
Bapak Petrus memiliki pembantu yang masih cakep dan masih muda umurnya, yang bernama Christina Aguilera umurnya sekitar 25 tahun masih berstatus single atau belum menikah. Orangnya memang cantik, body nya juga menarik dan yah dia seorang pelacur. Dia hidup sendirian Ayah dan Ibunya sudah meninggal dunia semua, tidak ada sanak saudara.
Bapak Daniel Emanuel sudah menduda, karena sudah bercerai. Sang istri yaitu Zana pergi dari rumah menuju ke apartemennya yang terletak tidak jauh dari rumahnya Daniel Emanuel.
Sang babu menetap tinggal di rumah Daniel Emanuel, gajinya besar 4 juta. Akan tetapi, gaji 4 juta tersebut harus mendapatkan dengan cara berkencan dengan Daniel dan menuruti hawa nafsu Daniel.
Sungguh gila Daniel, harus menuruti semua kemauan dia. Kehidupan para pembantu sama persis yang dialami oleh Tina mantan pembantu yang pertama, hingga hamidun ( hamil diluar nikah). Akan tetapi, Christina ingin bertaubat dan tidak mau menjadi pelacur lagi.
Daniel terus menggoda Christina Aguilera supaya mau menuruti semua keinginan Daniel, tanpa lelah dan tanpa henti Christina terus di perkosa oleh Daniel.
Terus - menerus Christina menangis dan meminta ampun kepada Daniel agar dilepaskannya, dia disini berniat untuk mencari nafkah dan bekerja bukan malah di perkosa begini.
"Ampun tuan, jangan seperti ini. Saya ingin bekerja disini untuk mencari nafkah, ampunilah aku tuan."
Akan tetapi, Daniel tidak mendengar ampunan dari sang pembantu. Dia malah terus menjadi - jadi, makin terus mengganas dan terus memperkosanya.
Christina Aguilera menolak sangat keras, dan melawan Daniel agar dirinya tidak jadi di perkosa.
"BAPAK! STOP SAYA DISINI UNTUK BEKERJA BUKAN MELAYANI NAFSU BEJAT BAPAK! MOHON DIPERHATIKAN YA PAK." Christina Aguilera berteriak semakin keras.
Tanpa di sadari bibir Daniel Emanuel menempel di bibir Christina Aguilera.
"Cup!"
"Cup!"
Dirinya berkata kepada Christina Aguilera.
"Memangnya aku mau memaafkan kamu, kamu itu masih muda dan kencang loh untuk dinikmati." gombal Daniel Emanuel kepada Christina Aguilera.
Kepala Daniel di dorong oleh Christina Aguilera dengan tangannya sangat kencang.
"Tuing!"
"Tuing!"
"Sudahlah pak, saya sudah khilaf." Sahutnya.
Tiba - tiba saja, raut wajah Daniel begitu kesal karena melihat pembantunya tidak mau menuruti kemauan Daniel.
"Anda benar yakin sudah bertobat? Padahal body kamu bagus loh untuk saya," ucap Daniel.
"Beneran kali pak, saya sudah tobat nggak mau lagi." Ucap Christina
Daniel Tetap tidak percaya atas apa yang perkataan oleh Christina.
pria itu memasuki lembah yang menjanjikan berjuta kenikmatan dengan menembus benteng pertahanan yang selama ini tak pernah diruntuhkan oleh siapapun.
"Aww... Sakit mas!" Christina merasakan kesakitan.
Daniel semakin menggila dan tidak mau mendengarkan perkataan Christina.
"Sudah m - mas, c - cukup!" Ucap Christina yang sedang kesakitan.
"Ha? Apa? Kamu mau nambah lagi?" Daniel yang tidak bisa mendengarnya bahwa Christina bilang stop.
"CUKUP MAS DANIEL!" Teriak Christina
Daniel pun berhenti dan saling bertatap muka dengan emosi, kini ia melotot ke arah Christina.
Christina berusaha untuk kabur dari Daniel, dirinya mengendap - ngendap turun kebawah dan yah Christina berhasil kabur saat Daniel lengah.
"Huft! Untung saja aku bisa kabur dari Daniel, seram banget sumpah mas Daniel nya. Tapi aku sempat jepret pakai kamera ke wajah dia," ucap Christina di dalam hatinya.
"Anjirt! Wajahnya mengerikan sekali kalau marah, ini bukan marah akan tetapi dia kerasukan jin. Aku panggil ustadz aja, eh panggil pendeta aja deh kalau begini." Christina setelah melihat foto yang barusan dia jepret.
wajah Daniel yang semula ganteng berubah menjadi jin, seolah - olah ada seseorang yang mengendalikan dirinya ingin merebut jiwa dan raga milik Daniel.
