IMPOSSIBLE

IMPOSSIBLE
Temenan



pagi hari yang cerah,cahaya masuk melalui celah gorden yang masih tertutup,sedangkan sang empunya kamar masih terlelap di mimpi indahnya.


waktu menunjukkan pukul 06.45.


seorang wanita kisaran umur 30 tahunan telah habis kesabarannya memanggil manggil gadis yang sedang tidur itu dari bawah,ruang makan.lalu mengutus kakaknya untuk menghampirinya barangkali masih terlelap.


benar saja.gadis itu masih terlelap.dengan cekatan,kakaknya membuka gorden lebar lebar sengaja agar yang sedang tidur kesilauan dan bangun.namun,realita memang tak seindah ekspetasi.gadis itu masih saja tidur.


"dasar kebo !!!!!" teriak Zaidan.


"bangon woooyyyy!!! "lanjutnya sambil menggoyangkan kaki Al.


"ck!ah..ngantuuukk"balas Al merenggangkan badan tapi tetap tidak membuka matanya dan melanjutkan tidurnya.


"ck!mesti kamu tuh!cewek kok susah banget dibangunin..!au ah!"lalu Zaidan menggeret kaki Al hingga Al terjatuh dari kasur.


"e mak e mak ee" lata Al.kini mata Al sudah terbuka lebar karena kaget.


Zaidan melihatnya tertawa.


"ayo dek..senin apel"


"hm?"dengan wajah linglung baru bangun tidur melihat jam dan betapa terkejutnya kurang 35 menit lagi apel.


Al segera bangkit dan mandi kemudian makan secepat kilat.


disekolah


'hmm..hari ini aku mesti bicara sama Tasha'batin Al yang sedang duduk dibangku pojok belakang sambil menatap kosong keluar jendela.


" Al ,gak ke kantin?"tanya Farrel memecah lamunan Al.


"eh,enggak.gak laper"balas Al.


"oke.duluan ya"


"ya"


diperjalanan ke kantin Farrel baru sadar bahwasannya sifat Al agak berbeda hari ini.lebih..friendly?


'tumben jawab nya gitu?bisanya cuma hem?nggeleng?ngagguk?yaa..syukur deh!'batin Farrel sembari memperagakan gaya Al ketika menjawab pertanyaannya.


***


"Tasha,minta waktunya bentar."ucap Al menghampiri Tasha yang sedang bercanda tawa dengan geng nya.


"ah?oke oke"dengan sigap Tasha auto meninggalkan gengnya dan mengikuti langkah Al sampai mereka berada di loteng.


di loteng


"ada apa Al?"tanya Tasha heran.


"aku terima ajakan mu"


sedangkan tidak jauh dari mereka,diatas ruang kecil di loteng terdapat seseorang yang tengah tidur siang dan tidak sengaja mendengar percakapan mereka karena tidurnya terganggu dengan suara bising yang diciptakan Tasha.


"jadi...aku harus gimana?"tanya Al yang bingung dengan keberadaannya di geng.


"emmm...coba deh lo manggil orang pake lo gue."


"kenapa?"


"kalo aku kamu,itu terlalu gimana gitu.ga nyaman sesama teman pake aku kamu."


"ooo gitu...trus gue harus gimana lagi?


"eh gila,cepet banget kebisaanya.lo sebelumnya udah pernah pake lo gue ya?"


"emm..belum.gue gak diijinin pake lo gue dirumah"


"ooo...tapi bagus deh! lo tipe orang yang gampang"


"ei ei..gampang apa nih maksudnya?ambigu"


"gampangan"


"enak aja" Al memukul lengan Tasha.


Tasha meringis kesakitan dan memegang lengan bekas pukulan Al.


'mantep juga pukulan nih anak.tapi syukur deh nih anak gampang banget adaptasinya'batin Tasha.


"ternyata lo orang nya enak juga yang diajak bercanda"kini mereka sudah saling duduk berdampingan sembari menekuk lutut.


"iyalah.gue"


"cih..sombong amat! eh tapi seriusan nih! lo kok sebelumnya bisa kaku dingin banget gitu..gue kira lo beneran ansos."


"lo aja yang percaya gosip.gue mah orangnya aslinya emang kek gini.gue cuma males aja punya temen di sekolah.lebih nyaman sendiri.lagian gue emang ga suka di deketin.risih"


jlebbb


"lah..ini sekarang?"


"ga tau ya?sejak gue di nasehatin sama kakak gue,gue jadi tertarik aja temenan gimana rasanya.gue penasaran."


"aih..gitu aja motivasi lo berubah?karna cuma penasaran?"


"y"


"dasar bocah ajib"


sedangkan tidak jauh dari Al dan Tasha,seseorang menyunggingkan bibirnya.


'lucu'batinnya.