IMPOSSIBLE

IMPOSSIBLE
Christina terus menerus dikejar-kejar



Seharusnya dirinya merasa sudah aman lah di basement, dirinya masuk ke dalam basement sempit gelap.


Lampu penerangannya hanya sedikit yang ia bawa, dirinya terus saja melangkah ke depan.


Selesai melewati rintangan awal masuk sampai menuju ke basement.


Christina melihat ada dua orang yang sedang di ikat oleh seorang wanita yang begitu sangat mengerikan dan sedang ingin membunuh dirinya.


Dirinya nampak terkejut dan tidak menyangka.


"Ha! Kamu siapa..."


"Wah.... Ada gadis cantik dan baik hati ini...."


"Kamu siapa? Kamu ngapain datang kemari?"


"Aku adalah kuntilanak merah....yang sedang mencari mangsa untuk aku jadikan tumbal selanjutnya..."


"Anjing....jangan makan aku mbak Kunti..."


Christina pun berlari kembali sekuat tenaganya.


"******...kenapa harus ketemu hantu kembali sih...."


"Padahal aku ingin hidup tenang dan ingin keluar dari sini..."


"Lanjutkan saja kalau begitu, ku terus berlari harus sampai di pintu keluar beneran..."


Sedangkan kuntilanak merah terus mengejar Christina Aguilera, dengan terbang.


"Wush...."


"Wush...."


Pintu keluar sudah berada di depan mata, dan Christina Aguilera mencoba untuk meraih gagang pintu tersebut.


Hantu tersebut tepat di belakangnya dan mengagetkan Cristina


"Ciluk....Baa...."


"Anjirt....ampun mbak jangan bunuh aku...."


"Sayang sekali....kamu akan aku jadikan tumbal berikutnya..."


"Ahh sial.... Aku harus berlari kemana lagi..."


"Mau lari kemana kamu mbak.... Kamu tidak bisa melarikan diri lagi...."


Dirinya melihat kursi kayu segera lah dia melemparkan ke kuntilanak merah, namun sayang sekali hantu tersebut nembus yang ada kursi kayu tersebut jadi rusak.


"BRAK..."


"Ah ****...kenapa tidak kena sih aelah..." Kesal Christina.


Kaki dirinya di tarik oleh hantu tersebut, dia berusaha untuk melepaskan kakinya dari genggaman hantu tersebut tapi hantu tersebut semakin erat dan kuat untuk menggenggam kaki.


"Aaaaaaaa...."


"LEPASKAN AKU...."


Dirinya memegang meja kayu tersebut, terus memegang. Tanpa sadari bahwa ada kalung rosario langsung saja dirinya berbalik arah dan membaca doa.


Dalam nama Bapa…


Aku percaya…


Kemuliaan kepada Bapa…


Terpujilah…


Bapa kami…


Salam, Putri Allah Bapa. – Salam Maria…


Salam, Bunda Allah Putra, - Salam Maria.....


Salam, Mempelai Allah Roh Kudus. – Slam Maria….


Hantu yang akan menyeret Christina merasa kepanasan.


"ARGH....PANAS HENTIKAN UCAPKAN SEPERTI ITU....ARGH!"


Christina terus saja mengucapkan doa, semakin dirinya berdoa semakin hantu tersebut meronta-ronta kepanasan.


"KAU SETAN, IBLIS KAU PANTAS MASUK KE DALAM NERAKA SELAMA - LAMANYA....ARGH!"


Hantu tersebut akhirnya pergi entah kemana, akhirnya Christina pun sudah merasakan aman dan damai.


"Uhh.... Terimakasih Tuhan..."


Dirinya menghela napasnya dan bergegas untuk lanjut berlari menuju ke pintu keluar..


"Anjirt... Pintu keluar dari tadi nggak ada lah nih huft..."


Lanjut berlari terus berlari, tanpa menggunakan alas kaki. Tanpa dirinya sadari dia terkena sesuatu.


"Awww...aku menginjak apaan dah ini anjirtt..."


"Aaaaaa.....tertancap paku, aku harus istirahat dulu. Kasihan kaki aku udah berdarah begini...."


