
seorang lelaki tengah berdiri didepan mobil sport berwarna hitamnya sambil memainkan ponselnya dengan memakai kaos simple berwarna abu abu dan celana pendek hitam selutut.dan se simple itu saja sudah menjadi pusat perhatian.
setelah sekitar 10 menit berkutat dengan poselnya tak disadari 2 orang menghampirinya dan menepuk pundaknya.dia hafal dengan pukulan ini.
"kak ! kamu bangun tidur ya? masih bulukan tuh! dasar malu maluin!!!" tegur Al.
"eh, dasar adik laknat kau Al..."balas Zaidan sambil melirik Al dan menutup hpnya lalu dimasukkan kedalam kantong celananya.
"eh?sapa nih cowo dek?kok kek perna liat??"
lanjut Zaidan sembari menatap lekat Farrel yang disebelah Al.
Farrel yang dilihat lekat Zaidan sedikit risih dan memundurkan badannya.
"oh,ini Farrel kak,temenku.yang pas itu kita ketemu di restoran.."ucap Al.
Farrel mengulurkan tangannya.
"Farrel kak."
Zaidan tampak berfikir.
"restoran???heummm"matanya menerawang keatas dan tangannya mengusap dagunya.
"oh..yaaa..aku inget..cowo aneh tu ya"lanjut Zaidan yang telah menemukan memorinya.
Al yang mendengar ucapan kakaknya reflek memukul bahu Zaidan.
"hush kak!" tegur Al.
hah?gue aneh?masa iya kesan pertama gue cowo aneh? batin Farrel.
"Zaidan,kakak tergantengnya Al" ucap Zaidan mengenalkan diri.
"ish...narsis !!" oceh Al yang mendegar perkataan kakaknya.
Farrel hanya tersenyum
"ini nih kak,Farrel mau ngobrol sama kakak"
"ah?ngobrol?"
"eh,gak kak..lebih tepatnya mau nanya nanya sih.." Farrel meluruskan perkataan Al.
"tanya tanya apa gitu?" tanya Zaidan penasaran
"ehm...hehe...tentang perjalanan karir kakak"
"karir?aku belum jadi orang nak...apa maksudmu masa masa trainee ku?"
Farrel mengangguk.
"kamu tau dari mana aku mau debut?"lanjutnya
"ya Al lah yaa.." Zaidan menjawab pertanyaan nya sendiri.seolah lucu dengan pertanyaan nya.sudah jelas jelas Al yang memberitahu.masih bertanya.Zaidan hanya menatap jengah Al.
Al hanya meringis ga jelas
"kuy lah dirumah aja..gerah disini.cepet dah masuk mobil"ajak Zaidan
"iya..ayok cepet naik.."
sedangkan Al sudah masuk mobil sedari tadi.
"ga deh kak..aku bawa moge.ntar aja aku ikutin dari belakang"
"oh gitu? yaudah deh aku tunggu"
lalu Farrel menuju parkiran motor dan tidak lama kemudian keluar sudah menaiki mogenya.diluar gerbang mobil sport hitam telah menantikan,dan setelah kedatangan Farrel mereka langsung pergi menuju rumah kakak beradik itu.
dirumah
Farrel menatap takjub rumah Al.
gede banget...ni rumah apa istanaaa coba??ckckck. farrel menggelengkan kepalanya takjub.
sedangakn Al dan Farrel saling memandang,pasalnya mereka berdua melihat mobil ke dua orang tuanya dan satu mobil asing.
kok cepet pulangnya?katanya sekitar 5 hari? lagian ni mobil sapa lagi??? itu didalam masing masing pikiran Al dan Zaidan.
lalu mereka masuk, mereka melihat ternyata ada tamu yang datang.
"kakel?.....Gavin Elvaro?" ucap Al terkejut setelah melihat tamu yang tadi membelakangi pintu masuk ruang tamu.
Gavin yang tengah bersama kedua orang tua Al menoleh menuju asal suara,lalu melontarkan senyum genitnya.
"loh,itu Gavin kakak kelas kita bukan si?" bisik Farrel pada Al yang kini juga kebingungan.
Al mengangguk.
"lo ngapain kesini kak?mama papa juga kok udah pulang aja? katanya 5 harian?"
Zaidan sedari tadi sudah pergi menuju dapur,mementingkan dahaganya yang sedari tadi ia tahan dibandingkan tamu yang datang.dia tak peduli.Zaidan mah cuekk...
"haduhh nak...pulang pulang sudah ngomel ngomel aja...mending kamu ke kamar,mandi,yang cantik terus turun.papa mau bicara."ucap papa
Gavin yang melihat wajah konyol Al hanya tersenyum geli.
gue dateng gak tepat nih... batin Farrel.
wajah Farrel sudah menampakkan canggung.
Zaidan yang keluar dari dapur,memanggil Farrel.Farrel mengahampiri.
"udah yok ke loteng,biarin kamu ga usah ga enakan,itu tamu nya Al." ucap Zaidan.
Farrel hanya mengangguk faham lalu mereka menuju loteng.
gue kesini juga sebenernya pen pdkt sama Al...batin Farrel kecewa.
sedangkan di lain tempat,di kamar mandi soerang gadis sedang mandi dengan perasaan penasarannya.
sebenernya ada apa si?kok aku deg deg an gini? batin Al.
Gavin Elvaro,kakel Al.