IMPOSSIBLE

IMPOSSIBLE
di Balik Paris



Setelah puas keliling kota Paris,gue balik sebentar ke hotel buat mandi, lalu pergi ke D'Cafe , tempat janjian gue sama Al.


Sampai disana masih jam 16.30. yang berarti masih 30 menit lagi Al dateng. Sambil nunggu Al,gue pesen sidecar,minuman favorite gue sekarang setelah sinom.


Gue buka layar ponsel,gue main ista. Btw, udah semenjak gue di Paris gue gak pernah buka ista gue.


Terlarut dalam dunia gue sendiri,sampe sampe ga sadar kalo orang yang lagi gue tunggu udah duduk di depan gue.


" eh ! Al ? kaget gue. lo jalan kaya ngawang aja gak ada suara. Btw, udah dari tadi? " sambil meletakkan hp diatas meja.


" hmm..5 menit an yang lalu. " jawabnya dengan wajah datarnya.


aku meringis.


" hee he..yauda mau mesen apa lo? "


" eum...milk shake strawberry "


lalu ku panggil pelayan dan memesankan minuman untuk Al.


" Jadi..gimana nih ceritanya? "


" Gue bingung mau cerita dari mana."


" Dari yang lo ngambek di kantin gara gara kelempar botol,trus tiba tiba lo ngilang "


" aahh..itu.. "


pelayan datang memberikan minuman yang tadi dipesan.


flashback


iishhh..apaan si Revan tu ! bikin ga mood aja..


tibi tiba telfonku berbunyi dari dalam saku,kuraih benda itu.mas B? tumben nelpon.


kuangkat panggilannya dan mas B menyuruhku segera untuk pulang.bikin orang jantungan aja.Segera ku izin ketua kelas dan cabut dari sana.


Sampai dirumah,aku melihat mas B yang sedang mondar mandir,menunjukkan bahwa dirinya sedang gelisah.


aku masuk tanpa salam.berlari menuju mas B.


mas B menoleh, " kamu cepet siapin koper.kita ke Paris sekarang juga ! " perintahnya.


" ad--"


" udah sana siapin dulu ! " pintanya tak bisa dibantah.


aku segera ke kamar dan menyiapkan koper.tak lupa juga mengganti seragam yang kugunakan menjadi ham biru muda dan celana jeans panjang.


aku turun dan kita segera ke bandara dan terbang ke Paris.


diperjalanan,mas Brian menceritakan.bahwa papa kritis,sedangkan mama koma di rumah sakit sana karena kecelakaan.aku dihubungi dari tadi oleh kak Zaidan tidak bisa bisa,aku lihat ponsel ku.benar saja.41 panggilan tak terjawab dan 17 pesan belum dibaca.


Mas B sendiri setelah panggilan ke 15 bar kuangkat.aahh?? kenapa aku gak denger?


Kak Zaidan baru bisa nyusul besok pagi dari Korea langsung ke Paris.karena pemotretanya tidak bisa ditunda,itu pun besok paginya habis pemotretan langsung terbang.


sampai di Paris,kita langsung menuju rumah sakit dan ke kamar dimana papa dan mamaku berbaring memperjuangkan hidupnya.


kulihat jarum infus sudah melekat di masing masing tangan kedua orang tua ku.air mata ini tak bisa kubendung.aku menangis sesenggukan.


Dokter menjelaskan bahwa papa mengalami gagar otak dan patah tulang di bagian rusuk.dan kemungkinan bisa membaik hanya 10 %.sisanya kita serahkan pada Tuhan.yang terbaik untuk pasien.aku menangis sejadi jadinya.


sedangkan mama mengalami koma dan pendarahan hebat sampai tubuhnya membiru kehabisan darah,tapi syukur cepat ditangani.jadi pendarahannya sudah diatasi,tinggal koma nya saja.


mas B dari tadi menguatkanku dengan mengusap usap punggungku.aku sedikit tenang dibuatnya.


Dan keesokannya,tengah malam kak Zaidan sampai di Paris.bertepatan dengan itu kondisi papaku semakin memburuk dan akhirnya meninggal.


Aku masih tidak percaya dengan kepergian papaku yang secepat ini.dan untungnya,kak Zaidan sudah ada disana.jadi masih bisa melihat papa untuk yang terakhir kalinya.


Harapanku untuk sekarang hanya mama.Papa sudah dikuburkan di negara ini pada esok paginya.


Sudah 3 hari disini.mas B yang selalu menemaniku tak bisa berlama lama meninggalkan kuliah dan bisnisnya yang sedang pesat pesatnya.alhasil mas B kembali ke Jakarta.


Sedangkan bisnis papa dan mama sendiri jadi terbangkalai.otomatis kakakku menghandle bisnis papa dan mama,menyelesaikan urusan papa yang di Paris lalu kembali ke Jakarta.


Bagaimana dengan cuti kakak yang sebentar lagi akan habis?kakakku sudah mengundurkan diri.karena sebelumnya sudah tanda tangan kontrak,jadinya kakak harus bayar denda.dan kakak tidak merasa sedih meninggalkan karirnya di dunia musik,karena dia sendiri mengikutinya hanya coba coba saja.jadi selepas keluarpun dia tak merasa kehilangan.


Kalo aku sendiri,sambil menunggu mama bangun dari komanya,akhirnya aku mendaftar kan diri untuk sekolah disini.