Akhirnya Christina Aguilera menepi ke sebelah kanan, untung saja ada kursi panjang segeralah dirinya untuk duduk dan membersihkan paku yang menancap di kakinya.


"Sttt...sakit banget aaaaaaaa...."


Dirinya terus mencabut paku yang ada di kakinya dan juga berteriak untuk meredakan sakitnya.


"Lama banget ya Tuhan...kapan selesainya ini, banyak amat dah pakunya..."


1 jam kemudian, akhirnya selesai juga membersihkan paku yang ada di kakinya. Untung saja dirinya membawa perban kemudian kakinya di perban supaya darahnya tidak terlalu banyak, dirinya melanjutkan perjalannya.


"Ayo dikit lagi aku pasti akan selesai...."


Sebelum itu, dirinya melihat ada sebuah benda berbentuk lonjong dan ada isi di dalamnya. Christina Aguilera penasaran apa isinya tersebut kenapa di tutup kain.


Akhirnya dirinya memberanikan dirinya untuk membuka kain tersebut dan betapa terkejutnya dia dan tidak menyangka banget.


"What the ****...apa ini? ini janin atau organ manusia?"


Tiba - tiba ada suara benda jatuh dari arah dapur, padahal tinggal sedikit lagi dia keluar tapi kenapa malah penasaran dengan suara tersebut.


"Klontak....."


"Klontak...."


"Klontak...."


"Woy bajingan....siapa itu yang ada disana?"


"Hihihi...."


"Bajingan....ternyata Kunti, lari aja lah kabur...."


"Anjirt, padahal cuman nakutin doang aku baik eh daripada Kunti merah..." Batin Kunti berbaju putih.


Setelah berjam-jam berlari lari akhirnya, ketemu pintu keluarnya.


"Akhirnya pintu keluar...huaa aku bisa bebas dari rumah angker ini, nggak mau lagi numpang disini lagi takut...."


Suara pintu terbuka, dan terdapat cahaya yang begitu sangat silau.



"Awww.... Silau banget, apakah ini jalan keluarnya?" Batin Cristina.


Kemudian, Cristina masuk ke dalam cahaya tersebut dan yaps benar saja dia sudah berada di luar rumah.


Akhirnya Christina bisa keluar juga dari rumah, betapa terkejutnya dirinya melihat ke belakang bahwa rumah tersebut sudah tua dan angker tidak berpenghuni.



"Ha? What the ****...Rumah ini tiba - tiba kenapa jadi angker begini, bukannya rumah ini bagus banget dan mewah yah. Apa aku berhasil keluar dari rumah ini jadi wujud seperti semula ya?" Nampaknya Cristina kebingungan atas apa yang ia alami.


"Bodoh amatlah, kini aku bebas dari rumah angker tersebut..." Christina sudah merasa puas


Tiba - tiba saja ada sebuah bisikan dari Zana, yang berkata kepada Cristina Aguilera dengan perasaan senang dan terharu.


"Terimakasih banyak yaa mbak, kamu sudah berusaha untuk keluar dari rumah ini selamat yah...."


Cristina yang masih berada di luar dari gerbang terkejut dan menengok kanan dan kiri, tidak ada orang. Akan tetapi, dirinya lupa bahwa Hitto masih ada di dalam kemudian dirinya berteriak ke arah rumah tersebut untuk membangunkan Hitto.


"Hitto, buruan keluar dari rumah tersebut...."


Hitto yang mendengar Cristina berteriak langsung saja dia berdiri, kondisinya tali sudah terlepas.


"IYA... TUNGGU SAJA AKU PASTI AKAN KELUAR..." Teriak Hitto.


"BURUAN AYO..."


Hitto masih berusaha untuk mencari jalan keluar, Cristina terus saja menunggu Hitto untuk keluar dari rumah itu.


Di sebelah kanan ada supermarket, dirinya berbelanja bahan makanan. Untung saja dirinya membawa dompet, Handphonenya untuk berkomunikasi dengan keluarganya. Pasti keluarganya sangat khawatir keberadaan Cristina.


"Selamat pagi mbak, ada yang bisa saya bantu..." Ucap mas kasir supermarket.


