
Farrel yang menyimakku ,terkejut dengan musibah yang menimpa keluargaku.Dia memberiku semangat dan dorongan agar tetap tegar.aku berterima kasih dengan kehadirannya.
" jadi sejak kapan lo sekolah disini? "
" eum..baru kemaren si." jawabku sambil menyruput milkshake yang kupesan tadi.
" eh, Btw lo tau dari mana sekolah gue? "
" dari si cewek centil temen lo "
" haishhh " aku memukul bahunya.di meringis sambil memegang bahunya yang barusan kupukul.
" eh tapi beneran lo,kok dia bisa tau dah? "
" gak tau tu anak..tauuu aja. "
" sebenernya dia pengen ikut Al..tapi gak gue izinin..soalnya bentar lagi ujian. "
" yeh..lo sendiri? "
" ya ..gue kan udah pinter " jawabnya congak
" helleh..lo sama gue aja masih pinteran gue " cibir ku sembari menyentil dahinya.dia cemberut dan mengusapnya.
" kok jlebb ya " sambil memegang dadanya.
bener nyatanya si..tapi lo bisa ga si Al bo' ong dikit gitu demi kebahagiaan gue. Farrel
" Sori ya.gue gak bisa dan gak mau bo'ong..karna mending jujur menyakitkan dari pada bo'ong menyakitkan "
ni orang bisa baca pikiran gue apa ya? Farrel.
" Gue gak bisa baca pikiran orang kok.."
Farrel tersenyum kecut.
" oh ya Al, Btw sejak kapan rambut lo ungu? "
aku memegang rambutku
" ah,ini.sejak lusa si..kenapa?jelek? apa warna merah aja ya seharusnya? "
" eh,gak ! "
aku melihat wajah Farrel yang memerah.
" ini aja..bagus kok.cocok sama lo.lo makin cantik "
ahh jadi anak ini malu tho...kirain sakit..udah kaya kepiting rebus aja..
aku tersenyum mendengar pendapatnya.
"makasi.."
ekspresi Farrel berubah menjadi sedih.
" Besok. " jawabnya pelan.
" aah..besok " aku hanya mengangguk angguk saja.
" lo sendiri? "
" gue sendiri belum tau Rel..tunggu mama gue siuman dulu. "
" heumm...yaudah kalo gitu gue minta nomor lo yang sekarang! "
aku hanya tersenyum menanggapi sikap ngambeknya.
" nih, " aku menyerahkan hpku.
saat dia membuka layar ponselku,kulihat dia terkejut.
" Al,ini Gavin tunangan lo kan? "
aku mengintip sekilas dan mengiyakan.
--------*
setelah memasukkan nomornya,aku menyudahi pertemuan ku dengannya walaupun masih belum ingin berpisah dengannya.
Namun karna hatiku yang cemburu lebih egois,maka kusudahi pertemuan ini dengan alasan packing barang barang buat besok.
kulihat dia biasa saja melihatku pergi.se gak pedulinya kah lo?apa lo nya aja yang gak peka?
aku menuju hotel dan mengamuk di kamar berukuran berukuran besar itu.
aku melempar hp dan apapun itu yang kupakai keatas kasur.
Gue kesini buat lo ! tapi lo nya gak ada feel nya ketemu gue.biasa aja ! paling gak lo ajak gue keliling Paris kek,,,
Mana tu wallpaper fotonya sama Gavin di menara eiffel lagi ! sapa yang gak sebel coba?
katanya disini nungguin nyokap lo..tapi lo malah enak enak nya pacaran sama si Gavin Gavin itu !
katanya lo ga suka sama Gavin,lo ngasih harapan ke gue ! kalo emang iya lo mulai suka sama Gavin,lo bilang! jangan ngasih gue harapan ! tolak gue terus terang ! paling gak gue jadi tau kejelasannya kalo lo sukanya sama Gavin.guenya gak ke ge-er an.
jahat lo Al ! jahat..kecewa gue sama lo.
tidak terasa aku sudah terlelap saja dia atas kasur sampai pagi.
Al pulang sekolah,Paris.