kamu mengeluh soal keluarga ini." ujar bibi
"Memangnya dulu pernah yaa bi ada korban?" tanya Zana
"Pernah, yang jadi korban itu adalah mantan pacarnya Daniel yang pertama yang bernama Angelista Cristine. Pacarnya Daniel dibunuh oleh Sakura untuk dijadikan korban dan keluarganya Daniel tidak setuju dan tidak senang terhadap Angel ya bisa saja Angel dijadikan tumbal untuk sang iblis tersebut," jawab bibi
"Oh God, aku berarti harus bersikap biasa saja dan tidak boleh membocorkan hal ini kepada siapapun itu?" tanya Zana
"Iya nak, kamu tidak boleh membocorkan rahasia ini kepada siapapun itu entah calon suami kamu atau kaka ipar kamu dikarenakan nanti bahaya bangett kalau kamu sampai mengatakan hal tersebut kepada mereka semua," jawab bibi
Beberapa menit kemudian Zana pun keluar dari kamar bibi Ijah, Zana melewati ruangan rahasia tersebut rasanya ingin masuk namun ingat pesan bibi
"Jangan berani memasuki ruangan tersebut sangatlah berbahaya buatmu nak, bibi aja nggak berani untuk memasuki ruangan tersebut untuk beres beres yang ada di dalamnya." Ingat pesan bibi.
TO BE CONTINUED