
Pada waktu itu, setelah kepergian Zana untuk selama - lamanya sang anak Hitto sangat merindukan sang ibunda tercintanya.
Hari ini adalah 100 hari kepergian Zana untuk selama - lamanya, Hitto sering melamun dan kadang tidak. Rasanya begitu sangat kehilangan terhadap ibunda tercinta, meskipun ada Kaka ipar dan ayahnya akan tetapi dirinya tidak sanggup untuk bertahan hidup.
"Tuhan....Bolehkah aku menyusul bundaku? Kalau tidak mengizinkan, tolong datangkanlah bundaku ke dalam mimpiku aku sangat rindu bunda."
Air mata Hitto jatuh meneteskan di pipinya, ia mencoba untuk tegar akan tetapi tidak bisa untuk tegar.
...****************...
Pada waktu malam telah tiba, waktu sudah menunjukan pukul 22.00 saatnya Hitto beristirahat di tempat tidurnya.
"Akhirnya istirahat juga, capek banget sumpah mengurus semua pekerjaan rumah. Sempat tadi ayah marah - marah lagi sama Hitto."
Pada saat tertidur sang bunda datang ke mimpinya Hitto untuk melepas rindu.
"Nak Hitto, ini bunda nak. Kamu apa kabar?"
"Baik bunda, Hitto kangen banget sama bunda. Bunda jarang ke sini sih, Hitto capek Bun sama ayah. Suka marah - marah nggak jelas begini sama Hitto," Hitto pun menceritakan semua unek - unek kepada bunda nya..
Bunda pun langsung tersenyum lebar dan mulai mendekati sang anak Hitto untuk memeluknya, pada saat akan memeluknya ayah pun datang ke mimpinya.
"Nak....Dia bukan bunda kamu, dia adalah mbak Kunti yang menyerupai bunda kamu." Daniel pun memberitahu kepada Hitto sang anak.
"Dia beneran bunda yah, kenapa ayah?" Hitto tidak percaya atas ucapan ayahnya itu
Tiba - tiba tangan Hitto di tarik oleh ayahnya.
"Grap...."
"Ayah, apa yang sedang ayah lakukan? Lepaskan ayah..." Hitto berteriak sekuat tenaga.
"Sttt...Diam dulu nak, ayah mau bilang ke kamu dahulu."
"Mau bilang apaan yah?" Hitto makin penasaran.
"Ayah akan tunjukkan bahwa dia bukan bunda kamu."
"Ha? Mana yah, aku ingin lihat..." Hitto tambah penasaran lagi.
"Anjrit...Beneran itu mbak Kunti yah? Kita harus keluar dari sini buruan yah,"
"Oke....Ayo kita keluar dari mimpi ini sebelum mbak Kunti nya datang..."
Mereka berdua pun lari - larian untuk mencari jalan keluarnya, Hitto pun tersandung kayu yang sangat besar sehingga dirinya tidak bisa berdiri dan melanjutkan berlarinya.
"Gedebuk...."
"Bajingan....Ayah aku jatuh, aku nggak bisa berdiri. Tinggalkan saja aku di sini ayah,"
"Ayah nggak mau nak...."
"Sana ayah pergilah...."
Akhirnya ayah pun pergi dan berlari menjauh dari Hitto dan mbak Kunti tersebut.
Mbak Kunti yang berada di belakangnya Hitto nampak senang dan lagi - lagi dia ketawa melengking.
"Hihihi...."
"Hihihi...."
Hitto yang masih tutup mata tidak mau melihat mbak Kunti, tiba - tiba saja tangannya di angkat oleh mbak Kunti dan pertama kalinya dia melihat mbak Kunti secara langsung.
"Ciluk....Baa..."
"Aaaaaa.....Ampun mbak Kunti, jangan makan aku." Hitto memohon ampun kepada mbak Kunti.
"Peletak..."
"Siapa juga yang akan memakan kamu anjirt..."
"Lah? Mbak Kunti bisa ngomong?"
"Bisa...Memangnya aku bisu apa, selera makananku bukan kamu..."
"Kamu ingin bertemu bundamu?"
"Bagaimana bisa?"
"Sini ikut aku, aku ingin ngajak kamu berjalan - jalan ke tempat yang indah."
Mbak Kunti dan Hitto pun berjalan menuju ke tempat suatu yang sangat indah sekali, Hitto sampai tidak sadar bahwa dirinya masih hidup dan sedang tertidur di kasurnya.