"Namamu siapa?" Cristina Aguilera bertanya kepada mas kasir.


"Nama saya Hitto mbak, kalau mbak siapa namanya?"


"H - ha? Hitto? Bukannya kamu masih di rumah kosong itu?" Dirinya bertanya kembali dengan suara terbata - bata.


"Ha? Rumah tua yang mana?"


"Itu mas..." Cristina menunjukkan kearah rumah tersebut.


Hitto langsung saja terkejut atas apa ia lihat, dia melihat rumahnya yang sudah menjadi kumuh, tidak terawat begini.


"Mbak habis ngapain kesana?"


"Saya terjebak rumah itu dan sekarang baru bisa berhasil keluar rumah..."


"Waduhh....mbak tadi manggil siapa?"


"Hitto juga, dia masih terjebak disana...." ucap Cristina.


"Aduh mbak....dia beneran bukan Hitto, dia itu jelmaan iblis yang berpura-pura menjadi aku..."


"H - ha? Aku harus bagaimana?"


"Sudah....mbak sembunyi disini, saya kunci di gudang penyimpanan makanan yaa mbak. Tenang ada fentilasinya...."


Akhirnya Christina Aguilera bersembunyi di tempat gudang penyimpanan makanan, Hitto yang asli mengeluarkan kalung rosario dan mengeluarkan Alkitab.


Beberapa menit kemudian, hantu yang menjadi Hitto akhirnya datang ke supermarket untuk bertanya mengenai Cristina. Untung saja semua barang bawaan dari Cristina dia bawa ke dalam gudang.


"Mas, lihat orang datang kesini nggak?"


"Nggak itu mas...."


"Anda tidak tahu saya siapa?"


"Saya tahu, kamu itu iblis yang berpura-pura menjadi aku kan? agar tetap mencari keberadaan gadis tersebut?"


"BERANINYA KAMU MENYEBUTKU IBLIS!"


Langsung tanpa basa-basi, Hitto yang asli langsung saja menyebutkan doa Rosario


Dalam nama Bapa…


Aku percaya…


Kemuliaan kepada Bapa…


Terpujilah…


Bapa kami…


Salam, Putri Allah Bapa. – Salam Maria…


Salam, Bunda Allah Putra, - Salam Maria.....


Salam, Mempelai Allah Roh Kudus. – Slam Maria….


Berulang - ulang mengucapkan itu sambil membawa Alkitab, dan iblis tersebut kepanasan terus menerus.


"ARGH...PANAS BANGET KAU AKAN MASUK KE DALAM NERAKA PALING DALAM INGAT ITU...."


"AKU PUNYA TUHAN YANG MELINDUNGI AKU SETIAP SAAT KAU YANG SEHARUSNYA DI TEMPATKAN KE DALAM NERAKA JAHANAM IBLIS...."


"ARGHHHH...."


"Wush..."


"Wush..."


Tiba - tiba saja hujan turun dalam waktu sekejap saja habis itu terang kembali muncul pelangi.


Akhirnya sang iblis tersebut pun sudah dikalahkan oleh Hitto yang asli, dan kini sudah menjadi abu.


Abu tersebut dimasukin ke dalam teko kemudian di buang ke dalam sungai yang terletak tidak jauh dari rumah angker tersebut, dirinya sudah menutup sangat rapat teko tersebut agar tidak ada yang berani membuka. Di tulis agar orang tidak membukanya


"Jangan pernah membuka teko ini, karena sangat berbahaya..."


Hitto yang asli membuka gudang tersebut untuk mengeluarkan Cristina Aguilera.


"Ayo keluar...sudah aman kamu...."


"Huft.... Terimakasih banyak Hitto..." Cristina Aguilera memeluk Hitto yang asli.


"Deg..."


"Deg..."


"Deg...."


"Kenapa aku deg degan begini, apakah aku jatuh cinta terhadap Cristina Aguilera?" batin Hitto


"Ahh...Lupakan saja, aku sudah berbahagia bersama Felycia..." batin Hitto


Akhirnya Christina Aguilera pulang ke rumahnya.


TO BE CONTINUED.