IMPOSSIBLE

IMPOSSIBLE
pembantu yang malang part 2



Setelah si Tina melahirkan si buah hati tersebut, kini Tina berada di sebuah kontrakan yang berada di daerah jakarta selatan bersama suaminya yang bernama xionying.


Ia telah melahirkan sebuah anak perempuan yang bernama Cristina Angeline, ia adalah gadis yang sangat Tina sayangi meskipun bukan anak asli dari hubungan dengan suaminya tersebut. Suaminya kini bekerja di salah satu tempat ternama yang bernama pertamina, ia bekerja sebagai penambang minyak.


Tina bertemu dengan suaminya setiap 1 tahun sekali yang dimana, suaminya bertenaga TNI yang dimana sibuk dalam hal kemanusiaan.


Pada waktu itu Tina bersama anaknya yang perempuan pergi ke rumah mertuanya yang terletak di Jakarta Timur.


"Permisi ibu, saya Tina membawa putu ibu nihh," ucap Tina


"Heii nak, wahh umurnya berapa nihh lucuu sekalii uluh uluhh," ucap Ibu


Beberapa menit kemudian, anaknya bermain dengan sepupunya yang bernama shabrina anaknya lucu sekali dan pintar seperti anak anak pada umumnya.


Pada waktu itu, Tina bersenang senang bersama keluarganya. Selang beberapa bulan kemudian, mendengar ayahnya dari aparat TNI bahwa ayahnya gugur dalam medan peperangan.


"Permisi, apakah benar dari istri Jonathan?" Tanya tentara


"Iyaa saya istrinya memangnya ada apa ya?" Tanya Tina


"Mau menginformasikan bahwa suami mbak, gugur dalam peperangan kemarin dia di tembak sebanyak lima kali," jawab tentara


"Ha? Tidak mungkin pak, bisa kirimkan foto meninggalnya suami saya?" Tanya Tina


Beberapa menit kemudian, temannya ayahnya memfoto kondisi jenazah ayahnya yang meninggal di medan pertempuran. Tiba tiba saja Tina sangat shock dan tidak menyangka ayah pergi meninggalkan begitu saja


"Ayah, kenapa dirimu pergi meninggalkan kami bertiga disini. Aku sedang mengandung anak kamu, masak dia telah kehilangan ayah. Ayah katanya janji mau menemani Tina pada waktu lahiran nanti, tapi kini hanya tinggal kenangan dan semua janji hanya tinggal janji," batin Tina


"Ibu, ayah dimana?" Tanya Angel


"Ayah pergi ke suatu tempat yang sangat indah sekali nak," jawab Tina


"Dimana itu bu?" Tanya Angel


"Ibu, tidak bisa menyebutkan nak," ucap Tina


Beberapa menit kemudian, peti jenazah ayahnya datang ke rumah duka untuk prosesi doa dan tutup peti jenazah. Tina, ayah dan ibunya tidak bisa tahan air mata setiap kali melihat peti jenazah selalu terbayang bayang akan wajahnya.


"AYAH, KENAPA AYAH PERGI BEGITU SAJA DARI KAMI YAH. AYAH KATANYA JANJI MAU MENGAJAK ANAK ANAK UNTUK JALAN JALAN, AYAHH TEGA SEKALI SIH HIKS," jerit Tina


Anaknya bertanya kepada ibunya dengan sangat polos sekali.


"Ibu, ayah ko tidurnya lama sekali?" Tanya Angel


"Bu, ayah kenapa wajahnya pucat sekali?" Tanya Angel


Seketika Tina langsung saja memeluk Angel putri kesayangannya, dan menjawab pertanyaan dari si kecil ini


"Ayahh sudahh berada di suatu tempat yang begitu indah," jawab Tina


"Wahh, apakah Angel bisa bermain bersama ayah di suatu tempat yang sangat indah?" Tanya Angel


"Tidak bisa nak, ayah sudah berada di suatu tempat dan tempat itu sudah di kunci rapat oleh malaikat," jawab Tina


"Apakah aku bisa bermain bersama malaikat?" Tanya Angel


"...."(tidak ada jawaban dari ibunya)


Tiba tiba saja Angel tau bahwa ayahnya tidak bernafas kemudian ia pun menangis sejadi jadinya


"AYAH,KENAPA AYAH TEGA MENINGGALKAN ANGEL, ANGEL BUTUH AYAH. AYAH KATANYA JANJI UNTUK MENGAJAK KAMI JALAN JALAN KENAPA AYAH TEGA BANGETT SAMA ANGEL, HIKS," tangis Angel


Tina pun memeluk putrii kesayangannya supaya Angel tenang dan tidak bersedih terus.


"Mas, Angel sangat merindukanmu. Angel ingin bermain bersamamu mas, aku akan mencoba ikhlas melupakan dirimu mas, semoga engkau tenang di alam sana bersama bapak di surga sana," batin Tina


Beberapa menit kemudian setelah melakukan tutup peti kemudian ayah di kubur bersama peti, Tina nggak kuat atas apa yang ia lihat. Angel menangis sejadi jadinya.


"Ayahh, akuu kangen banget sama ayah. Ayah jangan pernah tinggalkan aku ya yah, aku sangat mencintai ayah aku harap ayah bisa mendengarkan isi hati Angel," batin Angel


Setelah pemakaman ayahnya Angel kemudian Tina dan juga Angel pulang ke rumah dan membereskan semuanya, Angel trauma atas kehilangan ayah.


