
Di perjalanan menuju restoran hening tanpa sepakatah kata apapun.Al sibuk dengan ponselnya,sedangkan Gavin sibuk dengan menyetirnya dan sesekali menoleh kearah Al dan itu tidak disadari oleh Al.
di Restoran
Gavin mencarikan tempat untuk dia dan Al,kemudian akhirnya memutuskan untuk di pojok dekat kolam ikan,meja untuk dua orang.
" mas ! " Al memanggil pelayan sambil mengisyaratkan dengan tangannya agar datang menghampiri.
" saya em...milkshake vanilla satu sama...disini ga ada batagor ya? " tanya Al dengan wajah manisnya.
Gavin tertawa mendengar pertanyaan Al.Sudah jelas jelas ini restoran bintang lima,mana ada batagor dijual disini.
" ga ada mbak.." jawab pelayan itu menahan tawanya.
" heumm...yaudah.apa yaaa??em...yaudah pasta aja mbak." pinta Al setelah sekitar 2 menit membolak balik halaman menu karena bimbang dengan pesanannya.
" iya..terus apa lagi? " tanya pelayan.
" samain aja mbak saya." ucap Gavin.
" oke..jadi pesanannya,pasta 2,milkshake vanilla 2? "
Gavin dan Al mengangguk lalu pelayan itu pergi memeberikan pesanannya pada yang bertugas.
Sambil menunggu makanan,Al mengajak ngobrol Gavin,karena sedang malas bermain ponsel.
" kak,Ga vin.!" panggil Al sambil mengeja suku kat nama yang dipanggilnya.
" apa?" yang semula melihat ikan ikan koi berenang kesana kemari, Gavin menoleh mendengar karena Al memanggilnya.
"eummm..aku mau nanya"
minumanan mereka datang.
" wah..cepet banget" takjub Al.
"nanya apa?" ucap Gavin memberhentikan kegiatan meminum Al yang seperti anak kecil.
"oh ya,kakak tau kita bakal tunangan sejak kapan?udah lama ya?"
"hem..sejak pertama kali kita ketemu gue udah tau."
"loh kok bisa?curang ih gak kasih tau!"
"ya kan kakak diberitahu bakal tunangan sambil dikasih liat fotomu..biar kakaknya mau..kalo jelek sih ya gak bakal mau.."
"jadi kakak niat tunangan sama aku cuman gara gara wajah ku dong?kalo gitu aku gak mau ah tunangan sama kakak!"
"loh..bukan gitu..gue juga suka sikap lo yang norak itu kok!"
"apa?norak kata?norak apaan aku?"
"yah..kan barangkali ada batagor gitu??apa salahnya nanya?kalo milkshake ya suka suka lah..orang gue nya suka!"
"iya iya..tenang aja..gue tetep suka kok sama lo..oh ya,sekarang kamu sudah agak cerewet ya?sudah ngajak temen main kerumah juga.cowok pula.tapi aku gak suka kalo kamu bawa cowok main ke rumah.."
"hm..tau deh kak!salah mulu akunya! mending makan dah! tuh dah dateng pastanya"
Gavin menatap Al miris karena pertanyaannya tidak dijawab dengan benar sama Al.sedangkan Al tetap makan seperti biasa tanpa rasa apapun.
diperjalanan pulang.
" Al, aku mau nanya.jawab jujur ya?"
Al meletakkan ponselnya diatas pahanya dan menoleh ke Gavin yang sedang menyetir.
"apa?"
"tpi jujur loh.."
"he eh...ribet amat kek cewe..aku aja yang cewe gak gitu gitu amat"
"biarin ah!dengerin! ...lo sebenernya gimana sama gue?lo terima dengan rencana pertunangan ini?"
"em..gimana ya kak?aku sendiri sih belum ada tambatan hati,dan ga ada perasaan apa apa juga sama kakak.dan aku juga pengen bahagiain ortuku..jadi ya..aku oke oke aja lah..aku juga gak begitu peduli sih!"
jlebbb
sumpah jujur amat nih cewek
" jadi kamu gak peduli dengan pertunangan ini?kalo kamu udah punya tambatan hati gimana?"
"ya itu salah kakak yang ga bisa ambil hatiku."
"jadi kamu udah ijinin aku untuk berusaha ini?"
"ya iyalah kak...kamu kan calon tunangan ku..tapi ya..aku gak bisa janji,gak tau kalo nantinya aku kecentok orang."
Gavin tersenyum sangat lebar dan mengacak acak puncak rambut Al.
"makasih ya sayang.."
"hishh.."
lalu mereka sampai rumah tepat jam 9,berpapasan dengan Farrel dan Zaidan yang keluar dari rumah.
Gavin,dinner