IMPOSSIBLE

IMPOSSIBLE
Kehilangan



deg !


dia si play boy itu bukan sih?


" Hai yang..."


lalu si play boy itu mencium bibir Tasha sekilas.kulihat wajah Tasha sudah merah menahan malu.


" ah..kamu itu sukanya..ini kan di kantin " tegur Tasha sambil menepuk dada bidang pacarnya.dan hanya dibalas dengan senyuman genitnya.eeuuhh


dan si play boy duduk disamping Tasha.dia belum menyadari keberadaanku yang duduk disamping Tasha.Hhaaahhh..dunia serasa miliknya berdua.


" oh ya beb,nih sahabatku...Al, nih pacarkyuu.." Tasha saling memperkenalkan pada ku dan si pb.


dia melihatku dengan senyum yang tak bisa diartikan,dan aku jyjyq.


dia mengulurkan tangannya


" Revan "


aku membalas ulurannya


" Ashalina "


" panggilannya? "


" Al aja "


dia mengangguk.lalu Farrel menghampiriku.


" Loh..udah ada Tasha sama si kutu kupret?? " Tegur Farrel.


Revan yang mendengar julukannya,reflek melempar botol air kosong ke arah Farrel.namun,bukannya mengenai Farrel,botol itu lebih memilih mengenaiku.


aku yang sedang makan batagor,alhasil tersedak.


" eh,lo gak papa? " tanya Revan dengan muka khawatirnya.


Farrel dan Tasha juga gak kalah khawatir.


lalu Tasha menyodorkan air dan aku meminumnya.


" gue balik dulu." pamitku langsung setelah selesai dengan minumku.batagor tercintaku juga sudah kutinggalkan di meja situ.


argghhh ini gara gara Revan yang menghilangkan moodku !


baru sampai kelas,hpku berbunyi.kulihat ada panggilan dari mas Brian.kuangkat.


" dek ! cepet pulang,kita harus segera ke Paris ! " perintah mas Brian dengan nada paniknya.


" ah? ada apa sih mas?ngomong yang bener! "


" iya! pokoknya kamu pulang dulu! ntar mas jelasin." lalu mas Brian menutup teleponnya.


aku jadi keikut panik karnanya.segera ku lapor ke ketua kelas,izin ada urusan mendadak.lalu ku ambil tas ku dan segera pergi meninggalkan kelas.sambil berjalan ke gerbang,aku memesan yo jek.


-------*


" ah..gara gara lu sih! pake acara baper nglempar botol segala !!! " bentakku pada Revan.


" ya kan gue gak tau kalo ternyata tuh botol mleset!! " belanya.


" ahh..sudah sudah..palingan Al cuma lagi gak mood aja..yang jelas,semuanya salah..kalo lo Farrel gak ngatain Revan kutu kupret,Revan gak bakalan lempar tu botol..dan lo nya Van..gampang kepancing sih yaa..baperan." lerai Tasha.


lalu gue ikut menyusul Al ke kelas.namun dikelas,ternyata tas Al sudah tidak ada.masa iya gitu aja marahnya sampe pulang?


mungkin ketua kelas liat gue panik ya.dia paham.


" lo nyari Al? "


gue mengangguk.


" lo tau dimana? " tanyaku antusias.


" dia pulang,ada urusan mendadak."


aku terduduk dan mengacak rambutku.


arrrgghhh...emang bener ada urusan apa cuma alasan?


setelah pulang sekolah,aku begegas ke rumah Al untuk meminta maaf.yaa..walaupun bukan karna gue..tapi,gue lah pemicunya.


sampai didepan rumah modern kalsik bercat emas,aku berkali kali memencet bel.namun,nihil..tak ada jawaban.ku kira dia tidak mau membukakan pintu..tapi,sepertinya rumah ini memang kosong tak ada seorangpun.tidak ada kendaraan sama sekali dan lampu lampu padam.aku mencoba menunggu selama 2jam.tetap saja.


besok nya,Al tidak masuk juga.pulang sekolah kuhampiri rumahnya,masih sama seperti kemarin.ada apa ini???aku frustasi.aku takut kehilangannya.kalau saja waktu bisa diputar,saat dia pergi dari kantin,aku seharusnya langsung mengikutinya atau bahkan mencegatnya.


aaahhhhhhh!!!!! bodohnya diriku!


dan sampai satu minggu ini,Al belum juga masuk sekolah,bahkan setiap hari aku kerumahnya,dan hasilnya tetap saja.


aku sangat menyesal.