IMPOSSIBLE

IMPOSSIBLE
Hitto membawa pacarnya ke rumah



Pada waktu Senin, Hitto anak Zana sudah beranjak dewasa semakin tinggi pulak dia.


Kini dia berusia 25 tahun, dan segera untuk menikah. Kebetulan Hitto kenal seorang anak perempuan yang bernama Felycia, umurnya sama kayak Hitto 25 tahun dan siap untuk menikah.


Pada waktu itu Felycia diajak Hitto untuk ke rumahnya dan kebetulan ada ayahnya, nampaknya ayahnya melihat body menantunya yang wow dan ulala.



"Wow....Menantu saya sexy sekali bodynya, pilihan Hitto tepat sekali ini..." Daniel melihat Felycia dari ujung kaki hingga ujung kepala.


Hitto sang anak melihat gerak - gerik ayahnya pun mengajak ayahnya untuk mengobrol.


"Ayah...Kenapa melamun begitu?"


Sang ayah pun terkejut, karena sang anak sudah tahu niat buruk ayahnya itu untuk melecehkan pacarnya.


"H -ha...N - nggak ada apa - apa nak tenang aja..."


Hitto yang sudah tahu bahwa ayahnya sudah berbohong kepada dirinya.


Hitto berjalan menuju ke tempat Felycia dan membisikan sesuatu di telinga Felycia.


"Sayang, ini jaket untukmu...tolong tutup badan kamu ya. Soalnya ayahku dari gerak - geriknya ingin melecehkan dirimu...."


Felycia yang sehabis di bisikan oleh Hitto shock dan akhirnya Felycia mau memakai jaketnya Hitto untuk menutup badan dia yang terbuka.


Daniel sang ayah yang melihat anaknya menutupinya pakai jaket, langsung memalingkan wajahnya dari hadapan Felycia dan Hitto.


"****...Kenapa harus di tutup begitu, aku tidak bisa melihat body dia yang begitu sangat indah..." Lirih batin sang ayah.


Felycia pun bilang kepada Hitto pacarnya.


"Sayang...Aku mau pulang, jaketnya ini aku bawa yaa kapan - kapan aku main ke sini atau nggak kamu main ke tempatku yaa. Aku pakai baju yang sopan aja kalau begitu..."


"Sudah...Jaket ini kamu bawa aja yaa, takutnya nanti kamu di jalan ada apa - apa..."


"Baik sayang, makasih banyak sudah di pinjamkan dan sudah di beritahu kepadaku..."


"Dengan senang hati sayang..."


Akhirnya Felycia pun pulang ke rumah dengan jaket Hitto yang masih ia pakai.


Setelah Felycia pulang ke rumah, Daniel dan Hitto bertengkar kembali dengan masalah yang sama.


"AYAH...Kenapa ayah melihat begitu kepada pacar aku, apakah ayah belum puas terhadap dua wanita tersebut apa?"


"Ayah belum puas nak, bolehkah Felycia buat ayah saja?" Daniel memohon - mohon kepada Hitto


"NO...Aku tidak akan menyerahkan Felycia kepada ayah, aku sudah tahu semua sifat ayah dari dahulu kala...."


"K - kamu di kasih tahu sama siapa?" Daniel pun terkejut atas jawaban sang anak.


"Aku tanya kepada kedua wanita yang akan kamu jadikan tumbal selanjutnya iya kan?"


Kali ini Daniel matanya melotot kearah Hitto sang anak, dan keringat dingin.


"Glek..."


"Glek...."


Lagi - lagi Daniel menelan Salivanya, semuanya sudah kacau balau.


"Kenapa ayah begitu wajahnya? Apa ayah takut yaa karena Hitto sudah tahu kebenaran ayah..."


"A - ayah kira, kamu masih polos nak tidak tahu apa - apa..."


Kini Daniel makin gugup dan terbata - bata.


"Dulu saya masih polos, sekarang umur aku udah 25 tahun dan siap untuk menikah. Aku sudah besar ayah aku tidak seperti anak kecil lagi yang mudah ayah bodohi...."


"Sudahlah ayah, aku sudah muak sama ayah. Intinya aku tidak mau kasihkan Felycia kepada ayah...."


Kini Hitto berada di kamarnya, dan sedang merenungi atas apa yang telah terjadi terhadap dirinya kepada ayahnya.


"Apakah aku salah ya? Nggak salah kan aku, melindungi pacar aku sendiri dari hadapan ayah...."


Daniel sang ayah, pergi keluar rumah ada kepentingan pribadi yang harus di selesaikan.


Kini kesempatan Hitto mencari misteri berikutnya, kali ini bukan tentang kematian si Windha maupun Zana, melainkan kasus terbaru yaitu Daniel menggunakan pelet dan menggunakan tuyul untuk mendapatkan kekayaan lebih dari itu.