Tiba - tiba Daniel, berlari mengejar Christina. Christina yang sedang berdiri di dapur, melihat ke arah kanan. Daniel sudah berada di kanannya dengan wujud yang sudah berubah, bukan Daniel lagi melainkan sosok makhluk halus.
"Set..." Christina pun mengarah ke kanan.
"Haii manis....." Dia sambil tersenyum sangat lebar, dengan mata yang melotot sedang menatap tajam ke arah Christina.
Christina langsung saja menjerit histeris.
"Aaaaaa.....Mama aku nggak mau kerja disini, tolong ampuni aku tuan. Aku mohon ampunilah aku," Christina terus berteriak sambil memohon ampunan.
Christina sekuat tenaganya untuk terus berlari, sampai dirinya sudah merasa aman.
Hingga di ruangan kamar tidur milik dia sendiri, Christina menarik napas panjang - panjang. Suaranya masih saja berat meskipun sudah tarik napas.
"Huft! Seharusnya aku sudah aman disini, aku ngintip dulu aja kali yah melalui celah gagang pintu ini." Batin Christina
Pada saat akan memulai untuk mengintip yang ada di gagang pintu tersebut, ia mengintip ke arah luar.
Ia mengecek situasi atau keadaan di luar sana apakah sudah aman atau belum, pada saat mengecek dengan satu matanya. Tiba - tiba saja dia dikejutkan lagi, namun hantunya kali ini berbeda bukan Daniel lagi.
Ternyata yang dia barusan saja dilihat hantu cewek cantik banget, nama hantu tersebut bernama Sadako.
"Ahh ****...Kenapa ada hantu Sadako disini?" Christina Aguilera terkejut.
Tiba - tiba saja hantu itu pergi entah kemana, Padaa saat itulah Christina memberanikan dirinya untuk membuka pintunya. Karena dia merasa aman, Christina melanjutkan perjalanannya menuju ke lantai dasar untuk keluar dari rumah ini.
Di tengah perjalanan menuju ke lantai bawah, Christina melihat ada suatu bayangan hitam Besar yang sedang memegang kepala bayi manusia. Tidak tahu itu bayi siapa tapi dia memegang kepalanya yang masih baru saja lahir.
"Tuk..."
"Tuk..."
"Tuk..."
Suara sepatu hak tinggi Christina terus melangkah menyelusuri lorong - lorong yang begitu amat menyeramkan.
Hingga pada akhirnya, Christina sampai di lantai satu. Dirinya sudah sangat kecapean, dia bersyukur sekali karena pintu menuju ke luar ada di depan mata dia.
Christina berjalan menuju ke arah pintu tersebut, dan mencoba untuk membukanya.
"krek..."
Christina Aguilera pun terkejut dong, Karena yang ia lihat itu bukan pintu keluar melainkan batu bata yang di tutup oleh semen.
"Ahh...****! Seharusnya ini pintu keluar, kenapa di tutup begini. Benar - benar rumah ini ada yang tidak beres nih, mau gimana lagi aku harus menyelidiki sampai tuntas semuanya." Christina bergumam sendiri.
Pada waktu Christina akan berbalik arah ke belakang, dia melihat Daniel yang sudah berwujud seperti semula.
"Astaga naga...Mas Daniel bikin kaget aja,"
"Kamu mau keluar dari rumah ini?"
"I - iya, iya pak saya mau keluar dari sini." ucap Christina dengan terbata - bata.
"Silahkan keluar saja, aku akan memberikan kamu upah buat pulang nanti." Ucap Daniel dengan ekspresi wajah yang datar
Tiba - tiba saja, ada yang minta tolong dari arah basement.
"TOLONG..."
"SIAPAPUN TOLONG...."
"Ha? Dia Daniel, terus yang ngajak ngobrol aku siapa dong berarti?"
Tiba - tiba yang ada di samping Christina tertawa dengan suara melengking.
"Hihihi..."
"Hihihi..."
"Kamu sudah tahu saya ya?"
Lagi - lagi Christina berteriak-teriak dan berusaha mengusir hantu tersebut, akan tetapi makin hari makin dekat dengan wajahnya Christina.
"Ciluk....Baa..."
Christina pun terus berlari ke arah basement untuk bersembunyi dan melepaskan Daniel.
...****************...
TO BE CONTINUED