IMPOSSIBLE

IMPOSSIBLE
Di teror hantu lagi?



Pada waktu itu semenjak kepergian Zana untuk selama lamanya dari kehidupan Hitto sang anak, kini Hitto beranjak dewasa dan ayahnya Daniel menemani dirinya tanpa di dampingi sang istri.


Kehidupan Daniel kini telah berubah, dan tidak menggunakan ilmu hitam lagi untuk memikat hati wanita. Akan tetapi, dia terus menggunakan pelet sebagai pengganti Ilmu hitam tersebut.


Daniel datang ke rumah dukun lagi untuk menceritakan percintaannya yang begitu rumit.


"Mbah Surip, saya Daniel ingin bercerita soal percintaan saya dengan Christina Mbah..."


"Hemm....Cerita apa?"


"Jadi begini Mbah, saya sedang mengalami putus cinta juga karena Christina tidak mau mendengarkanku dan juga tidak mau melakukan hubungan badan dengan saya. Solusinya bagaimana ya Mbah?"


"Hemm....kalau begitu sih, tenang biar Mbah yang bantu. Mbah akan melakukan hal itu, dirimu tenang aja..."


Pada saat Hitto masih diajak oleh hantu untuk mengelilingi tempat yang begitu sangat indah, akhirnya Hitto benar - benar bisa berjumpa dengan sang bunda. Kali ini benar - benar bunda tidak hantu lagi yang terwujud.


"Bunda....Ini benar - benar bunda kan? Bukan hantu lagi yang lagi menyamar kan?"


"Ini benar - benar bunda nak, ha? Memangnya ada ya nak?"


Sebenarnya bunda tidak percaya kalau ada hantu yang menyamar dia, dia melirik ke arah hantu mbak Kunti warna merah yang berada di samping Hitto.


"Wealah, hantu ini yang berwujud seperti bunda ya nak?"


Mbak Kunti merah yang daritadi diam langsung menoleh ke arah Zana.


"Hehe....maaf kan saya, saya usil banget kepada anda..."


Mereka berdua pun mengobrol tanpa ia sadarkan, bahwa Hitto masih pingsan.


"Heh! Anjirt.....Baru aku ingat, aku masih dalam keadaan pingsan ***. Aku harus kembali ke kamarku segera." Hitto berteriak ke arah mereka berdua.


Tiba - tiba tangannya Zana memukul sedikit kepala mbak Kunti.


"Peletak..."


"Wehh....mbak Kunti kenapa dirimu ajak anakku kan dia belum mau mati, bangsat deh yaa lu Kunti."


"A - ampun mbak, saya tidak akan pernah ajak dia ke sini lagi. Aku akan kembalikan dia ke dunia nyatanya,"


"Nah...gitu dong mbak Kun, daritadi atuh. Kasihan anak orang kamu ajak ajak ke sini,"


Kemudian mbak Kunti bersama Hitto pun pergi meninggalkan bunda, kini Hitto akan kembali ke tempat asalnya.


"Ini asal kamu, silahkan pergi maafkan aku ajak kamu ke surga...."


"Terimakasih banyak mbak Kunti, sudah mengajak berkeliling ke tempat yang indah dan bertemu dengan bunda aku...."


Akhirnya Hitto pun kembali ke tempat tubuhnya dan terbangun dari pingsannya yang cukup lama.


"Srett..."


"Aduh....aku ada dimana ini kepalaku tiba - tiba saja sakit ini..."


Sang ayah pun terkejut karena sang anak udah bangun dari pingsannya.


"Nak....sudah bangun?"


"Sudah yah...."


Mbak Kunti merah pun datang, dan menghampiri Hitto.


"Haii...sudah bangun ya?"


"Mbak Kunti...kenapa mbak ada disini, apa mau mbak Kunti?"


"Tidak...saya tadi mengejar Christina tidak dapat ya udah deh,"


Di dalam ruangan tersebut ada Mbah dukun namanya Mbah Surip.


"Mbah....saya ingin menambah kekayaan lagi dong Mbah...."


"Kekayaan apa?"


"Ya semacam tuyul atau yang lainnya Mbah...."


"Wealah, anda yakin? Tuyul tumbalnya harus menyusui dan mandikan kalau tidak bisa bisa anda mati begitu saja..."


"Mbah punya foto tuyulnya nggak?"


"Mbah punya foto tuyulnya..."



"Anjirt....Seram amat Mbah tuyulnya, kita nggak punya perempuan loh untuk menyusui nya..."


