
tok tok tok
"dek.....bangun!!!sudah pagi..ntar telat loh..!!"
tak ada jawaban dari penghuni kamar berwarna hitam merah tersebut.
"deeekkk..ayoo bangun"ketukanm Zaidan makin keras.
namun,nihil.belum ada respon dari empunya kamar.
"kakak.buka yaa..pake kunci cadangan" Zaidan menuruni tangga menuju basmen mengambil kunci cadangan disana lalu segera membuka pintu kamar Al dengan itu.
cklek
Zaidan masuk dan menggoyangkan tubuh adiknya .
"dek..ayo ba ---" perkataan Zaidan tercekat.pasalnya ia melihat luka sayat di pipi kanan Al.
flashback
"selamat tidur.."ucap papa dan mama sembari menuju ke kamar.
"hmm...hoaaamm ngantuk banget nih..aku langsung tidur ya kak,mas B..."pamit Al lalu berjalan malas menuju kamar.
"oke..bangun pagi lo dek..jangan lupa besok masih hari jumat!"balas Zaidan yang sedang memasang PS nya.
"jangan langsung tidur..gosok gigi basuh muka dulu.." Brian ikut mengingatkan.
Al yang sudah ditangga mendengarkan omongan kedua saudaranya hanya membalasnya dengan berdehem saja.pasalnya dia tinggal 1 watt.
cklek
Ashalina pov✌
ngantuk banget..langsung aja,aku buka kamarku dan menjatuhkan badanku ke pulau kapuk dan menghiraukan perintah mas Brian tadi.
saat ku mulai menutup mata,tiba tiba dari jendela aku mendengar langkah kaki ke arahku.ketakutanku mengalahkan kantukku.
kini aku yang membelakangi jendela semakin takut dibuatnya.aku sudah panas dingin,sambil tanganku saling menggenggam.tiba tiba dari belakang sebuah tangan memegang bahuku dan membalikkan tubuhku,hinggi kini aku dan pemilik langkah kaki itu berhadapan dengan dirinya yang **** tubuh ku.
aku yang kaget dibalikkan tubuhnya reflek memblalakkan mataku ke sang pelaku.aku tak bisa melihat wajahnya karena lampu kamarku yang memang sedang tidak dinyalakan dan ditambah lagi cat tembokku yang berwarna gelap.
setelah itu,aku sudah tidak sadar kan diri.
flashback off
author pov✌
"ya ampun dek..pipimu kenapa???" Zaidan terkejut dengan apa yang dia lihat,yaitu sayatan di pipi Al.
Al terbangun.
"hoaaamm..ada apa sih kak??"kesal Al pasalnya mimpi indah nya dihancurkan oleh kakaknya itu.
"itu loh..pipimu kok ada bekas sayatan?"tanya Zaidan khawatir sambil memegang luka di pipi Al.
"haah?" Al bangkit dari tidurnya menuju meja riasnya sambil meraba raba pipinya.
Brian masuk dengan tergesa.
"ada apa Zai?"
"aaaaa..kak?kok gini lagi?"kejut Al.
"gini lagi?" Zaidan heran.
"loh..dek..kok pipimu kaya gitu lagi?sakit gak?"tanya Brian.
"gitu lagi??hah?ada apa sih ni?"
"emm..gak sakit sih mas."balas Al pada Brian.
"jadi kak..dulu aku juga pernah kek gini..persis banget letak nya.dan itu gak sakit sama sekali.oh ya..pasti disini juga ada." Al membuka kancing atas pakainannya hendak melihat atas payudaranya.
"hm kan bener ada"lalu di lanjutkan melihat lengan dan pahanya.
"loh..bener bener persis letak nya." Al terpana melihat bekas sayatan yang sangat persis letaknya dengan tahun lalu.
Brian yang melihat kancing atas baju Al masih terbuka menelan ludah kasar.
"loh dek?emang pas itu di badanmu juga ada?"tanya Brian menetralkan nafsunya.
"iya mas..aku baru nyadar pas mandi sore.soalnya pas pagi pagi kan aku keburu banget.jadi gak merhatiin"
"dek..beneran gak sakit?gak papa tuh?mau dipriksain gak?" Zaidan yang sedari tadi menyimak pembicaraan Al dan sepupunya terlihat sangat cemas dengan adik kesayangannya ini.
"hallah kak..gak papa kok...gak sakit samsek.ntar aja kalo udah 3 kali kejadian baru aku mau priksain.mungkin aja yang ini kebetulan.hehe"
"hmm..yaudah deh..kakak bantuin mlesterin ntar abis kamu mandi"
"oke"
brian berdehem
"btw,15 menit lagi kamu terlambat"
Al memblalakkan matanya.tanpa berkata lagi dia langsung menyambar handuknya yang terdapat diloteng kamar dan masuk ke kamar mandi.Brian dan Zaidan yang menatapnya hanya geleng geleng.