"Angel kasihan banget nak, aku akan menjadi ibu sekaligus ayah buat kamu nak," batin Tina


Beberapa menit kemudian Tina memeluk Angel yang begitu sangat erat, dan berbisik kepada Angel anaknya


"Nak, kita berjuang bersama sama ya nak. Ibu akan merawat dan menjagamu," bisik Tina


"Ayah kenapa meninggalkan kita sih bu, aku tidak bisa memeluk ayah disaat ayah masih hidup hiks," tangis Angel


Sungguh malang nasibnya Tina dan Angel anaknya, sudah ditinggal ayah dan suaminya kini Tina menjadi janda anak 1 dan sebentar lagi dia melahirkan anak kedua hasil pernikahan dari Xionying.


Beberapa menit kemudian, tamu tamu pada datang perdatangan mulai dari teman temannya Tina sampai teman temannya Angel mereka semua turut berduka cita atas kematian ayahnya.


"Turut berduka cita ya Angel, yang tabah dan sabarr semoga tenang dialam sana bersama bapak tercinta," ucap Sheila


"Makasih banyak Sheila," ucap Angel


Beberapa menit kemudian mereka pun mendoakan, meskipun ayahnya sudah di kuburkan mereka saling menyemangatin satu sama lain.


Pada waktu tamu sudah pada pulang, tinggal lah Tina dan juga Angel. Angel masuk ke dalam kamar tidurnya dan berteriak seperti orang gila, untunglah ruangannya kedap suara.


"AAA, AYAH KENAPA SIH TEGA BANGETT SAMA ANGEL. KATA AYAH AYAH JANJI BAKALAN JAJAIN DAN MENGAJAK AKU DAN IBU UNTUK PERGI KE KEBUN BINATANG KENAPA SIH AYAH HARUS PERGI UNTUK SELAMA LAMANYA. HUAAAA," jeritt Angel


Tiba tiba ibunya mengetuk pintu untuk mengetahui keadaan putri kesayangannya.


"Huft, aku baik baik saja bu tenang ajaa," sahut Angel


"Syukurlah, aku kira mau bunuh diri nak," ucap ibu


Beberapa menit kemudian Angel pun keluar dari kamarnya dan iaa ditanya oleh ibundanya


"Nak, kamu habis ngapain?" Tanya ibu


"Maaf bund aku nangis sejadi jadinya, belum ikhlas aku bund," jawab Angel


"Udahh gak apa apa nak, sini bunda peluk kamu," ucap Tina


Akhirnya mereka pun saling berpelukan untuk saling menyamangatin satu sama lain, mereka sangat nyaman sekali jika berada disampingnya begitupun sebaliknya.


Mereka pada waktu itu sudah acara keluarga, kemudian Angel masuk ke dalam kamar dengan rasa penuh kekecewaan dan rasa penuh kesedihan


"Apa, aku harus mencoba bunuh diri ya agar bisa menyusul ayah ya di surga?" batin Angel


Tiba tiba saja Angel memecahkan sebuah gelas bening yang begitu tajam.


"PYAR!"


Seketika Angel mengambil kaca yang habis di lempar oleh Angel, Angel rasanya tidak tahan dan kuat untuk hidup mangkanya ia mencoba untuk bunuh diri. Ibunya tidak mengetahui kalau dia ingin bunuh diri.


Angel berusaha untuk bunuh diri, dengan cara menyayat nadi serpihan kaca yang sudah di pecahkan.


"Sret..."


Angel merasa kesakitan, banyak darah yang keluar dari tangannya.


"Aww..."


Tina yang mendengar putrinya berteriak kesakitan, ia menghampiri kamar tidur anaknya.


"TOK..."


"TOK..."


"TOK...."


Tidak ada jawaban dari Angel putri semata wayangnya itu, terpaksa ia meminta bantuan kepada kedua orangtuanya untuk mendobrak pintu tersebut.


"1...2...3..."


"DOBRAK...."


Akhirnya pintu tersebut buka dan betapa terkejutnya, Angel sudah tergeletak di lantai dengan lumuran banyak darah.


"ASTAGA....YA TUHAN! Apa yang sedang terjadi padamu nak..." Tina sebagai sang ibu merasa bersalah.


Detak jantungnya masih berdetak, nenek atau sang ibu dari Tina. Memegang denyut nadi yang di sebelah kiri.


"Deg..."


"Deg..."


"Deg..."


"Nak, anakmu Angel masih bertahan. Ayo segera di bawa ke rumah sakit..."


...****************...


Mereka sudah sampai di Rumah sakit, Angel di dorong oleh petugas rumah sakit untuk dibawa ke ruangan untuk pengobatan lebih lanjut lagi. Tina mondar mandir ke sana kemari sambil menggigit jari tangan, menyalahkan dirinya juga.


"Ahh....Kenapa aku jadi orangtua tidak becus menjaga dan merawat anakku sendiri."


...****************...


Dokter pun keluar dari ruangan tersebut, dan mengatakan sesuatu kepada Tina.


"Dari keluarga pasien?" Tanya dokter.


"Iya dokter, saya ibunya..."


"Begini, anak ibu mengalami koma akibat tangan anak ibu sudah keluar banyak darah. Dan kita juga kekurangan darah untuk korban," dokter pun menjelaskan apa yang sedang terjadi.


"Ha? Koma? Ada pendonor nggak untuk anak saya dok!"


"Untuk saat ini belum ada ibu,"


Tina pun suka relawan untuk jadi donor darah, akan tetapi di larang oleh sang ibunda.


"Jangan Tin, kamu punya penyakit nanti yang ada menular."


Tina pun hanya terdiam dan mengangguk kan kepalanya.


Angel sang anak, mengalami koma entah sampai kapan dia akan bangun dari komanya.


...****************...


TO BE CONTINUED.