...****************...
Ayah terbangun dari mimpinya, dirinya terkejut karena dia sudah ada di ruangan bawah tanah dengan tangan terikat ke belakang. Hitto yang sedang berada di alam mimpinya, masih di bawa oleh mbak Kunti berkeliling ke tempat indah.
Tiba - tiba saja ada mbak Kunti merah, memakai baju warna merah sedang menatap ke arah Daniel.
"Hihihi...."
"Hihihi...."
"Wahh, ada yang baru bangun dari pingsannya yaa? Hihihi...."
"Mau apa kamu mbak Kunti?"
"Kamu tanya? Kamu bertanya - tanya? Sini aku kasih tahu yaa...."
"Anjirt....Buruan cepetan kasih tahu lama bener jadi hantu...."
"Peletak....Diam dulu lah ***, aku mau tarik napas dulu."
"Anda ko marah - marah bagaimana pulak..."
"Lama - lama gue tempeleng juga kepala kamu, mangkanya diam dulu argh..."
Daniel pun terdiam, dan mbak Kunti baju merah ini pun menceritakan.
"Saya datang kesini untuk meminta tumbal selanjutnya, apakah kamu sudah ada tumbal untukku?"
"Ha? T -tapi, tapi aku tidak punya tumbal selanjutnya itu mbak..."
Mbak Kunti melihat kearah kanannya Daniel dan dia menginginkan pria itu menjadi tumbalnya.
"Anda berbohong ya? Itu sebelah kanan kamu apa? Bolehkah aku jadikan tumbal berikutnya?" Kunti melirik - lirik ke arah kanan.
Daniel yang mengetahui bahwa Hitto sang anak akan di jadikan tumbal, maka Daniel menolaknya.
"TIDAK....Saya tidak akan pernah memberikan anak ini kepada kamu..."
"Ah...Kamu sih pelit amat dah jadi orang, nggak mau bersedekah kepada mbak Kunti yang cantik ini..."
"Ya memang anda itu cantik, cuman kenapa anda bunuh diri? Apa nggak sayang sama orang tua kamu dan masa depanmu?"
"Jadi begini bapak Daniel....Dulu aku di perkosa oleh bapak - bapak pemabuk tiga orang bapak - bapak itu, habis itu aku di bunuh sama tiga orang bapak itu. Badanku di buang ke sungai, sampai saat ini jasadku belum juga ketemu..."
Kunti merah menceritakan tentang masa lalu dirinya yang begitu amat kelam dan pahit.
"Anda ingin tumbal?"
"Tumben pak menawarkan saya tumbal?"
"gini, anda ingin tumbal tadi ada wanita muda pembantu rumah saya. Dia sedang terperangkap di rumah sini, tolong kamu kejar - kejar dia terus. Saya ingin balas dendam terhadap wanita itu, itu tumbal untuk kamu..."
Mbak Kunti merah, pun mengerti apa yang Daniel maksud. Benar yang Daniel maksud adalah Christina pembantu baru Daniel.
"Awas aja ya kamu Christina aku akan balas dendam kepadamu...." ucap Daniel di dalam hatinya.
...****************...
Disisi lain, Christina masih berusaha untuk mencari jalan keluar. Dia membuka pintu satu persatu akan tetapi tidak ada jalan keluarnya, mbak Kunti merah, mengikuti dari belakang Christina.
"Tuk..."
"Tuk...."
"Tuk...."
Suara sepatu hak tinggi Christina, sehingga mbak Kunti merah pun maju.
Hantu tersebut semakin mendekat terus mendekat ke arah Christina, yang sedang berjalan pelan menyelusuri lorong - lorong kematian.
Hantu tersebut, mendekati Christina yang sedang melamun.
Christina pun membalikan badannya ke belakang.
"Set...."Christina pun membalik ke belakang.
"Anjrit....Shitt...Dasar kau setan iblis, atas nama bapak roh Kudus aku berlindung kepadaMu." Christina pun terkejut atas apa yang ia lihat.
Hantu tersebut berbicara sesuatu kepada Christina Aguilera.
"Come with me to the hell"
"Aku tidak mau ikut ke dalam neraka jahanam, pergi kau dari sini...." Christina pun berteriak.
Christina Aguilera terus berlari hingga dirinya sudah merasa aman.
"Dag...."
"Dag...."
"Dag....."
Christina terus berlarian menyelusuri lorong - lorong yang begitu sangat menyeramkan.
TO BE CONTINUED....