"Coba Tina yang menjadi ibu untuk si tuyul..."


"Anda yakin Mbah? secara dia kan janda..."


"Kita carinya yang janda untuk menyusui si tuyul tersebut..."


Di satu sisi Christina, dirinya terus mencari untuk jalan keluar dan terus saja membuka pintu satu persatu.


Hingga pada akhirnya, dirinya melihat pintu satu yang terbuka. Christina pun membuka pintu tersebut, benar saja dia sudah keluar dari rumah ini.


Akan tetapi, dirinya tidak keluar langsung jalan raya. Melainkan harus melewati hutan yang penuh lembah dan di sisi kanan kiri itu jurang.



Dirinya melangkah dengan suasana yang begitu sangat dingin hingga seluruh tubuh merinding di tambah suasana yang tidak bisa di katakan.


Di tengah perjalanan makin hari makin gelap tidak ada seorang pun yang menginap di tengah hutan begini, namun Christina melihat ada sebuah rumah gubuk tua akan tetapi masih menyala lampunya.



Sangat indah menuju ke rumah tersebut, dirinya terus melangkah terus melaju ke depan.


"Tuk..."


"Tuk..."


"Tuk..."


5 menit Christina melewati jalan yang begitu licin akhirnya dirinya pun sampai juga dan mengetuk sebuah pintu yang sudah mulai usang dan rapuh.


"Tok..."


"Tok...."


"Tok...."


Tidak ada jawaban sama sekali di dalam rumah tersebut.


Pintu tersebut yang semula terkunci tiba - tiba saja terbuka dengan sendirinya.


"Krek...."


Sontak membuat dirinya terkejut dan berteriak.


"Aaa....Bajingan, kenapa pintunya terbuka dengan sendirinya. Argh..."


Merasa sangat emosi dan nafasnya menggebu-gebu, sudah ketakutan di tambah di kagetkan oleh pintu.


Akhirnya Christina pun masuk ke dalam rumah, di dalam masih terlihat rapi dan begitu juga masih terawat namun tidak ada orang sama sekali.


"Hello...is there someone there..."


Tidak ada jawaban dari penghuni tersebut.


Ada anak kecil yang mukanya sangat menakutkan berada di ujung lorong itu sambil memandang ke arah Christina.



Dirinya pun memberanikan untuk mendekati anak gadis tersebut, anak gadis tersebut tidak tersenyum dan dia tidak nampak di lantai.


"Hello...Do you live here?"


"where do you come from?"


Tidak ada balasan dari anak gadis tersebut, tiba - tiba saja kepala gadis tersebut terlepas disertai dengan organ - organ tubuh lainnya.



Christina terkejut dan berteriak lagi, kini dia berlari sekencang mungkin untuk bersembunyi dari hadapan setan tersebut.


"Aaaaaa.....Anjing! KUYANG....."


"Dag...."


"Dag...."


"Dag...."


Christina Aguilera terus berlari sekuat tenaga, meskipun dia mengalami kehausan dan kelaparan tapi dia tidak peduli dan terus saja berlari.


Hingga tiba dirinya berada di ruangan yang begitu sangat mewah, ada kasur yang begitu sangat besar beserta meja untuk menulis dan makan.


"Huft...aku sudah merasa aman sekarang..."


Tiba - tiba saja dirinya mencium aroma sungguh menyengat, sampai dirinya mual dan muntah - muntah.


Yaps Bau busuk yaitu sebuah Pocong yang berada di belakang Christina.


Christina mencoba membalikan badannya ke belakang.


"Set...."



"Ciluk...Baa..."


Otomatis Christina menjerit kembali dan yah berusaha untuk keluar dari ruangan tersebut.


"Argh....******....Aku harus keluar dari kamar ini sebelum dia menangkap aku..."


Lagi - lagi Christina berteriak-teriak dan berlari-lari sudah tidak ada tempat aman untuk bersembunyi lagi. Dirinya sudah tidak sanggup lagi atas semua yang dialami oleh dirinya, di buat stress karena dirinya tidak merasa aman lagi.


Terlihat dari jendela, nampak ada orang pria sedang membawa senjata celurit siap untuk membacok dirinya.



Pria tersebut sudah sangat gila, kemungkinan dia arwah penunggu rumah ini jadi dia marah kepada siapa saja yang masuk ke rumahnya tanpa seizinnya.


TO BE CONTINUED.