
" jadi ada apa nih narik narik gue? " tanyaku yang sekarang sudah bersandar di tembok pinggiran loteng sambil menyilangkan tangan didada dan menghadap Farrel yang posisinya berlawanan denganku.dia disampingku.
" lo gak penasaran gue kenapa? "
" idddiihh..pd bet dahh.." ucapku dengan nada tinggi." tapi iya sih..dikit" lanjutku dengan nada rendah dan meringis memperlihatkan gigi putihku.
iya dong..putih..makanya..pakai pep**dent...wkwk
Farrel hanya memutar bola matanya jengah.
" tapi,sebelum itu..gue mau nanya."
" what? "
" lo sama kak Gavin,ada hubungan apa? "
" hah?urusannya sama lo? "
" yaa..kita kan temen..." jawabnya sembari mengusap tengkuknya.
" emang harus gitu ya crita? "
dia mengangguk.
" hhhh..jadi kak Gavin tuh calon tunangan gue. "
" APA???!!! TUNANGAN??? " balasnya dengan nada yang woooww..fantastic.
aku menutup kedua telinga ku dengan kedua tanganku.
" woyyyy...biasa aja mas nyaaa "
" ya gimana mau biasa aja?..sekarang lo dengerin gue yaa.." dia memegang kedua tanganku.
" gue suka sama lo Al..sejak pertama kali gue kenal lo. " lanjutnya.
terkejut? iya dong..gue gak tau kalo selama itu dia naksir gue..apa mungkin bener ya kata Tasha kalo gue orang nya ga peka banget??
aku menganga.dan ditutup sama Farrel.
" seterkejut itukah lo? masa iya lo gak nyadar tingkah gue dari dulu?? "
" eh..i..iyaa..sori ya..gue gak tau.. "
" tapi,apa lo suka sama kak Gavin? "
aku menggeleng.
sejurus kemudian Farrel sudah memelukku.
" gue pasti akan dapetin hati lo Al.."
aku hanya tersenyum.
" tapi gue gak suka lo " jawabku jujur.
tiba tiba ada yang menegurku dan Farrel.
" woy..woy..tempat umum kalii"
Farrel spontan melepas pelukannya.
" lo..dari tadi.."
"yaa..gue dari tadi disana.." menunjuk atas ruangan yang terletak diatas loteng."sejak awal pembicaraan lo berdua.sori ya..gue bukannya curi dengar..gue punya telinga"
" oh ya...dan satu lagi,gue akan ikut berlomba dapetin hati lo" lanjutnya lagi sembari menunjukku.
aku heran..apaan sih ni orang.muncul muncul ngomong kek gitu..dan yaa..lo tau mukanya..kek playboy gituu..
kemudian dia pergi meninggalkan ku dan Farrel yang sedang cengok dibuatnya.
" temen gue..dan parahnya dia udah punya pacar.baru jadian malah. "
" ah,serius?bener banget dugaanku..dia playboy "
" yah..dia emang dari dulu SMP kaya gitu..yang jelas lo jangan sampe kebawa hati sama dia,apalagi kata katanya yang manis itu.."
aku mengangguk,lalu kita menuju kelas bersama.
dikelas,ternyata sudah ada guru.kapan bel pergantian jam?gue gak denger apapun??
alhasil,karna gue dan Farrel telat,kita jadi kena hukum berdiri di luar kelas sampai istirahat.
" Al,emang lo ga ada perasaan sama sekali ke gue? " tanya Farrel.
" mmm..gak ada tuh. "
" walaupun hanya sebiji jagung? "
aku tertawa mendengar lontarannya.lalu menggeleng.
" oke..gue akan membuat lo tergila gila sama gue ! "
" coba aja kalo bisa! " aku memeletkan lidah
dia cemberut lalu tertawa bersama.dan hukuman ini membuat membuat penatku hilang karna Farrel yang selalu bercerita lucu hingga tidak terasa sudah waktunya istirahat.
dikantin
aku yang tengah memakan batagor dikejutkan dari belakang oleh Tasha.biasa anak itu.
" DooooRrrrr "
untung gak keselek.
aku hanya menatapnya sinis.
"aduhh..sinis amat neng.."
" abiss..tau aku makan dikagetin..kalo keselek,trus mati gimana?"
dia terkekeh.
" iya iya.."
" oh ya,Al.Farrel mana? gimana tadi?lo udah bicara sama dia? "
" di toilet dia..udah bicara gue tadi ama dia..sampe dihukum gara gara telat masuknya."
"pppfftttt...hahhahaha"
aku menepuk bahunya.
"ah ya,trus katanya dia kenapa gitu? "
" ya..lagi bm aja"
sori ya Tash..gue lagi males crita.
dia mengangguk mengerti.
" ah ya Al,gue kemaren jadian..gue mau ngenalin pacar gue ke lo! "
lalu Tasha memanggil seseorang yang tengah memesan nasi goreng.
" Bebbb...." panggilnya.dan dia yang merasa dipanggil menoleh.
deg!
dia si play boy itu bukan sih?