Pada waktu Hitto menyelidiki kasus tersebut, akan menarik pintu yang menuju di basement. Tiba - tiba muncul ada seseorang hantu yang berwajah agak seram yang sedang berada di pojokan ruang basement.



Karena Hitto penasaran sekali, ya udah Hitto menuruni anak tangga tersebut. Anak tangga tersebut sungguh amat sangat gelap, tidak ada penerangan sama sekali penerangan hanya melalui celah jendela - jendela saja di siang hari.




Tangannya penuh dengan darah, matanya terlihat hanya putih - putih saja, dirinya sedang membawa jantung yang berukuran besar. Kemungkinan dia membawa jantung seorang wanita dewasa.


"Ahh...****...Siapa kamu? Apa mau kamu?"


Tidak ada jawaban dari dia, Hitto bertanya kembali.


"Where are you doing?"


Lagi - lagi tidak ada jawaban dari wanita tersebut.


Wanita tersebut makin lama makin mendekat ke arah Hitto, kali ini wajahnya berbeda.



"Ciluk....Baa...."


"Hello ganteng....Wahh ada tumbal baru nih...."


Seketika Hitto menjerit dan mencoba untuk berlari ke arah belakangnya.


Kepala sang hantu berubah 180° Bisa berubah - ubah, lehernya sangat lentur.


"Srett..."


Hitto yang masih berlari mencoba untuk berlari sekuat tenaganya.


Di satu sisi lainnya, sang ayah mendatangi di kediaman rumah Tina untuk menjenguk anak dan Tina.


Pada waktu sesampainya di rumah Tina, Daniel di usir oleh kedua orangtuanya.


"Mau apa kamu datang kemari?Mau celakakan anak saya lagi si Tina..." ayah Tina sudah emosi sedari tadi.


"Kedatangan saya disini, saya ingin bertanggung jawab atas kehamilan Tina. Saya mohon pak buk untuk menikahi Tina...."


"Tidak....Anak saya tidak akan menyerahkan kepadamu...takut kamu jadikan tumbal selanjutnya...."


Alhasil Daniel tidak bisa mendapatkan Tina, sebenarnya Daniel bisa saja membunuh kedua orangtuanya Tina untuk tumbal. Akan tetapi, Daniel sudah terlanjur Tina menjadikan tumbal tuyul.


Akhirnya Daniel pulang ke rumah dengan perasaan sedih, kecewa dan marah tidak bisa bertemu dengan Tina.


Sesampainya di rumah yang sangat mewah sekali, dirinya merebahkan tubuhnya sebentar.


Teringat sang istri tercinta yang sudah meninggal akibat ulah dirinya sendiri, sungguh kejam perbuatan Daniel kepada keluarganya.


Dirinya merasa haus dan yah dia keluar dari kamar untuk menuju ke dapur, pada saat akan menuju ke dapur dia terkejut dan jantung berdegup sangat kencang.



Dilihat dari lantai 2, Daniel melihat ada sebuah keranda yang berisikan pocong - pocong entah itu pocong siapa tapi pocong tersebut sudah penuh dengan banyak darah.


Akhirnya Daniel mencari jalan keluar untuk menuju ke dapur, dia melihat ada sebuah pintu yang berisikan basement miliknya.


Dirinya masuk ke dalamnya, di sambut sudah dengan sebuah penampakan anak kecil seperti Windha.



"Kamu siapa?"


Tidak ada jawaban dari gadis kecil tersebut, Daniel melanjutkan kembali ke sebuah bawah tanah yang makin hari makin gelap. Dirinya hanya membawa kan senter yang sangat terang


Akhirnya Daniel pun keluar dari rumah tersebut dengan nafas yang masih tersengal-sengal kini Daniel mengistirahatkan tubuhnya di sebuah gubuk tua yang masih kuat, di dalam sana terdapat kursi, meja makan dan tempat tidur.


Dirinya selalu mimpi buruk, dan kadang mimpi buruk itu selalu berubah-ubah dan tempatnya juga berubah-ubah.


"Apakah ini akan menjadi karma buat aku...."


Ujar Daniel di dalam hatinya dan dirinya benar - benar sudah gila, baik gila harta maupun gila soal perempuan.


...****************...


Kita kembali ke Hitto sang anak, Hitto sudah merasa aman dan nafas sudah tenang kini dia membuka pintu.


Hitto berlari naik ke atas dan bersembunyi di kamar ayah dan ibunya, sang anak menemukan sebuah video porno banyak sekali.


Otomatis Hitto menggelengkan kepalanya dan tidak menyangka bahwa sang ayah benar - benar sungguh kejam dan bejat.


"Ayah...Pantas saja ayah inginkan Felycia sebagai pendamping hidup ayah karena hal ini ternyata..."


Karena sudah merasa aman kini Hitto keluar secara pelan-pelan dan mengendap-endap masuk ke kamarnya kembali.


TO BE CONTINUED