
Pada waktu hari minggu sekitar pukul 08 : 00 WIB, ayahnya yang bernama Daniel pun ingin sekali mempersunting Tina pembantu sebagai istrinya, awalnya sih biasa aja minta sopan kepada Hitto dan juga kakanya dia
"Nak, izinkan ayah untuk menikahkan Tina pembantu kalian yaa nak, kaka," Daniel meminta restu
"Hemm, sebenarnya aku tidak setuju ayah menikah lagi yah," jawab Hitto
"Iyaa dek, kaka nggak setuju kamu nikah lagi," ucap Aurelie Emanuel
"Terus bagaimana, si Tina udah hamil di luar nikah nihh," ucap Daniel
"Astaga, kamu ini bisa nggak sihh jangan sekali kalii menghamili anak orang terutama Tina. Dia anak tidak punya biaya, dia hidupnya di desa sana," bentak Hitto
Beberapa menit kemudian, Hitto pun sangat membenci ayahnya karena ayahnya ingin menikahh lagii bersama Tina.
Kitaa kembali yang dimana Tina pembantu tersebut sebelum pergi dari rumah Daniel, Tina mengalami pusing, mual mual dan tidak nafsu makan.
Tina terkejut atas apa yang ia alami, ia memeriksakan ke dokter kandungan apakah dia positif hamil atau tidak. Dan benar benar saja Tina positif hamil dan dia pun bingung harus bagaimana.
"Selamat ya buk, anda sekarang jadi seorang ibu sekarang kandungannya sudah 1 bulan," ucap dokter kandungan
"Ha? Apa? Nggak mungkin ini, pastii ini salah," tanya Tina
"Sebelumnya kamu pernah hubungan suami istri?" tanya dokter
"Maaf dok, kemarin aku di perkosa sama boss saya. Baru merasakan mual dan pusing dok," jawab Tina
"Astaga, kamu diperkosa sama siapa?" tanya dokter
"Sama Daniel, majikan saya dok," jawab Tina
"Ha? Daniel? Itu mah teman waktu smp dulu Tina, astaga beneran nggak nyangka kalau dia memperkosa kamu," kata dokter
"Dulu dia orangnya kek gimana?" tanya Tina
"Dia orangnya ya begitulah play boy," ucap dokter tersebut.
Kita kembali padaa saat Daniel meminta izin untuk menikahkan si Tina pembantu tersebut
"Gimana Hitto dan kaka, apakah aku boleh menikahi Tina," rengek Daniel
"Sekali tidak ya tidak lahh yah, ayah apa nggak cinta lagi sama mama? Mama di alam sana kecewa atas apa yang ayah perbuat selama ini, mama menunggu ayah untuk bisa berkumpul bersama nanti di sorga," pinta Hitto
"Aku harus bagaimana nih, soalnya dia lagi hamil 1 bulan," ucap Daniel
"Astaga...kamu gila yaa dek hemm," bentak Aurelie
"Kemanakah si Tina sekarang?"tanya Daniel
"Si Tina berada di rumahnya, sedang acara keluarga," jawab Hitto
Pada waktu di rumahnya Tina di desa tersebut, Tina menceritakan semuanya ke keluarga. Bahwa dia telah di perkosa oleh Daniel majikan yang ada di kota tersebut, lantas saja keluarga Tina pun meminta Daniel untuk tanggung jawab.
"Mas, aku udah ceritakan semuanya ke keluargaku dan orangtuaku suruh kamu untuk menikahkan aku atau nggak aku akan dinikahkan sama penduduk desa setempat untuk tanggung jawab atas apa yang kamu perbuat," ucap Tina
"Hemm, masalahnya anakku dan kakak pada nggak setuju kalau aku nikah lagi bersama kamu," ucap Daniel
"Ya udah mas, gak apa apa aku menerimanya," ujar Tina
Beberapa menit kemudian setelah Tina bilang kepada Daniel, Daniel merasa tertekan dan merasa bersalah sebagai cowok
"Astaga, aku kenapa sih tidak seperti cowok lain. Tanggung jawabnya penuh, sedangkan aku cowok tidak bertanggung jawab, atas perbuatanku selama ini," menyesali perbuatannya
Daniel, terus saja menangis sejadi jadinya. Sekali diaa berteriak sendiri
"AAAAAAA, MAAFKAN AKU TUHAN SUDAH MELANGGAR SEMUA PERATURAN DARIMU. AKU INGIN BERTAUBATT TUHAN, TOLONG AMPUNILAH SEGALA DOSA DOSA AKU INI YA TUHAN," teriak Daniel
Tiba tiba saja, Hitto sang anaknya pun masuk untuk menenangkan ayahnya yang berteriak sendiri seperti orang yang kurang waras.
"Ayah, stop ayah! Yang tenanglah ayah aku selalu ada buat ayah jangan takut dan jangan khawatir yah," Hitto menenangkan Daniel yang terus saja memberontak, marah dan lain lain.
Ayahnya pun berhenti setelah dipeluk anaknya, dan Daniel pun mengatakan kepada anaknya
"NAK, AYAH INGIN DIMASUKAN KE RUMAH SAKIT JIWA BURUAN! AYAH INGIN MEMPERBAIKI MENTAL AYAH YANG HANCURR SEKALII, AYOO SEGERA KE RUMAH SAKIT JIWA," perintah ayah
Beberapa menit kemudian setelah ayahnya bilang seperti itu, akhirnya hitto pun menuju ke rumah sakit jiwa.
Ayahnya sudah berteriak dan lain lain.
"HAHAHA, AKU TELAH BERBUAT DOSAA, DAN TELAH MELANGGAR PERINTAH TUHAN," teriak Daniel.
Hitto pun tidak tega melihatnya akhirnya Hitto panggil ambulan untuk ayahnya.
Beberapa menit kemudian ambulance pun datang untuk menjemput ayahnya.
Kemudian ayahnya pun dimasukan ke dalam ambulance untuk perawatan intens.
Beberapa menit kemudian setelah sampai di RSJ ayahnya pun masuk ke dalam ruangan.
Didalam sana Daniel berteriak teriak seperti orang yang hilang ingatan, diaa merasa terus bersalah atas kesalahan yang ia perbuat.
"TUHAN, SEMBUHKANLAH AYAH AKU YANG BERNAMA DANIEL. IA TIDAK KUAT MENGHADAPI DUNIA INI. DAN AMPUNILAH AYAH SAYA TERHADAP KESALAHAN YANG TELAH IA PERBUAT AAMIIN," doa Hitto
Beberapa menit kemudian, Hitto pun mengurusi berkas berkas milik ayahnya untuk perawatan.
Hitto sangat gelisah, cemas khawatir atas kesehatan ayahnya yang terus terganggu.
"Duh, ya Tuhan sembuhkanlah ayahku Tuhan. Jangan sampai ayahku menjadi gila beneran Tuhan," doa Hitto
Disana Hitto terus saja berdoa terus saja berdoa buat kesembuhan sang ayah tercinta.
Sedangkan sang ayah di kamar terus saja berteriak teriak.
Karena ayah tidak mampu bertahan ketika ia merasa bersalah terus merasa bersalah, dan terus saja berteriak teriak sehingga penghuni di sebelah kamarnya merasa terganggu
"WOYY, BERISIK BANGETT JADI ORANG MANGKANYA JANGAN JADI GILA DONG EHH. KAMI DISINI MERASA TERGANGGU ATAS TERIAKANMU ITU BANGSAT!" Teriak penghuni kamar sebelah
Beberapa menit kemudian pada waktu Daniel mau keluar, pintu kamarnya di gembok dan di rantai oleh petugas rumah sakit agar tidak keluar dan berbahaya bagi orang lain dan orang sekitarnya.
Beberapa menit kemudian Daniel pun membalasnya dengan suara keras juga
"KALAU KAU TIDAK SUKA DENGAN TERIAKANKU YA UDAHH SANA MINGGAT AJA DARI SINI, PINDAH KAMAR SAJA AKU LAGII PATAH HATI DAN INGIN MELUANGKAN DENGAN CARA TERIAK. APAKAH ANDA PAHAM, BANGSATT!" Teriak Daniel
Akhirnya teman kamar sebelah pun pindah kamar dengan adanya tidak kenyamanan bagi pria tersebut karena Daniel teriak teriak sendiri setiap pagi dan malam, Daniel terus saja berteriak tanpa henti seakan akan dia menyesali atas perbuatan dan mohon ampun kepada Tuhan.
Terus dia kek ngobrol sendiri seakan akan ia diajak bicara oleh orang lain, padahal dia di dalam kamar sendiri.
Sedangkan disisi lain, Hitto terus saja berdoa kepada Tuhan ia berharap ayahnya dapat sembuh seperti dulu lagi.
...****************...
TO BE CONTINUED